
Tepat setahun lalu saya diundang oleh Presiden Yudhoyono sebagai salah satu tamu undangan dalam rangka Pemberian Penghargaan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Terbaik Tahun 2007. Hmmm alhamdulillah ternyata kerja keras kami mendampingi kota-kota dan beberapa kabupaten di Indonesia dihargai oleh Pemerintah Indonesia.
Masih teringat saya pada saat pertama kali menerjuni profesi pendamping/konsultan sejak tahun 2000 lalu..betapa sulitnya meyakinkan pemerintah daerah agar mau berubah, memperbaiki pola pelayanan perizinan yang selama ini termasuk ruwet bin ngga jelas di negara kita. Apalagi waktu itu belum ada aturan resmi dari pemerintah pusat, jadi sangat mengandalkan komitmen kepala daerah (bupati/walikota) dan seluruh jajarannya.
Kami yakin semuanya bisa diperbaiki meski tidak dapat sekaligus..ibaratnya birokrasi di Indonesia sudah seperti benang ruwet dan kami berusaha untuk menguraikan satu persatu plus mencoba selalu melihat dari sisi yang positif atas inisiatif daerah yang telah melakukan perbaikan birokrasi perizinan.
Tahun 2006 akhirnya kami berhasil mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 24/2006 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (disingkat PPTSP). Tahun 2007 kami mengeluarkan Buku Panduan Nasional tentang PPTSP. Dan ternyata kerja keras mendorong daerah melakukan berbagai perubahan itu diapresiasi oleh BKPM dan lembaga penelitian yang akhirnya memilih kota dan kabupaten yang menyelenggarakan pelayanan perizinan terbaik. Selamat kepada Kota Yogyakarta, Kota Cimahi, Kota Banjarbaru, Kab. Sidoarjo, Kab. Sragen dan Kab. Jembara. Juga para nominasi yang berjumlah 14 kota/kabupaten lainnya, termasuk Ngawi juga lho….(wah, cukup bangga saya bisa kasih selamat langsung ke bupati saya hehe)
Pada saat bersalaman dengan SBY saya katakan, “Pak, sesungguhnya yang membuat birokrasi kita ngga fleksibel adalah justru departemen di tingkat pusat, jadi mereka juga harus direformasi. Banyaknya perizinan juga berasal dari departemen di tingkat pusat, daerah tinggal menjalankan.” Eh…Fahmi Idris, Marie Pangestu dan M. Lutfi mesam mesam saja, dan SBY bilang, “ OK, tolong bantu kami untuk mengurangi jumlah izin itu ya?:)” Hehe..mudah-mudahan beliau ingat akan hal itu sekarang dan tidak hanya sibuk memikirkan pencalonannya kembali sebagai presiden di tahun 2009 nanti.

Setelah pemberian penghargaan, kami dijamu makanan Indonesia, beramah tamah dengan sesama undangan dari seluruh Indonesia. Bertemu dengan para bupati dan jajarannya yang pernah saya dan kawan-kawan dampingi juga, duh senengnya…ngga sia-sia saya berangkat pagi-pagi dari Jogja waktu itu, dan mesti di-screening ketat di BKPM untuk berangkat bersama ke Istana Negara:)
Dan saya pun akhirnya berpose sejenak di komplek Istana Negara yang rindang dan asri, hmmmm ada beberapa tanaman yang diberi prasasti atas nama Bu Tien Soeharto juga lho!:) Kapan lagi ya saya bisa ke Istana Negara lagi? Ayolah, kita bisa touring kok tiap hari minggu hehehe…..











wah mba early tampak berbeda dengan baju oranye nya….
pasti bangga banget ya
salut