<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Onearly's Weblog</title>
	<atom:link href="http://onearly.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://onearly.wordpress.com</link>
	<description>The Other Side of Me....</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 17:51:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='onearly.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Onearly's Weblog</title>
		<link>http://onearly.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://onearly.wordpress.com/osd.xml" title="Onearly&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://onearly.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Beasiswa ? Siapa takut !!! :)</title>
		<link>http://onearly.wordpress.com/2011/12/14/beasiswa-siapa-takut/</link>
		<comments>http://onearly.wordpress.com/2011/12/14/beasiswa-siapa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 11:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onearly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onearly.wordpress.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Mendapatkan beasiswa ke luar negeri memang merupakan dambaan tersendiri bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk saya. Bisa mengalami berbagai budaya dan kebiasaan yang berbeda dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia merupakan salah satu keinginan terbesar saya. Jujur saja alasan tersebut adalah alasan yang paling kuat dan tentu saja disamping belajar untuk meraih jenjang yang lebih tinggi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=372&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2011/12/kollage_mnpo_09-11.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2011/12/kollage_mnpo_09-11.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Kollage_MNPO_09-11" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-373" /></a></p>
<p>Mendapatkan beasiswa ke luar negeri memang merupakan dambaan tersendiri bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk saya. Bisa mengalami berbagai budaya dan kebiasaan yang berbeda dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia merupakan salah satu keinginan terbesar saya. Jujur saja alasan tersebut adalah alasan yang paling kuat dan tentu saja disamping belajar untuk meraih jenjang yang lebih tinggi di bidang pendidikan.</p>
<p>Suka duka mendapatkan beasiswa tentu saja ada, karena sejak tahun 2000 saya sudah mencobanya sejak lulus S1, tetapi karena berbagai kesibukan di lembaga tempat saya bekerja (Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil &#8211; PUPUK) dan belum mempunyai nilai bahasa Inggris yang memadai, membuat saya harus menahan diri serta mau ngga mau harus mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris dengan lebih baik. Sebenarnya di tahun 2003, saya sudah mendapatkan beasiswa ke luar negeri yaitu ke Perth Australia untuk mendalami small business consulting melalui Program Indonesia Australia Special Training Project (IASTP) dari AusAID (Pemerintah Australia)selama 6 bulan. Nah, sebelum berangkat ke Perth kami dibekali kursus bahasa Inggris di IALF (Indonesia Australia Language Foundation) Jakarta selama 4 bulan, sehingga waktu mempelajari bahasa Inggris itulah yang saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan mengikuti kursus tambahan persiapan ujian IELTS. Sebelum berangkat ke Perth pun saya berusaha untuk mencoba ikut ujian IELTS, tapi hasil skor-nya cuma 5. Ya sudahlah, mungkin memang lebih baik saya memperbaiki kemampuan bahasa Inggris saya selama di Perth dan memang benar, di sana kemampuan bahasa saya lumayan terasah. Sehingga ketika pulang ke Indonesia di pertengahan tahun 2003 saya sudah lumayan lancar berbahasa Inggris dengan baik. Kembali kemudian saya mendapatkan beasiswa dari Friedrich Naumann Stiftung (FNS) sebuah lembaga Jerman untuk mengikuti seminar di Gummersbach Jerman, dan jadilah kemampuan berbahasa saya semakin baik.</p>
<p>Tetapi untuk mendapatkan beasiswa sekolah S2 ternyata tak semudah itu, karena saya ternyata memutuskan untuk berkomitmen dengan lembaga dimana saya bekerja untuk menjadi direktur dari tahun 2004 &#8211; 2008. Masa yang panjang selama 5 tahun itu saya manfaatkan juga untuk coba-coba melamar beasiswa, walaupun setengah hati karena saya merasa tidak bisa meninggalkan tanggung jawab saya di Indonesia meskipun ada banyak tawaran beasiswa ke Inggris, Australia, Belanda dan Amerika. Skor IELTS saya pun sudah lumayan, yakni 6 (setelah beberapa kali ikut ujian yang biayanya juga lumayan mahal yaitu sekitar USD 100 &#8211; 150), sudah cukup untuk berangkat sekolah ke luar negeri. Tetapi sekali lagi karena pekerjaan yang luar biasa banyak di kantor plus menjadi konsultan di banyak daerah (alhamdulillah saya sudah hampir ke semua daerah di Indonesia kecuali Papua dan Kep. Riau) membuat saya mengenyampingkan keinginan sekolah lagi. Terakhir tahun 2008 saya sudah mendapatkan beasiswa di Inggris (ini berkat info dari teman baik saya Mas Yudhi Ariadi yang membantu saya membuat CV yang menarik ! &#8211; kami berkenalan lewat milis beasiswa) dan Jepang (di Tsukuba University, masih dalam proses), tetapi sekali lagi dengan alasan pekerjaan saya belum bisa berangkat. Apalagi saya juga menjadi konsutan untuk banyak lembaga internasional seperti International Finance Corporation &#8211; IFC (lembaga di bawah The World Bank), The Asia Foundation, GTZ, Swisscontact, dll. Banyak teman yang menyarankan saya mengambil S2 di Indonesia saja, tetapi saya ngga mau. Alasannya adalah pasti saya tidak akan selesai tepat waktu, alias molor kuliah seperti yang banyak dialami teman-teman saya lainnya, dimana rata-rata mereka menyelesaikan S2 di Indonesia selama 4 &#8211; 5 tahun karena kesibukan pekerjaan lain yang sudah di depan mata. Banyak teman saya juga yang tidak selesai kuliahnya, sayang sekali bukan ? Padahal kalau kuliah di Indonesia biasanya jarang ada beasiswa, jadi kenapa harus susah-susah bayar sendiri dan belum tentu selesai pula ? Maka saya pun tetap menyimpan keinginan belajar ke LN untuk menempuh S2 dan harus mendapatkan beasiswa sehingga saya bisa dipaksa untuk selesai tepat waktu ! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pertengahan 2008 saya berkesempatan menunaikan ibadah umroh, dan disanalah saya berdoa agar saya mendapatkan beasiswa tahun depan (2009) dan memang sepulang dari Harramain saya sampaikan keinginan saya untuk berhenti jadi direktur tahun 2009 ! Saya bilang sudah saatnya mundur dan memberi kesempatan pada yang lain karena saya mau sekolah ke LN, hmmm padahal waktu itu saya belum tahu kemana dan dapat beasiswa apa ngga. Tetapi memang itulah mungkin takdir yang harus saya jalani, di akhir bulan Oktober 2008 saya mendapatkan informasi beasiswa dari DAAD (Deutsche Akademische Austausch Dients &#8211; Lembaga Pertukaran Pelajar dari Pemerintah Jerman) di Program Public Policy and Good Governance. Akhirnya dengan persiapan yang cukup mepet selama seminggu saya bisa menyelesaikan semua persyaratan dan saya kirim aplikasi pendaftaran plus dokumen pendukungnya ke kantor DAAD Jakarta. Tidak ada proses wawancara apapun karena titik berat penilaian hanya pada dokumen dan referensi serta publikasi &#8211; kebetulan saya memang salah satu anggota tim yang merumuskan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 24 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau lebih dikenal dengan one-stop service termasuk menuliskan buku panduannya yang disebarkan ke seluruh kota/kabupaten di Indonesia dan memang itulah alasan saya harus ke banyak pelosok daerah untuk melakukan workshop perbaikan pelayanan publik ini. DAAD hanya bilang saya hanya harus menunggu, jika sampai awal April 2009 tidak ada email dari DAAD berarti saya tidak diterima.</p>
<p>Hari-hari terus berjalan, saya pun sudah melamar beasiswa short course ke Jerman juga (dengan proses seleksi yang cukup ketat), disamping berdoa agar saya lolos kali ini. Apalagi ada teman baik saya di SMA yang juga mendapatkan beasiswa dari DAAD untuk program doktor di Potsdam University (dia memang dosen, di Universitas Mataram) juga satu teman SMA lain yang sudah pindah tugas ke Paris (dia bekerja di TOTAL), dan kami memang berencana reuni bertiga di Eropa ! Kesibukan saya pun tetap menumpuk, keliling Indonesia antara Bangka, Kaltim, Aceh, Flores, Halmahera, Maluku, Kupang dan sekitarnya tiada henti. Namun akhirnya email dari DAAD itu datang juga, alhamdulillah&#8230;</p>
<p>Akhir Januari 2009 saya mendapatkan email itu (dari DAAD sekaligus dari FNS lembaga yang akan mensponsori short course di Jerman), segera saya menelpon bapak ibu di rumah dan beliau berdua menangis mengucapkan selamat karena saya mendapatkan impian saya selama ini, demikian juga dengan adik-adik dan teman-teman kantor saya. Tetapi memang tidak mudah menyiapkan semuanya, karena saya harus sudah berada di Jerman pada tanggal 1 April 2009 untuk memulai kursus bahasa Jerman di Freiburg, bayangkan saya cuma punya waktu 2 bulan untuk menyiapkan semuanya !</p>
<p>Segera saya menyampaikan berita ini ke semua kolega, pemerintah daerah yang demikian banyak, menyusun jadwal kegiatan, persiapan pindahan kos, mengurus visa, periksa kesehatan di laboratorium, dsb. Rasanya begitu hectic karena saya pun harus menyiapkan pergantian direktur dan mengatur semua proyek yang harus saya tinggalkan, meski capek tapi senang ! Saya juga harus memutuskan apakah saya juga akan mengambil kesempatan short course itu, yang waktunya hanya selisih dua minggu dengan keberangkatan saya untuk menempuh master, tetapi dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya mundur dari program short course itu. Saya pernah juga bertanya ke DAAD apakah  bisa kursus bahasa Jerman di Indonesia saja ? Pikir saya, biar saya bisa punya waktu untuk menyelesaikan tanggung jawab saya di Indonesia dulu, tetapi mereka menolak dan saya tetap harus berangkat ke Jerman pada awal April !</p>
<p>Itulah tantangan yang saya hadapi justru setelah saya dapat beasiswa. Tetapi toh semuanya bisa saya selesaikan dan bisa berangkat ke Jerman di akhir Maret 2009, tidak sempat cuti segala, bahkan sehari sebelum berangkat pun masih masuk kantor ! Boro-boro mau syukuran, saya ngga punya waktu dan hanya bisa minta doa restu dari ayah ibu dan keluarga saya. Alhasil saya dan beberapa teman yang bersamaan berangkat ke Jerman di awal April itu tidak mengikuti Pemilu 2009, tetapi saya dapat mengikuti pemilihian presiden di bulan Juli 2009 setelah terdaftar di KJRI Frankfurt.</p>
<p>Belajar bahasa Jerman juga merupakan tantang tersendiri karena saya nantinya akan kuliah di Jurusan Managemen for Non-Profit Organization di FH (Fachhochschule &#8211; University of Applied Sciences) Osnabrueck yang kuliahnya semuanya memakai bahasa Jerman ! Waduuhhh, benar-benar siksaan tersendiri padahal kami sama sekali ngga tahu bahasa Jerman (gramatiknya memang sulit dibanding bahasa Indonesia yang sangat sederhana), belajar di Goethe Institut Freiburg pun dimulai seperti anak TK belajar bahasa hahaha&#8230;.(masih ingat seorang teman yang pernah sekolah di Korsel bilang, itu belajar bahasa Jerman belum apa-apa dibandingkan belajar bahasa lain yang hurufnya bukan Latin, nah lo !) tetapi setelah 6 bulan belajar ternyata kemampuan bahasa kami sudah lumayan walaupun masih belum layak belajar di universitas, hanya karena pihak universitas sangat baik, kami masih diberi toleransi untuk menjawab ujian semester pertama dengan bahasa Inggris meski pertanyaan pakai bahasa Jerman, termasuk juga menjelaskan presentasi yang kadang masih campuran antara bahasa Jerman dan bahasa Inggris hehehe&#8230;</p>
