Aku memandang sedih pada buku yang baru selesai aku baca….

Dan, sehari kemudian darrrrrrr! Serangan itu berlanjut lagi di Gaza dan lebih sadis dari biasanya (setelah berbagai peristiwa 1948, 1967, berbagai gerakan intifadah…). Hingga hari ini serangan menjelang 1 Muharram 1430 H itu telah membunuh 400 warga sipil Palestina. Sungguh kado pahit tahun baru yang harus kita rasakan. Dadaku terasa sesak! Di tengah himpingan berbagai bencana alam dan juga berbagai kasus kelaparan yang masih dihadapi bangsa Indonesia, kita tetap harus menunjukkan aksi solidaritas untuk rakyat Palestina. Betapa aku masih teringat dalam buku itu, Raja Shehadeh, penulis yang pengacara itu berjuang agar tetap tinggal di Ramallah, berusaha tetap menjaga hati dan ritual rutinnya, berjalan-jalan di wilayah Palestina yang sekarang telah tersekat-sekat oleh tembok para pemukim Yahudi.
Dari sisi kemanusiaan, semua serangan Israel dan perampasan tanah rakyat palestina tidak bisa dibenarkan. Cara yang brutal dengan mengusir, membatasi ruang gerak di wilayah mereka sendiri, dan tentu sangat tidak mengenakkan jika apa yang sudah kita miliki diambil begitu saja dengan alasan tanah itu adalah tanah umum, tanpa ada yang memiliki. Maka ketika Israel berusaha untuk mengubah peta dunia dengan merampas tanah Palestina, maka tidak ada pilihan lain bagi warga Palestina selain melawan dan tetap terus tinggal di wilayah itu..karena jika tidak, maka negeri mereka akan hilang.
Perjuangan untuk membebaskan Palestina dari Israel harus tetap dilakukan, dan kita harus membuat Israel menghentikan serangan-serangan itu dengan berbagai cara, berdemontrasi, memberikan bantuan kemanusiaan, dsb. Reaksi dunia yang mengutuk Israel harus terus menerus dilakukan untuk menghentikan segala tangis nestapa rakyat Palestina.

Dan, aku jadi teringat lagi pada percakapanku dengan Lorice dan Avinoam beberapa tahun lalu di Jerman. Lorice yang Palestina dan Avinoam yang Israel mengatakan bahwa apa yang terjadi di wilayah itu adalah persoalan politik. Tapi benarkah hanya politik? Karena doktrin di kalangan usia muda kaum Yahudi adalah orang Yahudi yang tinggal di Israel jika ditanya kenapa kalian merampas wilayah Palestina, mereka akan menjawab kenapa sih kalian rakyat Palestina begitu ngotot ingin punya negara? Bukankah sudah ada 21 negara Arab lainnya yang bisa kalian tempati? Wah, ketika aku baca di buku Raja Shehadeh itu, rasanya kemarahanku sudah di ubun-ubun! Jadi ternyata begitu ya doktrin yang telah ditanamkan, mereka berusaha merebut tanah yang katanya sudah dijanjikan selama sekian ribu tahun itu…Hmmm sungguh konyol dan tidak berperikemanusiaan!
Maka inilah yang akan terus terjadi, Israel akan terus merebut tanah di Palestina karena tidak sekedar politik tapi juga doktrin yang sungguh merusak tatanan yang sudah ada sekarang. So, free Palestina from Israel agresor and save Palestinian! Kita harus berupaya agar peta dunia tentang Palestina tetap ada. Bertahanlah saudaraku, kami di Indonesia akan selalu mendukungmu. Dan rasanya malam Tahun Baru 2009 ini akan kita lalui dengan penuh perjuangan. Demi Palestina, semoga Tuhan selalu memberkati, amiin…
Bagi teman-teman yang ingin menyumbangkan dana, silakan transfer ke rekening Mer-C : BCA (6860153678), Bank Syari’ah Mandiri (0090121773), dan Bank Muamalat (3010052115). Atau Ketik MERC PEDULI ke 7505 untuk Rp 5.000/sms. Terima kasih atas partisipasinya.
Selamat berjuang di tahun yang baru…Selamat melakukan hal-hal yang lebih baik di tahun-tahun mendatang karena Tuhan pasti akan membimbing niat kita yang teguh untuk melakukan semua itu, amiin…









