Bulan Agustus bagi rakyat Indonesia adalah mengenang apa yang telah terjadi sekian puluh tahun lalu..dan tahun ini, tepat 64 tahun lalu, bangsa Indonesia telah MERDEKA secara resmi dengan diproklamirkannnya Naskah Kemerdekaan oleh Seokarno – Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945.

Yah, kita telah merdeka sekian lama…banyak yang mengatakan bahwa kita belum merdeka sebenar-benarnya. Tetapi, apakah arti kemederdekaan itu sebenarnya? Tahun-tahun yang penuh tantangan telah kita lalui, mulai dari ketidakrelaan Belanda mengakui kemerdekaan negara kita yang kemudian harus ada berbagai perang kemerdekaan, mulai dari Surabaya, Yogyakarta, ndung, juga kota-kota lain, diikuti dengan berbagai perundingan mulai dari Linnggarjati dan akhirnya diadakan Konferensi Meja Bundar tahun 1949…masih adanya Republik Indonesia Serikat (RIS), Perang Trikora untuk merebut Irian Barat, tahun-tahun yang mendebarkan ketika ketegangan terjadi setelah Peristiwa G 30 S dan juga tahun-tahun ketika demokrasi ditekan, proses diplomasi yang masih carut marut tetapi ekonomi mulai membaik di jaman Soeharto walau dengan bayaran yang sungguh mahal….
Dan, ketika reformasi bergulir di tahun 1998 dengan penuh harap kita membangun lagi dengan cara yang ‘benar’ walaupun masih ada kekurangan di sana-sini…keamanan yang mulai rwan dengan mulai banyaknya bom dengan jumlah korban yang tidak sedikit, rakyat miskin masih cukup banyak, penggangguran juga masih membludak dan ketika krisis moneter karena melambungnya harga minyak kembali menghantam tahun lalu, kita pun sempat tersungkur meski kemudian berhasil bangkit perlahan-lahan. Juga, ketika Pemilu demi Pemilu yang oleh sementara pihak masih dianggap kurang berjalan dengan adil tetapi telah menghasilkan berbagai kebijakan melalui DPR yang terpilih masih membuat gusar sebagian pihak yang tidak puas. Ah, adakah mereka berpikir bahwa rakyat kadang sudah capek dengan semua ritual itu? Adakah mereka berpikir untuk berbuat yang lebih baik sekecil apapun kemampuan yang kita miliki?
Hmmm sementara itu, beberapa pihak yang telah peduli sudah mulai berbuat untuk ke-MERDEKA-an yang seperti samudera itu…samudera yang luas, seakan tiada bertepi tinggal bagaimana kita mengatur strategi agar semua yang kita lakukan dapat berjalan dengan baik. Berbagai inisiatif telah dilakukan : sekolah mencetak para juara olimpiade di bidang sains (terima kasih kepada Bapak Yohannes Surya dkk), duta kesenian yang sering memenangkan festival tingkat dunia (musik, film, tari, dll) dan juga kelompok seni tradisional Indonesia yang tersebar di seantero dunia (termasuk saya yang akhirnya belajar menari lagi di Freiburg..:)), upaya mereformasi birokrasi walaupun sepertinya menegakkan benang basah karena tantangan yang dialami sungguh berat ternyata juga berjalan dengan baik (terima kasih kepada beberapa walikota dan gubernur di Indonesia yang punya semangat untuk membangun daerahnya dengan kreatif serta dengan cara yang benar), upaya pemberantasan korupsi antara lain dengan dibentuknya KPK, adanya berbagai komunitas kreatif yang semarak dimana-mana (terima kasih kepada komunitas blogger dengan Pesta Blogger-nya, Kang Ridwan Kamil dkk dengan mempelopori pesta kreatif semacam Helar Festival, juga Mas Dinand Fariz dengan Jember Fashion Carnival-nya) juga berbagai insiasi lain yang sungguh menggembirakan.
Ayolah saudaraku, jangan bermuram durja dengan kenyataan yang kadang pahit (tetapi kita tidak boleh melupakan berbagai kepahitan itu untuk memperbaiki semuanya ke depan)..tantangan itu pasti akan selalu ada, cerialah seperti Mbah Surip yang selalu tersenyum (semoga beliau tenang di pangkuanNya) dan selalu mengatakan I Love You Full!:) ya…samudera luas ke-MERDEKA-an adalah sesuatu yang penuh keragaman, berbagai ‘ikan’ kehidupan termasuk berbagai ‘makhluk’ lain dengan rasa asin yang bercampur keindahan kehidupan di palung dan terumbu karang di dalamnya!
Kenikmatan dunia adalah ketika kita berpikir bahwa hidup memang harus demikian adanya dan kita harus menjalaninya…sesuatu yang begitu nyata dengan berbagai seluk beluk dan hiruk pikuk, berbagai suka duka diantara rasa toleransi, kegairahan berdemokrasi, juga keceriaan tawa anak-anak Indonesia yang tak pernah lekang oleh waktu dan jaman dari ujung Pulau Weh hingga Merauke di Papua.

Ah, I always love you Indonesia…hutan tropis lebat, gunung berapi yang berbahaya itu dan juga pasir putih di pantai-pantaimu yang indah itu selalu memanggilku pulang, juga ketika lagu Tanah Air mengalur seiring permainan biolaku ketika kerinduan menyeruak….
Tanah Air ku tidak kulupakan
Kau terkenang selama hidupku…
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu…

Begitu indah ternyata samudera ke-MERDEKA-an itu..terima kasih Ya Tuhan atas segalanya, terima kasih untuk semua saudaraku sesama Bangsa Indonesia..kepada para pahlawan, para pemimpin, pada para reformis, juga anak-anak Indonesia yang selalu tertawa dan menangis demi kehidupan yang lebih baik.
Cinta pada bangsa dan negara itu akan selalu ada, dimanapun kita berada…karena cinta sejati memang tidak akan pernah pergi…:)
Freiburg, ketika cinta bersemi dalam hati, 050809










kemerdekaan ada lah hak setiap warga negara…
maka dari itu, kita memiliki hak kebebasan dalam berbagai hal…
mari kita jaga bersama kemerdekaan ini dengan ikut menjaga dan membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang lebih baik dan maju lagi…
kita jaga semua aset2 negara kita ini dari para penjajah…
Iklan Gratis
salam kenal Ibu / Mbak Early, saya Ivan… saya ada niat mau melanjutkan studi ke Jerman, tapi saya bingung harus mulai dari mana… bisa tolong dibantu dengan informasi? terimakasih…