<p>Tantangan yang terberat bagi saya adalah kendala bahasa dan cuaca, apalagi pas musim dingin, hmm awalnya exciting lihat salju tapi lama-lama kedinginan ! Kalau soal kangen sih ngga terlalu karena bisa setiap saat telepon, kadang pakai skype dan kebetulan sejak usia 15 tahun saya sudah kost di luar kota (saya asli Ngawi dan SMA di Solo) jadi kalau soal kangen sudah teratasi dari dulu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya bersyukur karena berbagai kendala yang saya hadapi bisa diatasi dengan baik termasuk soal studi. Banyak orang Indonesia baik di Freiburg maupun kota-kota lain yang sangat membantu jika kita kesulitan sehingga sudah seperti saudara sendiri, teman-teman dari Indonesia sangat kompak dan saling mendukung. Kami sering bepergian bersama, naik sepeda bersama, masak-masak bersama, dan bahkan saling meminjami uang jika diperlukkan hehehe&#8230;. Teman-teman dari negara lain pun sangat membantu, kami sama-sama sepenanggungan di negara orang sehingga akrab satu sama lain, salah satunya adalah sahabat dekat saya dari Mexico yang bernama Octavio. Dia memang mahasiswa doktor di bidang politik, tetapi karena sama-sama kursus bahasa Jerman di Goethe Insitut Freiburg dan kami sering berdiskusi tentang apapun, meski kuliah kami beda kota (dia awalnya kuliah di Konstanz kemudian pindah ke Berlin) dan beda tantangan, hingga sekarang kami tetap dekat, bahkan meskipun sekarang saya sudah pulang ke Indonesia. Kami saling memberikan support, saling bertukar masakan Indonesia dan Mexico, saling berbagi tempat tinggal jika diperlukan, dia juga yang membantu saya mengatasi masalah ketika paspor saya hilang (dihilangkan Deustche Post ketika pengiriman ke KJRI Frankfurt &#8211; paspor baru pun saya dapatkan setelah proses birokrasi yang cukup panjang serta mendapatkan campur tangan salah satu kolega yang bekerja di Kemeneg PAN!), dan berbagai dukungan lain khususnya ketika saya sempat stress dengan kuliah bahasa Jerman yang membuat saya sakit berhari-hari. Kedekatan kami ini akan saya tuliskan dalam sebuah buku, sebagai kenang-kenagan kisah kami di Jerman, disamping foto-foto kami yang memakai batik dan saya juga berkebaya di tengah-tengah kota Freiburg (difoto oleh teman baik asal Indonesia yang menjadi fotografer di Freiburg), yang pastinya akan menjadi dokumentasi yang berharga jika kelak dia benar-benar menjadi Presiden Mexico seperti cita-citanya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selama studi di Jerman, saya juga menjadi DJ Radio PPI Dunia (dengan program : Keliling Indonesia) yang siaran dari kamar saya di depan laptop, mendapatkan beasiswa dari UNDP tahun 2010 untuk summer school di Central European University (CEU) di Budapest Hongaria dengan tema Sustainable Human Development (yang sebenarnya saya juga pernah melamar disana tahun 2008 tetapi kurang beruntung di tahap terakhir), mendapatkan beasiswa dari kampus untuk summer school lagi di Tallin University (Estonia) dan SSE Riga (Latvia) di bidang Creative Media and New Management, serta dari DAAD lagi untuk mengikuti The 30th Right Livelihood Award Conference di Bonn (sebuah acara yang menghadirkan para pemenang Nobel Alternative), dimana tulisan saya tentang hal itu dimuat di website kampus (http://www.wiso.hs-osnabrueck.de/besuch-alternative-nobelpreistraeger-rahmawati.html), dan juga berkesempatan untuk mengunjungi 15 negara di Eropa untuk liburan (yang termasuk visa Schengen di daratan Eropa plus ke Turki juga !), menjadi jago masak makanan Indonesia (seperti rendang, soto, rawon, lumpia, tumis tahu tempe dll dimana saya juga sering bikin jamuan makanan Indonesia buat teman-teman!) plus menulis buku tentang pengalaman hidup di Jerman dengan salah satu sahabat saya yang lama tinggal di Jerman (karena menikah dengan orang Jerman), menjadi salah satu penulis buku online Aku Bangga Aku Anak Indonesia (2010, dalam rangka 65 Tahun Kemerdekaan RI) yang diprakarsai oleh adik kelas sewaktu di Unair &#8211; Ayu Kartika Dewi yang sekarang adalah salah satu alumni Program Indonesia Mengajar (yang kemarin sempat masuk Kick Andy), juga rame-rame nulis di buku 30 Hari Dalam CintaNya (pengalaman mengalami Ramadhan di luar negeri), mengalami Ramadhan dan Lebaran yang jauh dari keluarga dengan berbuka puasa bareng bersama teman-teman muslim dari berbagai negara yang berbeda, plus menjadi penari di even-even budaya, dan berpartisipasi dalam acara 17 Agustus di Seepark Freiburg hehe&#8230;.Pokoknya belajar di Jerman membuat hidup saya jadi komplit (dengan mengalami hidup dalam budaya yang berbeda, belajar banyak hal baru termasuk menggunakan fasilitas transportasi publik, dispilin waktu, bertoleransi pada mereka yang tidak puasa saat Ramadhan dan mendapatkan udara bersih yang nyaman !), terlebih lagi saya sudah bisa cerita tentang banyak hal di Indonesia karena memang sebelum ke Jerman saya sudah keliling Indonesia terlebih dahulu..sehingga teman-teman menjuluki saya the real ambassador of Indonesia ! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kini setelah saya kembali ke Indonesia (alhamdulillah saya lulus tepat waktu, 2 tahun plus belajar bahasa, total beasiswa saya 2,5 tahun), saya mengembangkan ekonomi kreatif dan perbaikan kebijakan publik sesuai dengan tema thesis saya yang membandingkan kebijakan industri kreatif antara kota Solo dengan Pforzheim (Jerman). Saya kembali bekerja menjadi konsultan independen untuk beberapa lembaga dan di beberapa daerah, mengurus lembaga saya sebagai komisaris dan juga menulis buku plus artikel di beberapa majalah di Indonesia tentang kota-kota di Eropa. Semua itu adalah hikmah yang luar biasa. Semoga pengalaman saya bisa memotivasi rekan-rekan yang lain untuk mengikuti jejak saya mendapatkan beasiswa.</p>
<p>Satu hal lagi, Indonesia sangat luar biasa&#8230;begitu kita ke luar negeri akan sangat terasa nasionalisme kita. Akan lebih baik kiranya setelah lulus studi kita pulang membangun negeri tercinta, meskipun mungkin hidup di rantau lebih enak dan menjanjikan. Tetapi, kalaupun memang memilih hidup di luar negeri, tetaplah berbuat sesuatu demi Indonesia, karena kita akan tahu bahwa mereka yang hidup di pelosok itu akan jauh lebih sejahtera jika kita para lulusan dari luar negeri ini juga menyebarkan pengetahuannya untuk kemajuan Indonesia.</p>
<p>Salam sukses selalu !</p>
<p>Surabaya, 14 Desember 2011</p>
<br />Filed under: <a href='http://onearly.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onearly.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onearly.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onearly.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onearly.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/onearly.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/onearly.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/onearly.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/onearly.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onearly.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onearly.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onearly.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onearly.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onearly.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onearly.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=372&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onearly.wordpress.com/2011/12/14/beasiswa-siapa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f46e6f7d62cccafe06f40e23223a5829?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Early</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2011/12/kollage_mnpo_09-11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kollage_MNPO_09-11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia : love family and friends, then back to work !</title>
		<link>http://onearly.wordpress.com/2011/09/17/indonesia-love-family-and-back-to-work/</link>
		<comments>http://onearly.wordpress.com/2011/09/17/indonesia-love-family-and-back-to-work/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 09:50:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onearly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onearly.wordpress.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya semua jerih payah selama dua setengah tahun ini selesai sudah dan tentu saja dapat menunaikan janjiku untuk pulang ke Tanah Air serta merayakan Idul Fitri tahun ini bersama keluarga besarku (setelah dua kali lebaran di Jerman!), bertemu ayah ibu, adik-adik dan iparku serta lima keponakanku : Da&#8217;afa (yang kalem dan pinter), Dinda (yang tetap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=348&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2011/09/dscn4496.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2011/09/dscn4496.jpg?w=300&#038;h=246" alt="" title="DSCN4496" width="300" height="246" class="aligncenter size-medium wp-image-349" /></a></p>
<p>Akhirnya semua jerih payah selama dua setengah tahun ini selesai sudah dan tentu saja dapat menunaikan janjiku untuk pulang ke Tanah Air serta merayakan Idul Fitri tahun ini bersama keluarga besarku (setelah dua kali lebaran di Jerman!), bertemu ayah ibu, adik-adik dan iparku serta lima keponakanku : Da&#8217;afa (yang kalem dan pinter), Dinda (yang tetap ceria meski berkacamata serta juara pidato terus meski masih umur 8 th, hebat Din!), Asyraf (yang kadang bandel tapi ngangenin hehehe&#8230;), Aira (si imut yang manja dan baru bisa jalan), serta paling bontot, si gendut Farel yang baru sebulan lahir serta sepupu-sepupu yang bawel, tante dan om serta tetangga dekat rumahku <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Alhamdulillah&#8230;segala suka duka menempuh studi di Jerman (yang kumulai hampir sepuluh tahun lulus dari sarjana) berakhir dengan manis tanggal 29 Juli 2011 lalu, dengan senyuman dari kedua profesor yang membimbingku, dengan foto legendaris yang akan selalu kami kenang&#8230;dan juga atas semua yang telah terjadi selama dua setengah tahun tinggal dan beradaptasi dengan budaya baru yang ternyata juga aku nikmati <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2011/09/dscn3039.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2011/09/dscn3039.jpg?w=300&#038;h=243" alt="" title="DSCN3039" width="300" height="243" class="aligncenter size-medium wp-image-350" /></a></p>
<p>Yah, dan persahabatan yang indah selama di Jerman memang hampir segalanya bagiku. Bertemu dan hidup bersama mereka yang berasal dari negara-negara di berbagai belahan dunia. Sesuatu yang selalu membuatku kuat untuk bertahan seperti yang dikatakan sahabat tersayangku, yang selalu ada untukku, yang mendukungku untuk mewujudkan project kampanye produk Indonesia di Jerman (dengan berfoto memakai baju batik, kebaya dan tenun! &#8211; lihat foto-fotoku di Facebook yaaa&#8230;.), yang memasakkan masakan enak untukku, yang selalu percaya bahwa aku adalah perempuan yang kuat dan tentu saja aku juga akan selalu merindukan semua kebersamaan kami selama ini. Senyuman indah dari orang-orang tersayang di Jerman itulah yang membuatku tidak mudah untuk berpisah dengan mereka, tetapi tentu saja hal ini telah terbayar saat aku kembali ke Indonesia, bertemu dengan keluarga tercinta dan teman-teman yang juga kusayangi di tanah air. </p>
<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2011/09/127.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2011/09/127.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" title="127" width="199" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-351" />&lt;/a&gt; /&gt;</a></p>
<p><span id="more-348"></span></p>
