Ini pengalaman saya, ternyata kalau bekerja dengan lembaga internasional itu tidak sekedar untuk bekerja dan share tentang proyek yang kami kerjakan, tapi juga jadi guide hehe…Dan itu termasuk menjelaskan berbagai arti tentang budaya setempat yang kadang saya sendiri ngga paham. Wah, bisa gawat nih! Padahal menjadi guide dadakan kaya’ gini juga termasuk promosi wisata bagi Indonesia lho….:) untunglah selama dua minggu itu kami menginap di hotel yang lumayan bagus (Lor In Solo), jadi kalau pas breakfast, ngobrol soal budaya Indonesia bisa dicicil di tengah breakfast dengan suasana menyenangkan seperti ini…:)


Itulah yang saya alami ketika bekerja bersama dengan para konsultan dari luar negeri (Filipina dan Inggris) selama dua minggu di Solo. Ketika dalam proses bekerja jelas kita akan mendiskusikan apapun dalam konteks pekerjaan, tapi begitu ketika para konsultan asing itu mulai minta diantar ke tempat-tempat wisata di seputar Solo dan Jogja, dimana kantor kami berdomisili hehe…dimulailah tugas menjadi tour guide dadakan!
Walhasil di saat weekend selama dua minggu itupun saya mesti mendampingi Ibu Rita dan Pak David ke Museum Batik Danar Hadi (House of Danar Hadi) yang sayangnya kami ngga boleh ambil foto disana (tapi lumayanlah bisa ambil foto tampak luar dan workshop membatiknya)…termasuk Bu Rita praktek membantik untuk pose di foto:), juga ke Kraton Kasunanan Solo (malah saya belum pernah masuk sama sekali sebelumnya! Dan jangan lupa, kalau ngga mau melepas alas kaki, Anda harus datang mengunjungi kraton ini dengan makai sepatu, karena kalau hanya pakai sandal harus dilepas…). Setelah itu kami jalan-jalan di Benteng Trade Center (maunya nyari batik, tapi ngga dapat yang sesuai selera, malah beli pernak pernik batik di depan Pasar Klewer hehe), dan tidak ketinggalan muter-muter Solo naik becak dong….





Hari minggu kami keliling Jogja, menumpang KA Prambanan Ekspress dari St. Purwosari Solo menuju Jogja, dijemput mobil sewaan yang akan emmbawa kami keliling seharian di komplek Candi Borobudur (termasuk ke beberapa museumnya…eh, ada museum Kapal Borobudur lho!), Candi Prambanan, Kraton Yogyakarta (sayangnya pas kami kesana sudah tutup), jadi kemudian kami masuk ke Museum Kereta Kraton Yogyakarta plus mencari souvenir di sepanjang Malioboro dan pemberhentian terakhir di Benteng Vedeburg yang berisi diorama sejarah Indonesia!:) hehe disini pengetahuan sejarah saya diuji lagi dengan menjadi guide ala sejarawan…yang sempat saya tinggalkan sejenak sewaktu mengunjungi beberapa obyek wisata sebelumnya karena saya memang minta Pak David beli buku aja tentang candi-candi itu (udah lengkap penjelasannya dengan Bahasa Inggris dan tentu lebih valid hehe). Lucunya, pas kami jalan-jalan di obyek wisata itu, ternyata banyak sekali anak-anak sekolah yang mendapatkan tugas untuk berkomunikasi dengan orang asing, walhasil Pak David selalu diburu untuk ngobrol dan foto bersama hehehe…Untungnya beliaunya ramah dan tidak keberatan melayani para siswa itu:)




Begitulah, balik ke Solo tentu badan lelah padahal harus mempersiapkan workshop esoknya….tapi tak mengapa, yang penting sudah sempat menjalankan tugas sebagai bagian dari promosi wisata Indonesia:) We love Solo and Jogja, always….










aku ke jogja udah sering
pengen juga ke solo sihh