Hmmmm setelah sekian lama, akhirnya aku nulis juga soal Roemahku dan Solo Batik Carnival…tapi, kenapa baru sekarang? Padahal aku kenal baik dengan kota budaya ini sejak berpuluh tahun lalu! Waktu itu…aku kan menghabiskan masa remajaku di Solo nan elok ini, biaya hidup murah, dan di sekolahku (Al-Islam I Jl. Honggowongso itu) aku telah mengenal berbagai budaya di Indonesia lho! Karena teman-teman sekolahku juga berasal dari berbagai pelosok Indonesia, ada orang Minang (halo Eriyanto..dimana kamu berada kini?), ada Kasih yang dari Palembang, ada Edo yang keturunan Batak, ada yang dari Papua, juga teman-teman keturunan Flores, Jakarta, dan yang paling banyak tentu dari Jawa, yang dari Klaten buanyakkkkk hehe….
Pengalaman yang akan disajikan berikut adalah ketika setelah sekian belasan tahun aku jalan-jalan lagi di Solo, hmmm pas libur Lebaran tahun 2007 lalu..tepatnya makan-makan dan explore di Kampung Batik Laweyan juga pas mau lihat acara Solo Batik Carnival tanggal 12 April 2008 lalu..hehe, udah agak lama sebenarnya (hmmm saya bela-belain pulang kampung dulu ke Ngawi dari Surabaya, memboyong bapak, ibu dan adik ke Solo berangkat mulai pagi jam 6, kami pikir acaranya pagi…eh, ternyata mulai siang hari!). Tapi ngga apalah, soalnya kegiatannya bagus kok, lagian kenapa saya baru tulis sekarang soalnya sekalian memeriahkan Tahun Ekonomi Kreatif Indonesia 2009! Apalagi Solo sedang menggeliat dan mendandani kotanya sedemikian rupa dengan mengadakan berbagai even plus melestarikan budaya Jawa yang kentalllll banget! Jadilah, kota kreatif ini menjadi inspirasi banyak pihak untuk membangun kota menjadi lebih ‘hidup’ dan mendapatkan penghasilan yang tidak sedikit dari berbagai kegiatan yang diadakan.
Salah satunya adalah dengan upaya Ibu Nina Akbar Tanjung yang menyulap sebuah rumah tua di Kampung Batik Laweyan (tepatnya Jl. Dr. Radjiman Solo) menjadi hotel dan resto yang asyik punya deh! Hehe, sekalian promosi karena teman baik dan sekaligus Ketua Komunitas Historia Indonesia, Kang Asep Kambali, ternyata sekarang jadi manajer Roemahku!:) tapi..memang Roemahku memang menyenangkan, antik, hommy..dan membuat keponakan yang ikut jalan-jalan di sana merasa kerasan seperti di rumah sendiri….

Dan inilah suasana Roemahku yang hangat itu, yang membuat kita merasa nyaman dengan gamelannya yang kadang dimainkan…..


Dan yang paling menyenangkan adalah, kita dapat berjalan-jalan di seputar kampung Batik Laweyan melalui gerbang belakang Roemahku itu hehe…dan inilah suasana kampung batik dan kesibukan yang terjadi di salah satu rumah produksi batik di Laweyan itu :

Hehe, setelah puas jalan-jalan di sekitar Laweyan dan belanja batik di pusat grosir tibalah saatnya menyaksikan Solo Batik Carnival yang cukup heboh itu. Gimana ngga heboh? Lha ternyata kami para penonton yang penasaran ini harus menunggu hingga berjam-jam…padahal sepanjang Jl. slamet Riyadi itu udah ditutup dan penonton udah membludak seperti ini

Tapi, akhirnya setelah menunggu sekian lama (hampir 4 jam mulai jam 13.00), mulailah konvoi itu..diawali parade pasukan Keraton Solo dan deretan kereta yang berisi para tamu undangan termasuk Ibu Marie Pangestu (Menteri Perdagangan), artis Titi Kamal, para duta besar, dsb…

Banyak yang aneh-aneh dan lucu dalam pawai baju bernuansa batik ini, lihat aja ada kuda yang rambutnya dikepang, Walikota Surakarta yang rela jalan kaki dan banyak hal lain yang menarik perhatian penonton di sepanjang Jalan Slamet Riyadi ini…

Nah, akhirnya..inilah yang ditunggu-tunggu..meski sudah mulai agak gelap suasananya, abisnya udah jam 5 sore….untung tidak hujan, inilah beberapa tampilan para peserta Solo Batik Carnival yang diawali dengan Jember Fashion Carnival (ssssst konseptor JFC ini, Mas Dinand Fariz, yang dosen Unesa Surabaya itu kan emang diminta jadi desaigner acara ini oleh Pak Jokowi hehe…) :
Menarik sekali kan? Makanya jangan lewatkan even Batik Solo Carnival tahun 2009 (ini telah direncang sebagai kegiatan tahunan setiap bulan April), sampai jumpa lagi di Solo….










Dear Mba Early,
Terima kasih tulisannya. Keren banget… fotonya juga
Informatif dan sangat insfiratif. O ya, kapan-kapan ketemu donk di roemahkoe….
Sekali lagi terima kasih atas tulisannya ya mba…
Salam Historia,
Asep Kambali, KHI
http://www.roemahkoe.info
wah..ternyata di solo ada roemahkoe yang unik dan nyaman toh..pengen sekali pluk melihat lebih dekat proses pembatikan..:)
perlu dikembangkan
pertama liat liputan sempat heran kok beda … sy juga liput SBC 2 kemarin, tp begita sy baca lebih teliti itu foto SBC yang pertama … he he he…. SBC 1 gk sempat ikut.. momen yang bagus dan perlu dikembangkan lebih lanjut … thank’s atas liputannya …
Keren Mba,.
Klo bisa liput untuk tahun2 berikutnya,.
See another beautiful place in
http://www.visitbeautifulplace.blogspot.co.id
bagi saya batik tulis sangat menarik dan corak sangat beragam sehingga membuat orang tertarik