<p>Tentu saja masih melekat di kepala saat-saat suka dan duka di Jerman itu. Tangisan di stasiun kereta setiap kali kami berpisah (walaupun kemudian bertemu lagi), jadi DJ di Radio PPI Dunia (program Keliling Indonesia &#8211; wah jadi kangen siaran!), jalan-jalan di Black Forest dan sepedaan di Draisam, menikmati pertama kali salju turun di Osnabrueck plus main-main salju dimana saja, belajar bahasa Jerman pertama kali seperti anak TK plus serunya buka bersama selama Ramadhan (tahun 2009) dengan teman-teman Muslim dari berbagai penjuru dunia di Gaestehaus Goethe Institut Freiburg, merayakan Idul Fitri dengan penuh kerinduan pada keluarga (sampe nangis, tapi akhirnya bisa makan-makan enak juga !), main biola di acara imigran perempuan plus serunya lomba-lomba pas Agustusan di Freiburg, ngobrol seru dengan teman-teman di cafe-cafe yang asyik di banyak kota di Eropa yang sempat kusinggahi, kenangan ketika sarapan plus mencoba menikmati espresso atau cappucino pertama kali sambil memandang kelinci-kelinci yang berlompatan di kebun belakang apartemen Octavio di Berlin setelah sarapan, mengejar tram atau bus yang selalu &#8216;just in time&#8217; dan tertawa mengenang semua kelucuan kala panik karena hampir ketinggalan kereta dengan teriakan &#8216;run for you life!&#8217;, makan malam jam 24.00 karena lapar lagi (meski sudah makan malam!) and he said, &#8220;welcome to the civilization my dear!&#8221;, memberi kejutan pada saat ulang tahun teman-teman tersayang, memasak makanan khas Indonesia mulai rendang, opor ayam, soto, bikin tumpeng, tempe dan tahu bacem, dll yang membuat teman-temanku takjub, menghadiri berbagai konferensi (seperti The Right Livelihood Award Conference di Bonn 2010 &#8211; www.rightlivelihood.org) dan mengikuti sekolah musim panas yang menyenangkan (di Central European University Budapest, Tallin University &#8211; Estonia dan The Stockholm School of Economics Riga &#8211; Latvia), berhasil menerbitkan buku online yang digagas oleh Ayu Shapira di 65 kumpulan cerita Aku Bangga Aku Anak Indonesia (2010), menerbitkan buku dengan kawan-kawan pekerja perempuan di seantero dunia tentang pengalaman Ramadhan di negara orang dalam buku 30 Hari Dalam CintaNya (dan dapet royalti!), pertama kali mengurus jenazah (suami teman) plus men-sholat-kannya untuk segera dikirim ke Indonesia, juga menari Saman dan main angklung dalam pentas musim panas di Uni Freiburg, plus memandang matahari terbit yang sungguh indah dari balik Pegunungan Alpen menjelang tahun baru 2010 dalam perjalanan melalui ferry dari Konstanz ke Freidrichshaffen, mengunjungi semua museum mobil yang ada di Jerman (BMW, Porsche, Mercedes dan Volkswagen), mengunjungi puluhan kota plus belasan negara di Eropa (dalam kurun waktu 2,5 tahun sekolah di Jerman), telah menemukan my second hometown di Jerman (Freiburg im Breisgau! &#8211; aku dapat hadiah buku berisi foto-foto indah tentang Freiburg dari Kai dan Octavio, thanks my dear!) dan yang paling kurindukan tentu saja adalah pelukan hangat yang selalu ada untukku dari sahabatku tercinta.</p>
<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2011/09/dscn4449.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2011/09/dscn4449.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="DSCN4449" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-357" /></a></p>
<p>Well, aku juga akan banyak membuat kenangan nantinya, ketika semua pengalamanku di Indonesia (insyaallah) memberi manfaat bagi banyak pihak. Dan ternyata setelah dua minggu aku kembali ke Indonesia aku harus sudah kembali bekerja ! Ya, benar-benar bekerja seperti dulu, dengan sederet agenda yang hampir membuatku susah bernafas&#8230;tapi aku berusaha menikmatinya, meski kadang suka melakukan banyak hal yang janggal di Indonesia sekaligus merindukan banyak hal yang kulakukan di Jerman dulu tapi jarang bisa kulakukan di sini, seperti tanpa sengaja minum air dari kran (wah, hehehe..), kangen nongkrong di cafe pas lagi suntuk-suntuknya ngelembur karena harus verifikasi sekian puluh rencana strategis lembaga-lembaga pemerintah di Tanah Bumbu (Kalsel), ngga bisa bebas akses internet seperti di Jerman (hehehe&#8230;) dan banyak hal lain yang menurutku mungkin kelak akan bisa kunikmati juga meski tetap butuh waktu. Tapi aku siap untuk mulai merancang banyak hal yang akan kulakukan, paling tidak setahun ke depan ini (membantu pemasaran sandal kulit Bu Yamto dari Solo &#8211; yang pernah aku bawa sandalnya untuk aku potret di Berlin dan Freiburg, bikin komik wayang untuk dipasarkan di Frankfurt Book Fair, pendampingan di beberapa pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia, plus pengembangan industri kreatif Indonesia, termasuk menyambut Indonesia World Batik Summit 2011!), ya sesiap ketika aku mulai merencanakan berbagai kegiatan yang akan kulakukan di Jerman tahun depan (insyaallah..), dan tentu saja hal ini sangat menyenangkan. Aku sangat bersyukur atas apa yang kumiliki saat ini, keluarga tercinta dan teman-teman tersayang yang selalu mendukungku, juga kesempatan yang kumiliki &#8211; pekerjaan yang membuatku bisa keliling Indonesia!, yang membuatku terpacu untuk selalu mengembangkan diri. Alhamdulillah&#8230;thanks God:)</p>
<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2011/09/dscn3402.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2011/09/dscn3402.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="DSCN3402" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-356" /></a></p>
<p>Batulicin Tanah Bumbu Kalsel, 16 September 2011</p>
<br />Filed under: <a href='http://onearly.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onearly.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onearly.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onearly.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onearly.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/onearly.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/onearly.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/onearly.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/onearly.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onearly.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onearly.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onearly.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onearly.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onearly.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onearly.wordpress.com/348/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=348&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onearly.wordpress.com/2011/09/17/indonesia-love-family-and-back-to-work/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f46e6f7d62cccafe06f40e23223a5829?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Early</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2011/09/dscn4496.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN4496</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2011/09/dscn3039.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN3039</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2011/09/127.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">127</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2011/09/dscn4449.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN4449</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2011/09/dscn3402.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN3402</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yuk Bersepeda !!</title>
		<link>http://onearly.wordpress.com/2011/05/09/341/</link>
		<comments>http://onearly.wordpress.com/2011/05/09/341/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 May 2011 10:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onearly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onearly.wordpress.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman yang paling berbeda menikmati indahnya alam Eropa adalah dengan naik sepeda. Ya, naik sepeda, yang di Indonesia sepertinya justru merupakan barang mahal karena jarangnya jalur khusus sepeda dan tentu karena kebijakan atas transportasi sepeda di negara kita sangat minim, alias lebih mengedepankan jalur bagi kendaraan bermotor. Yang lebih mengagumkan lagi negara-negara di Eropa juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=341&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2011/05/dscn1375.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2011/05/dscn1375.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="DSCN1375" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-342" /></a></p>
<p>Pengalaman yang paling berbeda menikmati indahnya alam Eropa adalah dengan naik sepeda. Ya, naik sepeda, yang di Indonesia sepertinya justru merupakan barang mahal karena jarangnya jalur khusus sepeda dan tentu karena kebijakan atas transportasi sepeda di negara kita sangat minim, alias lebih mengedepankan jalur bagi kendaraan bermotor.  Yang lebih mengagumkan lagi negara-negara di Eropa juga membuat peta kota-kotanya yang dilengkapi dengan jalur sepeda !!! Jadi jika kita pengin jalan-jalan dengan sepeda kemana saja, tinggal ikuti petunjuk jalur sepeda yang ada di peta dan jalur sepeda yang selalu ada di tiap kota.</p>
<p>Naik sepeda di Eropa bisa merupakan sarana olahraga yang sangat murah karena harga sepeda pun tidak mahal, sekitar 30 – 50 Euro kalo beruntung sudah dapat sepeda yang lumayan buat ke tempat kerja, ke kampus bahkan bisa juga diapaki untuk bepergian antar kota hehe&#8230;</p>
<p>Pengalaman yang paling menyenangkan bagiku adalah ketika aku bersepeda dengan sahabatku dari Canada, Susan yang sudah berumur 65 tahun tapi dia kuat bersepeda 100 km/hari !! Benar-benar pengalaman yang menakjubkan karena pertama kalinya dalam sehari aku menempuh perjalanan 40 km dari Osnabrueck ke Bad Essen.</p>
<p>Uhhh aku sangat pengin Pemerintah Indonesia punya perhatian yang cukup dengan model transportasi yang sehat sepeda sepeda ini, bayangkan saja jika teman-teman di Bike 2 Work berhasil melakukan advokasi agar tiap kota dan jalan antar kota bisa dibuat jalur sepeda dan masing-masing pengendara transportasi apapun bisa bertoleransi satu sama lain untuk bersama-sama membangun lingkungan yang lebih sehat di negara kita dengan lebih banyak menggunakan kendaraan umum yang dipakai bersama-sama dan tentu saja, lebih banyak bersepeda dan berjalan kaki di dalam kota <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kini aku tinggal di Karlsruhe, yang kalau kita keluar kota sedikit saja akan bisa melihat dan menikmati indahnya Pegunungan Black Forest, apalagi kalau kita sambil bersantai atau berolahraga dengan bersepeda. Percaya deh, akan jauh lebih menyenangkan !! Dan sensasinya mungkin sama dengan ketika pas weekend kemarin dibonceng oleh seorang teman, Karina, naik sepeda di Karlsruhe, yang sebenarnya dilarang di Jerman (artinya membonceng sepeda memang tidak diperbolehkan disini) karena dianggap membahayakan hehe&#8230;tapi kalau terpaksa dan biar lebih cepat sampai tujuan, apa boleh buat :p Waaaahhh, beneran ngga sabar nih bisa punya sepeda lagi di kotaku yang baru ini !!!</p>
<p>Salam hangat dari Jerman Selatan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Filed under: <a href='http://onearly.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onearly.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onearly.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onearly.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onearly.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/onearly.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/onearly.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/onearly.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/onearly.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onearly.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onearly.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onearly.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onearly.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onearly.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onearly.wordpress.com/341/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=341&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onearly.wordpress.com/2011/05/09/341/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f46e6f7d62cccafe06f40e23223a5829?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Early</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2011/05/dscn1375.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN1375</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Osnabrueck ? Hmmm&#8230; :)</title>
