Sudah menjadi rahasia umum bahwa ternyata jumlah blogger yang dulunya sangat aktif menulis di blog-nya masing-masing kini semakin berkurang. Entah karena sudah ada facebook, jadi lebih suka nulis di status-nya, atau menggunakan fasilitas note, yang lagi-lagi juga ada di facebook, ada twitter yang kemudian menjadi kalau ada tokoh yang menuliskan gagasannya dianggap dan dijadikan ‘panutan’ menjadi kultwit, de el el dan de el el deh ! Yang jelas memang sekarang menulis di blog sepertinya sedikit banyak berkurang dengan adanya media sosial yang lebih praktis untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran masing-masing individu ini.
Saya sendiri, jujur saja juga mulai sedikit malas up date blog ini sejak adanya facebook. Belum lagi karena tiga tahun lalu sekolah lagi, banyak tugas, banyak PR, plus refreshing jalan-jalan…haduuuhh ini alasan yang dibuat-buat sepertinya, karena sebenarnya sejak sekolah di Jerman akses internet justru ngga terbatas loohh…uhhh maafkan daku blog-ku tercinta
Namun entah kenapa akhir-akhir ini dorongan untuk menulis di blog semakin kuat lagi, walaupun saya punya PR lain menulis di majalah, menulis proposal dan laporan sehubungan dengan pekerjaan utama saya plus menulis novel yang masya allah..kok ya ngga selesai-selesai ya ? Hihihihi…tapi sekali lagi, ini hanya alasan ! Maka ketika kemarin saya dikontak seorang teman yang anggota Komunitas Blogger Surabaya, kok jadi kepengin menghidupkan lagi semangat menulis di blog ya ?
Bagi saya sih menulis di blog seperti ini adalah suatu kesempatan yang tak bisa kita lewatkan begitu saja. Sama halnya dengan belajar menulis, blog yang kita punya pun bisa merupakan ajang latihan bagi mereka yang susah banget mengungkapkan isi hati dan pikirannya, bahkan bisa jadi terapi loohh…inget ngga buku Habibie dan Ainun yang jadi best seller itu ? Pak habibie menulis buku itu sebagai terapi karena rasa kehilangan dan juga karena cintanya pada Bu Ainun yang abadi meski sang istri telah meninggal dunia.
Masih banyak lagi manfaat menulis, diantaranya adalah merangsang kreativitas, seperti bagaimana caranya memilih kata yang tepat dalam berbagai suasana plus agar pembaca tidak bosan dengan pilihan kata yang itu-itu saja, so mau ngga mau kita mesti buka Kamus Besar Bahasa Indonesia atau Thesaurus Bahasa Indonesia, nah looh apaan lagi nih ?
Googling dooong….:p
Well, menulis dapat membebaskan jiwa kita, itu sudah pasti. Dan kalau kita sudah suka menulis, mau ngga mau kita juga akan tambah rajin membaca, agar mendapatkan berbagai referensi atas topik yang akan kita tulis atau minimal membaca koran, majalah dan buku-buku ringan-lah yang dapat membuat kita lebih banyak menyerap berbagai kosa kata dari berbagai bacaan itu. Gairah menulis yang kadang tiada batas, juga tantangan agar tulisan kita dibaca, tentunya membuat kita perlu menciptakan media kita sendiri..apalagi kalau sudah sering mengirim artikel atau opini kesana kemari tapi ngga ada yang memuat tulisan kita. Jadi, blog-lah salah satu pilihannya
Kalau setuju, jadi…nge-blog lagi yukkk !!!!!
21022012










salam kenal mbak early, saya lagi belajar ngeblog nih mbak, masih angin2an juga hihi..
wah betul banget mbak, sejak adanya fisbuk dan twitter jadi males banget mau ngeblog, paling sebulan sekali, itupun sekedar nulis aja hehe..
ayo ngeblog lagi!