Das Leben is kein Ponihof!
Hidup memang penuh misteri..ketika berbagai hal telah dipertaruhkan agar segalanya menjadi lebih baik. Berbagai resiko yang harus ditanggung atas semua tindakan yang kita ambil membuat segalanya menjadi berubah dan tentu saja akan menjadi sebuah kondisi yang sangat berbeda manakala kita tetap berada di tempat, berada di zona nyaman, yang tentu juga akan sangat membosankan jika kita terus menerus berada dalam ‘perangkap’-nya.
Hmmm…awal April tahun ini, ketika keberangkatan semakin menjelang menuju Jerman, tangisan keluarga dan orang-orang tercinta mengiringi di bandara. Dan air mata semakin tumpah ketika ada sebuah sms masuk di handphone yang berbunyi…selamat jalan, semoga kamu selalu dalam keadaan baik, tidak ada yang bisa kulakukan selain berdoa untuk semua kesuksesan atas pilihan yang kamu ambil…semuanya akan berbeda tanpamu, dan akan sealu ada senyum untukmu ketika engkau pulang nanti…Oh God, ternyata memang banyak yang mencintaiku, betapa ini adalah anugerah besar bagiku, walau aku tahu kesedihan dan kerinduangn akan merayapinya setiap malam-malam pertama di Freiburg.
Tapi, kehidupan terus berjalan…dan menemukan teman-teman baru dari berbagai penjuru dunia memenuhi hari-hariku. Belajar sesuatu yang baru dan tidak dalam jumlah yang sedikit membuat segalanya menjadi semakin berwarna. Pola komunikasi yang berubah, penyesuaian diri, bersama-sama saling membantu setiap ada kesulitan, masak bersama, juga belajar untuk saling memahami satu sama lain mengingat kami berlatar belakang budaya yang berbeda…bahkan tak jarang konflik pun muncul, membuat stress dan suasana menjadi tidak enak dsb. Tapi, segalanya akan menjadi indah manakala hati berbicara, rasa tidak ingin kehilangan akan sebuah persahabatan yang tak ternilai mengalahkan semua ego dan perbedaan yang ada. Dan di situlah kita akan mengerti karena kehidupan manusia memang di-fitrah-kan untuk saling berintekasi satu sama lain.
Meski demikian, kadang ketika perpisahan datang lagi dan kesedihan itu muncul lagi, kita tidak bisa berbuat apa-apa selain berdoa untuk kebahagiaan semuanya. Kita mau tidak mau harus menghadapinya…seperti ketika musim selalu berganti dan daun-daun rontok ketika musim gugur tiba. Mungkin nanti suatu saat kita akan lebih memahami mengapa setiap pertemuan dan perpisahan akan selalu ada dalam hidup kita. Karena Tuhan mungkin memang menciptakan manusia untuk selalu berubah agar hidup lebih dinamis, agar hidup semakin indah! Andaikan kita mampu memahaminya…niscaya segala apa yang terjadi akan mudah dijalani.
Tapi kadang ada kelucuan juga dalam setiap perpisahan itu, dan tawa diantara pelukan dan tangisan perpisahan akan selalu membuat hidup menjadi amazing!:) adaaa saja yang membuat segala kesedihan itu menjadi sesuatu yang bisa jadi ditertawakan karena tingkah laku teman yang mengesalkan bin menjengkelkan m proses perpisahan itu tetapi kita akan mengenangnya menjadi sesuatu yang indah kelak.

Ini contohnya, teman dari Palestina yang kadang menjengkelkan tapi baik juga mau menjaga barang-barang teman lain yang lagi proses pindahan hehe..meski bete setengah mati karena nunggu lama, dia mau aja jaga barang-barang itu:)
Untungnya ada teman yang kemudian datang, meski cuma sebentar nemenin…

Begitulah, kadang perpisahan yang menyisakan kepedihan..tetapi ada juga kelucuan yang patut untuk dikenang. Perpisahan akan selalu menjadi keniscayaan, karena, bukankah memang hidup itu hanya sementara? Terima kasih buat semuanya, I love you all..and I know I’ll miss you, always….
Freiburg, 30 Agustus 2009
Catatan : Dalam sebuah kerinduan pada keluarga dan teman-teman yang pindah ke kota lain (Friedshafen, Berlin, USA, dll…). Dan catatan ini kelak akan mengingatkanku pada perpisahan selanjutnya pada 19 September 2009!










September 09, pisah dengan siapa lagi?