		<link>http://onearly.wordpress.com/2010/07/01/osnabrueck-hmmm/</link>
		<comments>http://onearly.wordpress.com/2010/07/01/osnabrueck-hmmm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 11:47:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onearly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onearly.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Matahari musim gugur di hari terakhir di bulan Ramadhan 1430 H masih terasa di langit Osnabrueck ketika aku pertama kali menginjakkan kaki di kota yang akan menjadi tempat tinggal baruku selama dua tahun, untuk menuntut ilmu di FH Osnabrueck (wilayah Niedersachsen – Jerman bagian utara). Masih terbayang pelukan sahabat-sahabatku di stasiun Freiburg ketika mereka mengantar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=334&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2010/07/fh-osna-1.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2010/07/fh-osna-1.jpg?w=300&#038;h=201" alt="" title="FH Osna-1" width="300" height="201" class="aligncenter size-medium wp-image-335" /></a></p>
<p>Matahari musim gugur di hari terakhir di bulan Ramadhan 1430 H masih terasa di langit Osnabrueck ketika aku pertama kali menginjakkan kaki di kota yang akan menjadi tempat tinggal baruku selama dua tahun, untuk menuntut ilmu di FH Osnabrueck (wilayah Niedersachsen – Jerman bagian utara). Masih terbayang pelukan sahabat-sahabatku di stasiun Freiburg ketika mereka mengantar kami berenam pindah ke kota yang baru, bahkan rasanya airmataku pun belum kering karena berpisah dengan mereka. Hmm aku masih ragu apakah aku akan merasa nyaman disini setelah enam bulan aku tinggal di Freiburg yang membuatku sangat kerasan karena beragam pengalaman baru, belajar Bahasa Jerman bersama-sama di Goethe Institut mulai dari 0 seperti anak TK, punya teman-teman yang menyenangkan dari seluruh dunia dan tentu juga karena banyaknya orang Indonesia yang tinggal di Freiburg <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Tapi, aku harus bisa menjalani hidupku di Osnabrueck karena memang takdirku adalah sekolah disini, di sini pula tempat aku menyebutkan asal siaranku di Radio PPI Dunia : www.radioppidunia.com (radio online yang basisnya di laptop masing-masing DJ hehe..) </p>
<p>Jadi diantara berjuta pertanyaan dan tantangan yang harus aku hadapi karena sekolahku menggunakan pengantar Bahasa Jerman, aku bertekad untuk bisa berhasil menempuh pendidikan masterku. Saling mendukung dan membantu serta tolong menolong diantara kami – para mahasiswa baru, doa dari keluarga dan berusaha untuk menikmati hari-hariku di kota baru adalah upaya-upaya yang aku lakukan agar aku bisa kerasan tinggal disini. Kalaupun aku agak merasa bosan menjalani aktivitasku aku akan berjalan-jalan dan bersepeda di sekitar Osnabrueak atau aku bahkan sering menghabiskan weekend-ku di kota lain seperti Muenster, Bremen, Hannover, Bonn, Koeln, Duesseldorf, Emden, kota-kota di Belanda (karena memang Osnabrueck tidak jauh dari perbatasan Belanda) atau bahkan bepergian ke Freiburg dan Konstanz (Jerman bagian selatan) – tempat sahabat-sahabatku yang lain tinggal meski aku harus menempuh perjalanan antara 6 hingga 13 jam naik kereta api !! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-334"></span></p>
<p>Jujur saja, kehidupan di Osnabrueck memang tidaklah sangat istimewa di mataku, tetapi juga tidak jauh dari harapanku. Artinya aku merasa beruntung karena meski kuliahku tergolong sulit karena bahasa pengantarnya menggunakan bahasa Jerman, aku punya teman-teman sekelas dan pengelola program studi yang baik kepada kami sebagai orang dari luar Jerman yang kadang tidak tahu apa-apa tentang Jerman. Kami, sebagai mahasiswa baru dan berasal dari luar Jerman punya buddy – semacam pendamping, kakak kelas yang bekerja sukarela – yang akan membantu kami dan menjelaskan kepada kami tentang apa saja yang harus kami lakukan di Osnabrueck agar studi kami berhasil dan bisa menjalani hidup dengan nyaman disini. Hmm ini satu hal positif yang aku dapatkan tinggal di Osnabrueck, aku jadi merasa optimis bahwa aku akan baik-baik saja. Toh kalau aku kangen dengan suasana Freiburg dan Konstaz, aku bisa menghabiskan waktu liburanku disana, dan memang itulah yang aku lakukan. </p>
<p>Selama 10 bulan aku resmi tinggal di Osnabrueck, aku sudah empat kali ke Konstanz dan Freiburg, menghabiskan liburanku disana…dan rasanya memang beginilah caraku agar tetap bisa menikmati hidupku, sekolah lagi setelah sekian lama lulus S1 dan sekaligus tetap menjaga kreativitasku dengan menulis &#8211; suatu kegiatan yang menurutku membutuhkan penyegaran energi dengan suasana yang aku anggap nyaman <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Osnabrueck sendiri adalah kota yang cukup bersejarah karena sejak tahun 1648 menjadi kota yang terbuka dan bebas bagi siapa saja (hmm coba aja lihat lambang Osnabrueck &#8211;  seekor burung dara dengan tulisan emas : Friedenstadt 1648), karena sebelumnya kota ini selalu menjadi rebutan banyak pihak plus punya simbol patung kepala manusia seperti topeng yang berisi pesan perdamaian yang mudah dijumpai di wilayah Osnabrueck (istilahnya Osnabruecker Land). Osnabrueck juga pernah menjadi tuan rumah bagi beberapa pertemuan untuk membahas perdamaian diantara pihak-pihak yang bertikai di masa lalu, seperti penganut Katolik dan Protestan. Bahkan dengan penduduk berkisar antara 170.000 orang, Osnabrueck menjadi kota nomor satu di Jerman yang punya keragaman etnis (kelompok, suku atau asal negara) yang paling banyak !! (meski jumlah orang masing-masing kelompok itu bervariasi, mulai dari yang cuma 5 orang hingga ribuan orang). </p>
<p>Di Osnabrueck terdapat dua perguruan tinggi yaitu Universitas Osnabrueck dan Fachhohschule (FH) Osnabrueck atau dalam bahasa Inggris University of Applied Sciences Osnabrueck, dan di perguruan tinggi inilah aku menempuh studi master-ku (Master of Management for Non-Profit Organization).  Osnabrueck, seperti kota-kota lain di Jerman juga punya banyak bangunan gereja (seperti Johannis Kirche, St. Marien Kirche, dan St. Katherine Kirche), sangat menjaga keaslian kota lama-nya (dalam bahasa Jerman dinamakan Altstadt), juga punya Felix Nussbaum Museum yang bentuk bangunannya sangat unik, punya bangunan bekas istana yang berwarna kuning yang masih dalam tahap renovasi untuk kelak digunakan sebagai tempat kuliah teman-teman di Universitas Osnabrueck, punya Lagerhalle – tempat penyelenggaraan beragam budaya dan seni mulai pentas music, teater, kursus-kursus kerajinan sampe Pecha Kucha, juga setiap September – Oktober menyelenggarakan festival budaya dari berbagai negara dan tentunya setiap musim dingin selalu ada Weinahmarkt atau pasar malam menjelang Natal <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2010/07/dscn1432.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2010/07/dscn1432.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="DSCN1432" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-336" /></a></p>
<p>Dengan pengalaman selama aku hidup di Osnabrueck aku jadi tahu bagaimana harus menikmati hidupku, karena kadang kita tidak mendapatkan persis sama yang kita inginkan. Tetapi hidup disini membuatku menjadi lebih dewasa dan bertoleransi. Bagaimana tidak ? Kita harus berusaha menyesuaikan diri hidup di sebuah apartemen yang berisi 2 laki-laki dan 2 perempuan (tapi kamar sendiri-sendiri lohh), semua urusan rumah tangga di apartemen harus ditangani bersama dengan pembagian tugas bersama, harus tahan dengan musim dingin (yang tahun lalu berlangsung hingga 4 bulan penuh dengan salju yang tebal di waktu-waktu tertentu !!), kadang juga siap lelah mengayuh sepeda karena kuliahku seringnya di gedung kampus FH Osnabrueck di atas bukit (Westerberg). </p>
<p>Tetapi melodi kehidupan menjadi mahasiswa lagi bagiku memang menyenangkan kok (walaupun mahasiswa Indonesia di Osnabrueck sekarang cuma 6 orang dan biasanya kami sering ngumpul dengan masak-masak dan makan bareng), meski kadang pula kami stress dengan berbagai tugas (apalagi dengan Bahasa Jerman hehe..). Yang jelas sistem pendidikan di Jerman menurutku memang pas dengan gaya hidupku, yang seneng banget jalan-jalan…kuliah tiap semester cuma 3 bulan dan selebihnya libur, libur, kunjungan ke banyak lembaga (karena kami juga ingin mendapatkan ilmu yang praktis) dan libur lagi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Kuliah yang berlangsung pun secara umum aku bisa mengikuti karena memang sudah sekian lama malang melintang di dunia NGO, jadi tidak begitu susah mendalami tema kuliah yang disodorkan, dan satu-satunya hambatan hanyalah bagaimana bisa membaca dengan baik literatur dalam Bahasa Jerman  dan berusaha mengerti apa yang disampaikan dosen yang bicaranya cepat sekali dalam Bahasa Jerman, hihihi yang kadang teman-teman dari Jerman pun juga kesulitan untuk memahami, wahh apalagi kami yang bukan orang Jerman ? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Tapi mulai semester dua ini ada beberapa mata kuliah yang menggunakan Bahasa Inggris, jadi Alhamdulillah tidak banyak mengalami kesulitan.</p>
<p>Jika aku refleksikan semua yang pernah aku alami, aku ingat aku sempat sering menangis di awal-awal kuliahku dulu, dengan suasana baru di Osnabrueck yang membuatku harus beradaptasi dengan semua hal yang baru. Di saat itu aku sering menelpon sahabatku &#8211; yang kukenal di Freiburg, yang kuliah di Konstanz, jauh dari Osnabrueck, tapi begitu mengerti diriku – yang akhirnya mengatakan, “My dear, our honeymoon (during German course) in Freiburg already finished, you must accept your live now, you must understand that not all that you want it will not be yours. I believe in you, I know you are the strong woman. Don’t cry meine liebe, I’m sure you will get your succeed in study and succeed in your life in Germany !!”.  Kini aku mengerti, satu hal yang paling berharga di dunia ini adalah persahabatan, dengan siapa saja ; keluarga, orang yang kita kenal di sekitar kita atau bahkan siapapun yang tanpa sengaja kita lukai. Pengalamanku membuktikan semuanya, aku tidak pernah kesepian di Jerman, ada banyak kawan yang kumiliki, ada banyak hati yang siap menampung segala keresahanku selain Allah tentunya, karena kota-kota tempat persinggahanku membuktikan semuanya, entah itu di Freiburg, Konstanz, atau di Osnabrueck.</p>
<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2010/07/dscn2570.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2010/07/dscn2570.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="DSCN2570" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-337" /></a></p>
<p>*Diedit di Budapest &#8211; 1 Juli 2010*</p>
