Hawa dingin yang terasa menggigit di Osnabrueck, hmm sebenarnya sudah sejak awal Oktober sihh, membuatku teringat masa-masa terakhir selama enam bulan tinggal di Freiburg. Betapa aku merindukan musim panas itu…ketika matahari masih menyinari bumi bahkan sampai jam 21.30 !
Meski musim gugur tidak kalah indahnya juga (dengan daun-daun yang berwarna-warni dan sepanjang jalan menjadi penuh dengan guguran daun…) tapi rasanya memang ada sesuatu yang hilang saat ini. Ahh tapi bukankah yang hilang itu kelak akan tergantikan dengan yang lain, suasana lain yang juga tidak kalah indahnya?
Pertanyaan demi pertanyaan kadang menderaku…ketika pertama kali akhirnya aku menginjakkan kaki di kota tempat aku akan belajar selama dua tahun ini. Masa perpisahan yang berlalu sudah, meninggalkan semua kenangan indah..masa-masa ‘honeymoon’ di Freiburg yang selalu akan menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan. Kerinduan akan semua senyuman-senyuman indah di musim semi dan musim panas di Freiburg akan selalu menjadi kerinduan yang tak terbatas, meski kelak aku akan bertemu dengan mereka lagi…keluarga baru-ku, sahabat, dan teman-teman baru yang menghiasi hidupku selama belajar bahasa Jerman, yang memang benar-benar seperti anak TK di bulan April itu ! Itu William Contreras, si dokter syaraf dari Columbia, teman sekelas dan tetangga kamarku di Gastehaus Goethe Institut Freiburg yang bilang hehe…
Juga berbagai kegiatan yang aku ikuti dengan komunitas orang Indonesia di Freiburg, hmm terasa indah..menemukan saudara-saudara sebangsa se-tanah air di negara orang ! Senyum-senyum indah di perayaan Hari Kemerdekaan RI ke 64 itu membuat kami semakin yakin, bahwa tanah air kami tiada duanya…:)

Dan ketika saatnya berpisah, rasanya kesedihan itu seperti tidak akan berhenti…tetapi hidup tetaplah terus berjalan. Berbagai kenangan yang terjadi selama aku di Freiburg akan selalu menjadi kisah manis indah yang tak akan kulupa…:) Dan ketika kereta bergerak meninggalkan Freiburg Hauptbahnhof, tangisan dan lambaian tangan para sahabat, keluarga baruku di Freiburg, seakan menjadi moment dimana hati kami semua, para pelajar dari seluruh dunia yang bertemu di Freiburg, menyatu. Tiada lagi sekat-sekat yang sepertinya menjadi penghalang sebuah persahabatan…bangsa, bahasa, kepercayaan..semuanya menjadi lebur, atas nama cinta pada sesama, atas nama semangat untuk membangun negeri kami masing-masing meski kami masih harus berjuang, belajar keras meraih sukses dalam studi di Jerman. Betapa aku mencintai mereka seperti aku mencintai keluargaku sendiri….terima kasih sahabat-sahabatku!

Masih kuingat jelas hari pertama di Osnabrueck…hmm aku sangat beruntung!! Karena hari pertama itu tepat pada perayaan Idul Fitri 1430 H, aku sudah mendapatkan beberapa teman baik sebelumnya yang aku kontak selama masih di Freiburg. Alhamdulillah, aku bertemu seorang teman dari Malaysia (Nadia) yang kemudian bersama-sama kami Sholat Ied dengan kaum muslim lainnya di Osnabrueck dari berbagai bangsa. Senangnya bersilaturahim di saat kami jauh dari keluarga, dan tak ayal air mata kami jatuh teringat keluarga di Indonesia yang biasanya kami bisa berkumpul bersama di hari raya itu dan sekarang kami jauh dari mereka. Hiks..tapi begitulah, kami mendapatkan hikmah yang luar biasa justru ketika jauh dari orang-orang yang kami cintai selama ini karena kami juga mendapatkan cinta yang lain, dari orang-orang yang sekarang berada di sekeliling kami.
Hari-hari selanjutnya, entah kenapa aku sempat mengalami ‘perubahan perasaan’…ada ’sesuatu’ yang hilang, yang tidak kunjung aku dapatkan di Osnabrueck. Betapa beda jauh dengan Freiburg, ditambah rasa takut menghadapi berbagai tantangan belajar menggunakan bahasa Jerman yang baru aku pelajari selama 6 bulan, oh God! Hampir setiap hari aku menelpon sahabat tersayang-ku, menangis, menumpahkan berbagai keluh kesah atas semua hal yang aku alami…betapa rasa rindu itu tiba-tiba menyeruak karena aku tidak kunjung mendapatkan ‘rasa menikmati’ akan kota yang sekarang aku diami. Hingga akhirnya, sahabatku menyadarkan aku atas semuanya…dan aku berusaha mencari, menikmati apa yang nyata-nyata ada di depan mataku selama ini. Dan ajaibnya…setelah itu aku mendapatkan berbagai kebaikan di sekitarku!
Teman-teman baik yang selama ini tidak aku perhatikan, ternyata sangat membantuku melewati semua tantangan belajar di Osnabrueck. Bahkan mereka membuat pesta ulang tahunku yang selama ini jarang aku rayakan secara meriah. Mereka menyanyikan lagu ulang tahun di cafe dalam bahasa Inggris, Jerman dan Portugis (karena ada sebagian yang berasal dari Brazilia!). Betapa senangnya aku….:) terima kasih teman-teman, betapa aku mau menangis saat menyampaikan ucapan terima kasihku di hari ulang tahunku itu.

Dan pesta kejutan itu pun berlanjut hingga di apartemen tempat aku tinggal, duhhh betapa semuanya menjadi begitu berharga ! Aku bahagia karena ternyata memang cinta itu ada dimana-mana…dan kamarku yang berbalkon itu pun jadi seperti taman bunga dengan berbagai hadiah dari teman-teman!

Akhirnya..meski berbagai masalah mendera, aku berusaha untuk tetap semangat menjalani hidupku di Osnabrueck…karena aku memang harus bersyukur! Aku punya teman-teman yang baik, aku insyaallah akan punya masa depan dengan studi-ku sekarang, aku bisa beraktivitas di luar kuliah dengan jadi DJ di Radio PPI Dunia (:)) dan tentu saja karena memang cinta itu ada dimana-mana…tidak percaya? Buktikan sendiri!
Seiring dengan indahnya warna warni pohon di musim gugur (meski sering hujan dan hawa semakin dingin ketika mendekati musim dingin…), aku merasa harmoni di musim ini membuatku semakin dewasa..terima kasih Ya Allah, terima kasih atas semua anugerahmu kepada kehidupanku, sejak aku lahir hingga kini dan nanti, selamanya….:)