<br />Filed under: <a href='http://onearly.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onearly.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onearly.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onearly.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onearly.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/onearly.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/onearly.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/onearly.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/onearly.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onearly.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onearly.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onearly.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onearly.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onearly.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onearly.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=334&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onearly.wordpress.com/2010/07/01/osnabrueck-hmmm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f46e6f7d62cccafe06f40e23223a5829?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Early</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2010/07/fh-osna-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">FH Osna-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2010/07/dscn1432.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN1432</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2010/07/dscn2570.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN2570</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Yang Kucinta</title>
		<link>http://onearly.wordpress.com/2010/06/16/indonesia-yang-kucinta/</link>
		<comments>http://onearly.wordpress.com/2010/06/16/indonesia-yang-kucinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 18:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onearly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onearly.wordpress.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia itu selalu istimewa buatku dan bagi siapa saja yang pernah berkunjung atau bahkan mungkin bagi mereka yang baru mendengar namanya, ngga percaya ? Cobalah tanya atau cerita dikit aja ke mereka tentang Bali, batik, tari saman, keris, atau cerita ringan tentang menyelam di Bunaken atau Raja Ampat, wuihhhhhh….pasti kamu akan mendapatkan pertanyaan lebih lanjut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=321&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2010/06/dscn4940.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2010/06/dscn4940.jpg?w=282&#038;h=300" alt="" title="DSCN4940" width="282" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-322" /></a></p>
<p>Indonesia itu selalu istimewa buatku dan bagi siapa saja yang pernah berkunjung atau bahkan mungkin bagi mereka yang baru mendengar namanya, ngga percaya ? Cobalah tanya atau cerita dikit aja ke mereka tentang Bali, batik, tari saman, keris, atau cerita ringan tentang menyelam di Bunaken atau Raja Ampat, wuihhhhhh….pasti kamu akan mendapatkan pertanyaan lebih lanjut dan bertubi-tubi karena sebenarnya kita memang memiliki hampir segalanya. Ya, hampir segala hal tentang keindahan alam, pesona keramahan manusianya dan makanannya yang enak, semuanya membuat kita merasa beruntung banget dilahirkan sebagai anak Indonesia. Aku teringat dalam sebuah penerbangan dari Jakarta &#8211; Padang, aku duduk sebelahan dengan seorang cowok dari USA, aku tanya, apa tujuannya ke Padang ? Dia bilang akan berselancar ke Mantawai, menabung selama setahun agar bisa dapat ombak terbaik dan dia bener-benar bela-belain perjalanan selama 24 jam dari San Fransisco untuk sampe ke Mentawai !! Tapi kalo soal alamnya sih emang sudah dikasih sama Tuhan ke kita, tapi apalagi yang membuat kita seharusnya lebih bangga sebagai anak Indonesia ? Nah…aku pengin cerita dari pengalamanku nih <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p><span id="more-321"></span></p>
<p>Terlepas dari segala kekurangan yang kita miliki, Indonesia itu emang keren abis !!! Dan tahu ngga ? Etos kerja manusianya itu, yang super ulet dan ngga pantang menyerah, juga satu hal lagi..kita tuh punya founding fathers yang bener-bener berjuang untuk kemerdekaan Indonesia !! Kita tuh patut bangga karena kita jadi seperti ini, punya negara sendiri karena hasil keras perjuangan anak-anak bangsa kita sendiri, kemerdekaan kita tuh ngga dikasih tapi direbut !! Makanya di masa sekarang, sejarah yang pernah kita alami tuh mudah-mudahan bisa membuat kita semakin bersemangat untuk memajukan Indonesia, bener ngga ? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Aku pernah keliling Indonesia sebelum sekolah di Jerman dan aku jadi tahu bagaimana anak-anak bangsa kita ini begitu tahu caranya mengisi hidup dengan cara yang mungkin ngga pernah kita bayangkan sebelumnya. Ada yang bekerja sebagai penyelam mutiara nun jauh di Kepulauan Kai Prop. Maluku sana, ada teman di Flores yang harus saling membantu dan iuran uang antar anggota keluarga agar bisa membiayai paling tidak satu anggota keluarga yang pinter biar bisa sekolah dokter di Surabaya, ada yang rela jualan makanan kecil pas sekolah dan ngga malu meski dia sekolah di SMA elit, hmm dan sekarang dia sedang merintis mimpinya untuk bisa kuliah di Jerman dengan mulai ikut program Au Pair (menjadi pengasuh anak di keluarga Jerman atau negara Uni Eropa lainnya) dan akhirnya bisa ikutan kursus bahasa Jerman sebagai bekal kuliah S1 di Jerman, dan yang seperti ini banyak sekali. Lihat saja mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang di Jerman yang bisa sekolah tanpa beasiswa biasanya seperti ini caranya, kerja keras biar bisa sekolah bagus di luar negeri !! </p>
<p>Satu hal lain yang membuat aku sangat bangga sebagai bangsa Indonesia adalah kita masih mampu mempertahankan tradisi dan buadaya kita, biarpun kita udah pernah dijajah Portugis, Belanda, atau Inggris yang totalnya hingga 350 tahun, kita masih bisa menjaga budaya kita, meski ada juga yang udah luntur. Tapi paling tidak, kita bisa membanggakan sekian ratus suku bangsa dengan segala adat istiadatnya yang menakjubkan itu !! Mana ada coba sebuah bangsa dan negara yang masih bisa mempertahankan semua tetek bengek tentang detil pakaian kalo ada yang menikah plus upacara adat pernikahan yang rumit tapi seru, makanan khas daerah yang berbeda-beda (sahabat-sahabatku dari luar Indonesia terutama yang dari Amerika Latin paling tidak tahan untuk tidak ngabisin rendang, soto, rawon, lumpia, tumis tahu, tempe goreng, sate atau sambel goreng ati pedas buatanku itu !!), bahasa daerah yang sekian ratus banyaknya dan beda banget satu sama lain hingga saudaraku yang pernah pindah dari Madiun ke Jember harus minta ujian akhir Bahasa Jawa karena sulit belajar dalam waktu singkat jika ujian akhir bahasa daerah dengan Bahasa Madura <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Sudah gitu, kita masih menjaga keaslian kain tradisional yang keren-keren&#8230;sampe aku koleksi dan bawa ke Jerman sebagian loh, biar teman-temanku dari negara lain tahu kita punya ribuan keindahan yang tiada duanya, meski berbeda-beda tapi tetap satu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Aku punya cerita menarik yang membuat kita tuh seperti &#8220;dunia kecil&#8221; di dunia ini. Bagaimana tidak ? Di Indonesia itu selain suku bangsa aslinya juga lumayan beragam dengan roman muka yang berbeda-beda (misalnya anak Jawa biasanya berkulit coklat, anak Manado biasanya kulitnya putih, anak Papua apalagi &#8211; warna kulitnya kaya orang Afrika), juga punya warga negara yang berketurunan dari bangsa lain, seperti Chinesse atau Arab. Tapi beda dengan Brazilia misalnya yang warganya emang sebagian besar keturunan imigran dari negara-negara lain hingga mereka bahkan kesulitan untuk mengidentifikasi budaya aslinya sendiri (kasihan banget ya ? hehe..), kita nih bangsa Indonesia kebanyakan bukan imigran (kecuali yang keturunan Arab atau Chinesse itu yang dulu nenek moyangnya emang berimigreasi ke Indonesia untuk berdagang) tetapi benar-benar bersatu, dan yang paling mudah diketahui adalah dari cara berbahasa kita, yaitu menggunakan Bahasa Indonesia (yang tidak ada duanya itu). Yang istimewa lagi, orang-orang luar Indonesia pun sudah tahu kalo ada yang menyebut kata &#8216;bahasa&#8217; itu artinya bahasa Indonesia, padahal kata asal bahasa itu sendiri berasal dari India !! (Hebat kan kita bisa menyingkirkan India sebagai bangsa yang sebenarnya pengguna asli kata &#8216;bahasa&#8217; itu sendiri hehe). Sahabatku yang orang Mexico, pertama kali kenalan dengan aku dulu begitu tahu aku dari Indonesia, dia langsung tanya, &#8220;Do you speak bahasa (it&#8217;s mean Bahasa Indonesia)?&#8221; hmmmm&#8230;.tentu saja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Ada temanku di Jerman, orang keturunan Chinesse Indonesia dari Medan, dia cerita pernah ketemu anak Papua di Bremen dan akhirnya mereka ngobrol dengan Bahasa Indonesia tentunya, ehhh ada temannya anak Jerman yang heran banget, kok bisa orang China dan orang mirip Afrika berbahasa yang sama ? Hehe, itulah Indonesia….:) </p>
<p>Ohya, aku bangga sebagai anak Indonesia karena kita juga punya banyak lagu-lagu daerah, dari yang nadanya sedih seperti O Ina Ni Ke Ke dari Batak, trus yang mengingatkan akan kampung halaman seperti Kambanglah Bungo atau Kampuang Nan Jauh Di Mato dari Minangkabau yang selalu mengingatkan orang Minang agar selalu teringat akan kampung halaman (catatan : jangan harap akan nyaman sepanjang jalan pas mau mudik Lebaran ke Sumatra Barat karena pesawat penuh dan jalanan macetnya minta ampun karena semua perantau akan pulang kampung apalagi ke Koto Gadang yang terkenal dengan &#8216;kampung intelektual&#8217;-nya itu hehe), juga lagu yang ceria seperti Ayo Mama dari Maluku dan Apuse dari Papua. Ehhh&#8230;tapi jangan lupa, kita juga punya banyak lagu nasional untuk mengenang jasa para pahlawan, menyemangati agar orang mau nyoblos saat pemilu (ingat Mars Pemilu ?:)) atau lagu buat guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Hmm, aku jadi inget menyanyikan lagu Hymne Guru buat Mama sahabatku dari Mexico, beliau adalah seorang guru SD yang sedang mengunjungi kami di Eropa. Pas aku bertemu beliau (15 Mei) di Freiburg, hari itu adalah Hari Guru Nasional Mexico (kalau di Indonesia tanggal 28 November). Karena Mama sedang gembira, aku bilang di Indonesia ada lagu khusus buat guru, spontan saja sahabatku memintaku untuk menyanyikan lagu itu, ngga peduli meski ngga tahu semua artinya karena berbahasa Indonesia tentunya. Duhh sampe direkam segala, Mama senang sekali aku menyanyikan lagu itu buat beliau, dan langsung &#8216;ngeh&#8217; maksudnya saat di bait terakhir &#8220;&#8230;engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa..&#8221; Ya, karena kata-kata patriot itu memang dikenal secara universal artinya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Setelah itu beliau memelukku, duhh bangganya aku bisa nyanyi lagu Indonesia untuk beliau yang belum pernah datang ke Indonesia, tapi ternyata beliau tahu Indonesia itu indah !!! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sudah gitu, persaudaraan sesama orang Indonesia sangat kuat, entah itu dari suku apa atau keturunan bangsa mana, tapi kalau sudah merasa jadi anak Indonesia, dimanapun berada kita merasa satu dan dijamin ngga akan kesulitan mendapatkan bantuan jika ada orang Indonesia yang tinggal di negara yang bersangkutan, pengalaman pribadi soalnya…ngga pernah merasa sendirian kemanapun aku menjelajah Eropa misalnya, karena banyak orang Indonesia yang siap menjadi kawan dan menemaniku jalan-jalan meski bukan berarti kita ngga bisa berbaur dengan kawan-kawan dari negara lain loh !! Buktinya, teman baikku dari India (Dharm) dan Brazilia (Rodrigo) dengan senang hati menjadi anak adopsi Indonesia hehe secara tidak resmi tentunya, karena saking seringnya mereka jalan dan masak bareng dengan kami, yang akhirnya kami kasih nama mereka Budi dan Rahmat !! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Well, memang orang Indonesia itu terkenal ramah dan setia kawan, itulah hasil budaya kita yang sudah bertoleransi sejak lahir karena banyaknya suku bangsa yang kita miliki. Jadi, banggalah jadi Indonesia !! Itu sudah pasti…:)</p>
<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2010/06/budi-dan-rahmat.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2010/06/budi-dan-rahmat.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="budi dan rahmat" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-325" /></a></p>
<p>Inilah foto Budi dan Rahmat dari Brazilia dan India itu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Aku, yang bangga jadi anak Indonesia !!</p>
<br />Filed under: <a href='http://onearly.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onearly.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onearly.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onearly.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onearly.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/onearly.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/onearly.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/onearly.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/onearly.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onearly.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onearly.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onearly.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onearly.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onearly.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onearly.wordpress.com/321/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=321&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onearly.wordpress.com/2010/06/16/indonesia-yang-kucinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f46e6f7d62cccafe06f40e23223a5829?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Early</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2010/06/dscn4940.jpg?w=282" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN4940</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2010/06/budi-dan-rahmat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">budi dan rahmat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Te Extraño</title>
		<link>http://onearly.wordpress.com/2010/06/08/te-extrano/</link>
		<comments>http://onearly.wordpress.com/2010/06/08/te-extrano/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 15:41:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onearly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onearly.wordpress.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Kerinduan ini datang tiba-tiba, ketika musim panas seakan siap menyambut sekian milyar manusia yang mendambanya sepanjang tahun. Ah, betapa engkau tahu apa yang sebenarnya ada di hatiku. Betapa memang dibutuhkan keberanian untuk selalu ada dalam setiap mimpi-mimpiku&#8230; Kerinduan ini layaknya seorang manusia yang mendamba untuk berjumpa dengan Tuhan-nya, yang selalu mengasihinya dan menutup kekurangan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=316&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2010/06/dscn1801.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2010/06/dscn1801.jpg?w=300&#038;h=141" alt="" title="DSCN1801" width="300" height="141" class="aligncenter size-medium wp-image-317" /></a></p>
<p>Kerinduan ini datang tiba-tiba, ketika musim panas seakan siap menyambut sekian milyar manusia yang mendambanya sepanjang tahun. Ah, betapa engkau tahu apa yang sebenarnya ada di hatiku. Betapa memang dibutuhkan keberanian untuk selalu ada dalam setiap mimpi-mimpiku&#8230;</p>
<p>Kerinduan ini layaknya seorang manusia yang mendamba untuk berjumpa dengan Tuhan-nya, yang selalu mengasihinya dan menutup kekurangan yang diperbuatnya. Aku ingin agar kerinduan padaNya selalu menjadi nafasku, seperti seorang anak yang ingin sekali bermain hujan dengan teman-temannya..</p>
<p>Dan kerinduan ini selalu ada ketika aku melintasi berbagai kota yang dulu pun kadang tak sempat kubayangkan : Hamburg, Aachen, Mastricht..ah, kota-kota yang indah yang nun jauh dari kampung halamanku di sebuah kota kecil yang sederhana..</p>
<p>Bahkan ketika sahabat yang kusayangi memelukku erat di kota tempat kami bertemu pertama kali setelah sekian bulan kami tidak berjumpa dengannya, mengalami berbagai pengalaman indah bersama teman-temanku, reuni dengan sahabat-sahabatku di Utrecht setelah bertahun-tahun tidak bertemu atau ketika sahabatku mengunjungiku dan kami melewatkan waktu dengan bersepeda bersama, rasa rindu ini pun masih ada dan akan selalu ada, hingga kini dan mungkin selamanya..</p>
<p>Tuhan akan selalu memberikan rasa rindu ini pada kita, pada orang-orang yang menyayangi kita&#8230;seperti hamparan bunga kuning di tengah padang rumput hijau itu. Warna kontrasnya seperti sebuah kerinduan yang selalu terselip indah menghiasi hati kita.</p>
<p>Aku yakin akan sebuah masa, nanti, ketika akhirnya semua kerinduan dan kasih sayang akan terbalas, tanpa harus khawatir bahwa kerinduan ini akan berakhir. Dan seperti saudara-saudara Palestina kita, perdamaian itu kuyakin akan tercipta dan Tuhan akan tersenyum untuk kita&#8230;</p>
<p>*Catatan rindu di awal musim panas 2010</p>
<br />Filed under: <a href='http://onearly.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onearly.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onearly.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onearly.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onearly.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/onearly.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/onearly.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/onearly.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/onearly.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onearly.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onearly.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onearly.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onearly.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onearly.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onearly.wordpress.com/316/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=316&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onearly.wordpress.com/2010/06/08/te-extrano/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f46e6f7d62cccafe06f40e23223a5829?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Early</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2010/06/dscn1801.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN1801</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Tepi Sungai Rhein..</title>
		<link>http://onearly.wordpress.com/2010/03/31/di-tepi-sungai-rhein/</link>
		<comments>http://onearly.wordpress.com/2010/03/31/di-tepi-sungai-rhein/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 21:16:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onearly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onearly.wordpress.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Sungai Rhein itu seakan jadi saksi bagi kita, yang telah sekian lama bersama merajut asa&#8230;tetapi aku tahu sayang, semuanya memang tidak mudah dijalani. Bahkan ketika masa-masa indah yang kita alami itu justru menjadi duri dalam daging bagi orang-orang yang menyayangi kita, entah kenapa aku selalu ingat sungai indah ini.. Sungai yang bersumber dari pegunungan Alpen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=308&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2010/03/dscn1021.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2010/03/dscn1021.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="DSCN1021" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-309" /></a></p>
<p>Sungai Rhein itu seakan jadi saksi bagi kita, yang telah sekian lama bersama merajut asa&#8230;tetapi aku tahu sayang, semuanya memang tidak mudah dijalani. Bahkan ketika masa-masa indah yang kita alami itu justru menjadi duri dalam daging bagi orang-orang yang menyayangi kita, entah kenapa aku selalu ingat sungai indah ini..</p>
<p>Sungai yang bersumber dari pegunungan Alpen dan mengalir melalui berbagai kota yang indah : Basel di Swiss, Strasbough di Perancis, dan terus menembus Jerman melalui kota-kota yang damai : Mainz, Koblenz, Bonn, Cologne, Duesseldorf juga kota-kota kecil lainnya itu ternyata menjadi gantungan harapan oleh manusia di sekitarnya yang begitu mencintainya..</p>
<p>Ah, bahkan legenda Loreley itu pun ternyata justru membuat orang yang dimabuk cinta untuk mengikat janji di aliran sungai ini, seperti banyaknya gembok-gembok cinta yang ditambatkan di jembatan sungai ini di Cologne. Tetapi, aku merasa tidak perlu untuk mengunci hati kita sayangku, karena aku tahu kau akan selalu ada untukku, bagaimana pun bentuk hubungan yang kita jalani, kini dan nanti&#8230;</p>
<p>Aku bahkan teringat pada masa yang berbunga di tengah mentari yang bersinar cerah di musim panas tahun lalu..ketika kita berjalan-jalan di Basel dan kau menemukan tugu perbatasan tiga negara di tepi sungai indah ini, kau begitu bahagia..karena seolah berbagai perbedaan yang terjadi seperti juga tiga negara ini (Jerman, Swiss, dan Perancis) seakan tidak cukup mampu untuk membatasi aliran sungai yang indah ini, begitu pun cinta kita..karena aliran cinta diantara kita tidak akan terbatas lagi, hanya Tuhan yang tahu akan seperti apa nanti hidup kita kelak dengan cinta yang kita miliki. Hanya yang aku tahu, aku begitu mencintaimu..dan akan selalu bahagia untukmu, selamanya&#8230;</p>
<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2010/03/dscn2957.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2010/03/dscn2957.jpg?w=157&#038;h=300" alt="" title="DSCN2957" width="157" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-310" /></a></p>
<p>Keterangan gambar : Tugu perbatasan tiga negara (Jerman &#8211; Swiss &#8211; Perancis) di Sungai Rhein &#8211; Basel Swiss</p>
<p>Kenangan pada sebuah cinta (31/03/2010)</p>
<br />Filed under: <a href='http://onearly.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onearly.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onearly.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onearly.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onearly.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/onearly.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/onearly.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/onearly.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/onearly.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onearly.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onearly.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onearly.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onearly.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onearly.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onearly.wordpress.com/308/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=308&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onearly.wordpress.com/2010/03/31/di-tepi-sungai-rhein/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f46e6f7d62cccafe06f40e23223a5829?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Early</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2010/03/dscn1021.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN1021</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2010/03/dscn2957.jpg?w=157" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN2957</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sendiri, di jalan itu &#8230;</title>
		<link>http://onearly.wordpress.com/2010/03/15/sendiri-di-jalan-itu/</link>
		<comments>http://onearly.wordpress.com/2010/03/15/sendiri-di-jalan-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 14:16:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onearly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onearly.wordpress.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak jalan yang bisa kulalui&#8230;tetapi aku memang memilih jalan ini. Ketika salju yang semakin menebal membuatku kedinginan, dan angin yang menusuk tubuh ini membekukannku, tetap kukayuh sepeda kesayanganku, melewati jalanan dreisam yang sunyi dan aku sendiri&#8230; Mungkin banyak orang yang tidak mengerti, mengapa aku harus berjalan sendiri menembus badai yang menghampiriku. Mungkin banyak yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=303&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2010/03/dscn7629.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2010/03/dscn7629.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="DSCN7629" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-304" /></a></p>
<p>Ada banyak jalan yang bisa kulalui&#8230;tetapi aku memang memilih jalan ini. Ketika salju yang semakin menebal membuatku kedinginan, dan angin yang menusuk tubuh ini membekukannku, tetap kukayuh sepeda kesayanganku, melewati jalanan dreisam yang sunyi dan aku sendiri&#8230;</p>
<p>Mungkin banyak orang yang tidak mengerti, mengapa aku harus berjalan sendiri menembus badai yang menghampiriku. Mungkin banyak yang tidak paham, mengapa justru aku mencintai jalanan sunyi yang bersalju itu..</p>
<p>Tetapi kadang-kadang manusia memang tidak perlu untuk selalu terpuaskan semuanya, dan aku pun merasa tidak harus menjelaskan semuanya. Karena berbagai ketidakmengertian itu justru akan membuat kita berusaha untuk saling memahami bukan ?</p>
<p>Menurutku, ada banyak hal di dunia ini yang membutuhkan kesendirian untuk mencapai keberhasilan yang kita inginkan. Hanya saja sebenarnya kesendirian itu tidaklah mutlak, karena tetap ada Dia yang di sana yang selalu akan menemani kita. Kesendirian yang membutuhkan konsentrasi, juga dialog dengan hati nurani&#8230;</p>
<p>Aku akan terus berjalan, meski kadang dalam kesunyian..tetapi aku tidak akan pernah menutup diriku atas segala hal yang terjadi di luar sana. Karena kesejatian manusia ada pada dirinya, hati dan pikirannya..kesendirian bisa mengasah segala kesejatian itu, dan kesendirian juga memberikan kita ketajaman sikap, apa yang harus kita berikan kepada dunia..</p>
<p>- Dari sebuah perjalanan melintasi dreisam di Freiburg im Breisgau -</p>
<br />Filed under: <a href='http://onearly.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onearly.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onearly.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onearly.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onearly.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/onearly.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/onearly.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/onearly.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/onearly.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onearly.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onearly.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onearly.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onearly.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onearly.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onearly.wordpress.com/303/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=303&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onearly.wordpress.com/2010/03/15/sendiri-di-jalan-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f46e6f7d62cccafe06f40e23223a5829?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Early</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2010/03/dscn7629.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN7629</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di sebuah bangku, hampir tiga bulan berselang&#8230;</title>
		<link>http://onearly.wordpress.com/2010/03/15/hampir-tiga-bulan-berselang/</link>
		<comments>http://onearly.wordpress.com/2010/03/15/hampir-tiga-bulan-berselang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 17:39:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onearly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onearly.wordpress.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Bangku kosong di ujung Bodensee itu seakan menungguku untuk sekedar merenung, kelak ketika semua yang pernah kuinginkan telah terwujud atau belum terwujud sebagian.. Bangku itu menyiratkan sebuah masa yang ketika nanti aku bisa duduk sebentar di atasnya, memandang Bodensee yang indah, mengenangkan semua yang pernah aku alami.. Entah kenapa aku suka sekali membayangkan hal itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=295&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2010/03/dscn69941.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2010/03/dscn69941.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="DSCN6994" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-301" /></a></p>
<p>Bangku kosong di ujung Bodensee itu seakan menungguku untuk sekedar merenung, kelak ketika semua yang pernah kuinginkan telah terwujud atau belum terwujud sebagian..</p>
<p>Bangku itu menyiratkan sebuah masa yang ketika nanti aku bisa duduk sebentar di atasnya, memandang Bodensee yang indah, mengenangkan semua yang pernah aku alami..</p>
<p>Entah kenapa aku suka sekali membayangkan hal itu, karena di sanalah ada sepotong hati sahabatku yang tinggal, yang kutemukan hampir setahun lalu, dan kini menjadi bagian dari hidupku, juga di tahun-tahun mendatang..</p>
<p>Tiga bulan telah berselang, ketika di depa itu aku menuliskan semua kenangan indah dan pahitku di tahun lalu..bangku itu seakan menari-nari untuk mengajakku kembali ke Bodensee, hmm mungkin karena aku berasal dari Indonesia, sebuah wilayah yang sebagian terdiri atas perairan&#8230;Dan rasa rinduku akan air memang tiada bertepi, tetapi ada keindahan lain disana yang tidak ada di tanah airku, salju Alpen di ujung Bodensee itu..</p>
<p>Ah, tahun yang baru sudah berjalan hampir tiga bulan&#8230;dan ternyata catatan perjalananku telah bertambah panjang. Pengalaman, gambaran hidup yang kelak akan aku jalani..rasanya pelan-pelan telah aku juga temukan dalam setiap perjalananku.</p>
<p><span id="more-295"></span></p>
<p>Kota-kota yang telah kulalui mengajarkanku untuk lebih bijaksana memandang hidup. Bahkan musim yang tiada menentu ini pun telah mengajakku untuk siap berlayar dengan lebih sigap lagi, karena ternyata banyak hal yang tidak pasti. Tetapi entahlah, aku kadang merasa tidak takut pada ketidakpastian, karena aku percaya pada hal yang kekal itu, Tuhan, yang aku yakin akan selalu membimbingku..</p>
<p>Berlin yang seakan mulai menggeliat menjadi salah satu kota penting di Eropa, Potsdam yang kini mulai menata diri atas pengalaman masa lalunya. Tuebingen yang akan selalu romantis dengan Sungai Neckar-nya, dan Konstanz yang akan selalu aku rindukan seperti Freiburg yang telah menjadi &#8216;kampung halamanku&#8217; di Jerman. Freiburg akan selalu menjadi kota-ku, tempat aku kembali untuk mengenang semua hal yang pernah kualamai ketika aku belum tahu banyak tentang Jerman. Disanalah, tempat aku mengalami musim semi, musim panas, awal musim gugur juga menikmati ice cream ketika salju turun dengan indahnya di Tahun Baru 2010, persahabatan yang tulus, juga kelucuan dan keluguan ketika belajar bahasa Jerman pertama kali, dan belajar sebagai seorang Freiburgerin. Ahh ternyata begitu banyak hal baik yang telah kutemukan, terlalu banyak kasih sayang yang telah aku terima untuk selalu kukenang dan kuberikan kembali. Inilah hidupku&#8230;aku bersyukur selalu.</p>
<p>Keindahan persahabatan itulah yang membuatku akhirnya bisa menginjakkan kaki di Schaffhausen, melewatkan sore yang indah dengan ayah seorang sahabat yang tinggal nun jauh di Sidney, bersama beliau menyanyikan banyak lagu&#8230;demi banyak hati yang indah di sekeliling kami. Juga Zurich dengan danaunya yang indah itu konon dikenal sebagai kota yang mahal, namun hal itu tidak melunturkan keindahan yang bertebaran di dalamnya. Zurich tetaplah kota tua yang berkelas.</p>
<p>Dan Paris yang mempesona itu membuatku kagum atas segala ke-modern-annya dan segala hal kuno, yang masih terasa di dalam rengkuhannya. Berhari-hari waktu yang kuhabiskan di Paris membuatku mengerti, mengapa begitu banyak orang yang mencintainya, dan selalu ingin kembali, lagi dan lagi&#8230;</p>
<p>Tetapi aku selalu teringat akan bangku di tepi Bodensee itu, sederhana, agak tersembunyi dan membuatku rindu. Bahkan kerinduan akan bangku itu tidak pupus ketika aku sedang menikmati suasana Hannover yang keren dan juga ketika akhirnya aku berhasil mengenang masa lalu Indonesia di Belanda, berkelana dari kota ke kota : Den Haag, Amsterdam, Delft, Leiden dan Utrecht. Ohh&#8230;keindahan kanal-kanal di Belanda, dan banyaknya sepeda yang berseliweran di jalan-jalan itu, juga membuatku terpesona. Kincir air yang bertebaran dan bunga tulip yang mulai mekar..terasa begitu alami. Kesederhaan plus keruwetan-nya yang begitu berbeda dengan Jerman yang rapi, membuatku merasa begitu dekat dengan suasana Indonesia.</p>
<p>Hanya saja, entah kenapa setelah sekian lama, bangku di ujung Bodensee itu tetap membuatku rindu. Bahkan kerinduan itu melebihi keinginanku untuk mengulang kenangan pada banyak hal yang telah terjadi dalam hidupku hampir setahun aku tinggal di Eropa. Bangku itu menyiratkan kekokohan sebatang kayu yang belum kunjung tergerus air danau, dan aku tahu kelak aku akan kembali kesana, sekedar memberi waktu untukku dan mengingatkan padaku, bahwa kita memang harus berhenti sejenak, merefleksikan diri di sela kegamangan hidup yang kadang mendera.</p>
<p>Terima kasih pada semuanya&#8230;yang membuatku akhirnya mengerti dan akan terus berusaha mengerti, agar menjadi manusia yang lebih baik, esok dan seterusnya..</p>
<p>- Kenangan pada sebuah bangku sederhana, ketika aku berjalan-jalan dengan sahabatku tersayang di Bodensee -</p>
<br />Filed under: <a href='http://onearly.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onearly.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onearly.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onearly.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onearly.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/onearly.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/onearly.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/onearly.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/onearly.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onearly.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onearly.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onearly.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onearly.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onearly.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onearly.wordpress.com/295/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=295&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onearly.wordpress.com/2010/03/15/hampir-tiga-bulan-berselang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f46e6f7d62cccafe06f40e23223a5829?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Early</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2010/03/dscn69941.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN6994</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Tahun Berganti&#8230;</title>
		<link>http://onearly.wordpress.com/2009/12/28/ketika-tahun-berganti/</link>
		<comments>http://onearly.wordpress.com/2009/12/28/ketika-tahun-berganti/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 19:13:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onearly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onearly.wordpress.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[…everything will be fine my dear, don’t worry…because I know you’re the strong woman !! Itu adalah salah satu penggalan kalimat yang diucapkan sahabat saya, yang membuat saya akhirnya tersenyum kembali di sela-sela rasa takut dan sedikit tertekan menjalani ‘hidup baru’ jauh dari keluarga dengan lingkungan baru yang kadang membuat saya merasa tak mampu untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=287&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>…everything will be fine my dear, don’t worry…because I know you’re the strong woman !!<br />
</em></p>
<p>Itu adalah salah satu penggalan kalimat yang diucapkan sahabat saya, yang membuat saya akhirnya tersenyum kembali di sela-sela rasa takut dan sedikit tertekan menjalani ‘hidup baru’ jauh dari keluarga dengan lingkungan baru yang kadang membuat saya merasa tak mampu untuk menghadapi semuanya. Terima kasih my dear, for everything…</p>
<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2009/12/me-and-mr-president-21.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2009/12/me-and-mr-president-21.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="me and mr. president 2" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-289" /></a></p>
<p>Ah, banyak hal yang memang telah terjadi, ketika senyuman dan tangisan datang silih berganti untuk semakin memperkaya hidup kita, dengan berbagai kenangan dan pengalaman yang membuat segalanya menjadi begitu terang. Dan memang teranglah apa yang telah kita alami selama ini merupakan skenario Tuhan yang tidak dapat kita tolak, tetapi sekaligus membuat kita tersadar bahwa segalanya mungkin terjadi selama itu adalah kehendakNya.</p>
<p><span id="more-287"></span></p>
<p>Dan hidup ternyata menjadi begitu berharga ketika rasa memiliki juga rasa kehilangan menjadi keseharian dalam kehidupan kita, dan hal itu dapat membuat kita semakin bijaksana..benarkah ? Hmm banyak faktor yang membuat kita menjadi lebih mengerti, dan tentunya jika kita berusaha membuka hati, mata dan telinga…melihat segalanya lebih dekat, maka kita akan menjadi mengerti dan bijaksana mengambil sikap (wah, jadi ingat lagunya Sherina !)</p>
<p>Begitu pula halnya dengan diri saya, tahun 2009 adalah tahun yang telah saya tunggu-tunggu setelah sekian lama..karena akhirnya impian saya untuk bisa sekolah ke luar negeri menjadi nyata, alhamdulillah…:) teringat doa-doa yang saya panjatkan selama ini, dukungan dari ayah ibu, adik-adik, kekasih..juga ingatan saya melayang ketika melaksanakan umrah tahun lalu dimana saya berdoa agar tahun depannya bisa sekolah lagi, betapa Allah memang menyayangi saya, subhanallah, terima kasih ya Allah…</p>
<p>Pengalaman selama hampir setahun menjalani berbagai macam kejadian membuat saya semakin mengerti bahwa hidup memang patut untuk disyukuri, sekaligus berusaha menjadi manusia yang lebih baik. Persiapan keberangkatan sekolah yang dimulai di akhir Januari 2009 (mulai dari menyelesaikan beberapa training, mulai nulis buku sampai harus mengganti manajemen baru di kantor), perpisahan dengan keluarga dan sahabat di Indonesia, jatuh cinta pada Freiburg yang hangat dan menyenangkan (saya beruntung sempat tinggal di kota ini selama hampir 6 bulan!), mengalami berbagai macam <em>shock culture</em> dan pertengkaran dengan sahabat baru (yang membuat segalanya begitu menjadi lebih berharga karena kami saling memiliki dan menyayangi ketika berbaikan kembali), belajar bahasa baru (bahasa Jerman yang gramatiknya sulit sekali itu..), bertemu teman-teman baru dari berbagai belahan dunia, belajar memasak berbagai macam masakan Indonesia (dari oseng-oseng yang mudah sekali, nasi kuning, hingga rending yang super duper sulit itu, apalagi tidak memakai bumbu instan dan harus menguleg semua bumbu yang buanyaaaakkk karena tidak punya blender! Hehe..), kehilangan paspor dan  harus ‘perang’ melawan buruknya birokrasi  Indonesia di luar negeri – baca Konjen RI di Frankfurt (untungnya ada sahabat yang selalu membantu, dan paspor baru akhirnya jadi juga meski harus dicampuri dengan Vitamin B alias koneksi dengan pejabat di Indonesia!) , berkelana dari kota ke kota lain dengan berbagai suka dukanya (mulai hampir ketinggalan kereta, harus berlari-lari mengejar ferry di pelabuhan, tersesat di Roma Italia yang membuat teman-teman khawatir bahwa saya diculik Iluminati atau Mafioso hehe, mengalami perjalanan menempuh belasan jam naik kereta (ke Potsdam dan Konstanz) dan hanya stay beberapa jam, sampe harus menginap di Bahnhof Ulm biar mendapatkan tiket murah!), juga mengalami berbagai perubahan dari musim ke musim, dari musim semi, musim panas (dan mengalami puasa Ramadhan menjadi 16 – 17 jam! Tapi enaknya bisa jogging sampai jam 9 malam hehe..) hingga musim gugur yang romantis dan musim dingin (yang alhamdulillah tetap sehat-sehat saja..), bertemu dengan banyak orang Indonesia di Freiburg (hingga bisa ngumpul pas tarawih pertama dan buka puasa bareng, juga membuat acara 17 Agustus-an yang super heboh!), belajar menari lagi (tari Saman dari Ache) dan mementaskannya di Universitas Freiburg, menjadi penyiar Radio PPI Dunia (dengan segala suka dukanya, mulai harus begadang di malam hari, <em>microphone</em> yang sering rusak hingga punya pendengar dari seluruh dunia!), kenangan menangis sambil jogging sepanjang dreisam di Freiburg karena meninggalnya kakek dan sakitnya Aura (karena merasa tidak mampu melakukan apa-apa selain berdoa, but thanks to always hug me my dear….), makan siang bersama teman-teman di Mensa Freiburg (sambil merencanakan nonton film apa dengan sahabat tersayang, juga seringnya <em>lunch</em> dengan kelompok Mexico yang semeja dan semuanya ngomong bahasa Spanyol, cuma saya satu-satunya orang Indonesia hehe..), buka puasa bersama di Gastehaus dengan sesama muslim dari seluruh dunia yang sama-sama belajar di Goethe Institut, perpindahan dari Freiburg ke Osnabrueck yang diiringi tangisan, pelukan, juga ciuman keluarga dan sahabat-sahabat  baru di Jerman di malam menjelang Idul Fitri, mengalami berbagai tekanan ketika mulai kuliah (karena semuanya menggunakan bahasa Jerman, apalagi lulus S1-nya sudah 10 tahun lalu, sehingga lupa cara belajar yang sistematis !), ulang tahun pertama di negeri orang yang terjadi begitu indah untuk dikenang… kenangan tertawa bersama dengan Ana Maria ketika menyaksikan salju pertama turun di Osnabrueck, dan menyadari betapa indahnya persahabatan dengan teman-teman baru di Osnabrueck (juga Mensa-nya yang enak itu!). Segalanya seperti terjadi begitu singkat ketika telah berlalu, segalanya kadang memang begitu mengharukan, tetapi akan selalu ada di hati…semuanya itu !</p>
<p><a href="http://onearly.files.wordpress.com/2009/12/dscn4846.jpg"><img src="http://onearly.files.wordpress.com/2009/12/dscn4846.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" title="DSCN4846" width="500" height="375" class="alignnone size-full wp-image-290" /></a></p>
<p>Berbagai hal yang telah terjadi sepanjang tahun 2009 ini membuat saya menjadi mengerti, betapa memang tidak mudah untuk menjadi dewasa. Segalanya membutuhkan pemikiran, toleransi, rasa menerima dan memberi yang tidak akan ada habisnya. Tetapi saya percaya Tuhan Maha Tahu…rasanya semua keyakinan dan kepercayaan yang telah saya pegang selama ini menjadi semakin diuji dengan menjalani hidup di Jerman selama delapan bulan ini. Banyak pertanyaan yang berkelebat dalam benak saya, benarkah sikap saya selama ini, yang telah saya lakukan kepada keluarga dan para sahabat ? Apakah saya terlalu kaku atau justru terlalu bertoleransi dalam bersikap? Dan ujung-ujungnya selalu ada pertanyaan besar, apakah Allah akan mengampuni semua kesalahan saya selama ini dan amalan saya diterima di akhirat? Apakah kelak jika saya tiada (kekhawatiran yang kadang mengganggu saya ketika sakit dan membuat sahabat saya marah karena saya terlalu berlebihan), keluarga dan sahabat saya akan tetap mengenang semua kebaikan saya?</p>
<p>Tapi beginilah isi hati dan pikiran manusia biasa yang menuliskan semua ini&#8230;apapaun yang terjadi, saya selalu berusaha melakukan yang terbaik. Dan di bulan Muharam, masih dalam suasana tahun baru Islam 1431 H dan menjelang tahun baru 2010, di hari ketika Republik Indonesia diakui oleh Belanda (enam puluh tahun lalu), saya menuliskan semua ini. Setelah kembali &#8216;pulang kampung&#8217; ke Freiburg dan melakukan banyak hal dengan teman-teman di musim dingin yang indah, dan melewati dua hari yang cerah di Bodensee  yang indah – di perbatasan Jerman dan Swiss, sambil tetap berdoa dan berupaya melakukan apa yang saya bisa agar ekonomi kreatif di Indonesia bisa tumbuh (dan untuk itulah saya harus belajar lebih banyak lagi..), dan tetap menjaga ke-kritis-an saya atas situasi di tanah air tercinta yang belum kunjung membaik karena berbagai kasus, terutama masalah penegakan hukum dan korupsi yang menggerogoti seluruh sendi kehidupan rakyat Indonesia (dan rasanya sungguh tak adil!), saya berjanji akan melakukan hal-hal yang lebih baik lagi..resolusi diri yang harus direfleksikan setiap hari, di sela-sela dzikir panjang di hari dan malam-malam yang cerah maupun dalam cuaca yang buruk sekalipun. Dan Allah-lah yang mengetahui segalanya&#8230;.dan insyaallah saya adalah perempuan yang kuat (sepeti kata sahabat saya itu!), saya akan menjadi istri yang baik buat suami saya dan ibu yang pintar juga bijaksana bagi anak-anak saya, menjadi penulis yang kritis, yang akan membuat peluncuran buku saya menjadi istimewa dengan masakan saya dan permainan konser musik kecil saya (dengan biola dan piano!). Saya yakin itu kelak akan terjadi, amiin&#8230;</p>
<p>And then, I just want to say that I really love my life&#8230;thank you for everything for Allah, my family, my sisters and brothers, my love, my little angels, my best friends…I love you&#8230;and I know our life will be better with love in around us ! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>10 Muharam 1431 H – 27 Desember 2009<br />
Depa Octavio – Konstanz am Bodensee Deutschland</p>
<br />Posted in Tak Berkategori  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onearly.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onearly.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onearly.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onearly.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/onearly.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/onearly.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/onearly.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/onearly.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onearly.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onearly.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onearly.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onearly.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onearly.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onearly.wordpress.com/287/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onearly.wordpress.com&amp;blog=2496011&amp;post=287&amp;subd=onearly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onearly.wordpress.com/2009/12/28/ketika-tahun-berganti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f46e6f7d62cccafe06f40e23223a5829?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Early</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2009/12/me-and-mr-president-21.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">me and mr. president 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onearly.files.wordpress.com/2009/12/dscn4846.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN4846</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
