Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2009

Hmmmm setelah sekian lama, akhirnya aku nulis juga soal Roemahku dan Solo Batik Carnival…tapi, kenapa baru sekarang? Padahal aku kenal baik dengan kota budaya ini sejak berpuluh tahun lalu! Waktu itu…aku kan menghabiskan masa remajaku di Solo nan elok ini, biaya hidup murah, dan di sekolahku (Al-Islam I Jl. Honggowongso itu) aku telah mengenal berbagai budaya di Indonesia lho! Karena teman-teman sekolahku juga berasal dari berbagai pelosok Indonesia, ada orang Minang (halo Eriyanto..dimana kamu berada kini?), ada Kasih yang dari Palembang, ada Edo yang keturunan Batak, ada yang dari Papua, juga teman-teman keturunan Flores, Jakarta, dan yang paling banyak tentu dari Jawa, yang dari Klaten buanyakkkkk hehe….

Pengalaman yang akan disajikan berikut adalah ketika setelah sekian belasan tahun aku jalan-jalan lagi di Solo, hmmm pas libur Lebaran tahun 2007 lalu..tepatnya makan-makan dan explore di Kampung Batik Laweyan juga pas mau lihat acara Solo Batik Carnival tanggal 12 April 2008 lalu..hehe, udah agak lama sebenarnya (hmmm saya bela-belain pulang kampung dulu ke Ngawi dari Surabaya, memboyong bapak, ibu dan adik ke Solo berangkat mulai pagi jam 6, kami pikir acaranya pagi…eh, ternyata mulai siang hari!). Tapi ngga apalah, soalnya kegiatannya bagus kok, lagian kenapa saya baru tulis sekarang soalnya sekalian memeriahkan Tahun Ekonomi Kreatif Indonesia 2009! Apalagi Solo sedang menggeliat dan mendandani kotanya sedemikian rupa dengan mengadakan berbagai even plus melestarikan budaya Jawa yang kentalllll banget! Jadilah, kota kreatif ini menjadi inspirasi banyak pihak untuk membangun kota menjadi lebih ‘hidup’ dan mendapatkan penghasilan yang tidak sedikit dari berbagai kegiatan yang diadakan.

Salah satunya adalah dengan upaya Ibu Nina Akbar Tanjung yang menyulap sebuah rumah tua di Kampung Batik Laweyan (tepatnya Jl. Dr. Radjiman Solo) menjadi hotel dan resto yang asyik punya deh! Hehe, sekalian promosi karena teman baik dan sekaligus Ketua Komunitas Historia Indonesia, Kang Asep Kambali, ternyata sekarang jadi manajer Roemahku!:) tapi..memang Roemahku memang menyenangkan, antik, hommy..dan membuat keponakan yang ikut jalan-jalan di sana merasa kerasan seperti di rumah sendiri….

dscn5712

Dan inilah suasana Roemahku yang hangat itu, yang membuat kita merasa nyaman dengan gamelannya yang kadang dimainkan…..

dscn5676 dscn5679

(lebih…)

Read Full Post »

Ini Medan Bung!

Catatan tentang perjalanan mengunjungi Medan sekitar 2 – 3 tahun lalu, hehe udah cukup lama ya?:) itu terjadi kira-kira pada bulan November 2006 dan Maret 2007….

dscn1310

Tapi Medan memang unik meski agak semrawut lalu lintasnya, belum lagi kalo mati lampu hehe, ya…nikmatin sajalah, yang penting di sana kita bisa makan enak di kawasan kaki lima Jl. Pagaruyung (dekat Kampung Keling India, itu tuh yang ada kuil Hindu yang lumayan cantik ornamennya!). Sayangnya saya tidak mengambil gambar suasana jajanan malam di sana plus kuil Hindu itu…Ada juga tempat hang out yang lumayan oke di daerah Kesawan atau di sekitar Alun-Alun Merdeka yang disulap menjadi tempat ngobrol enak dan cukup cozy juga dengan lampur warna warni mulai sore hingga malam hari

Yang jelas, kalau ke Medan, jangan lupa jalan-jalan di beberapa temat bersejarah, dinataranya Masjid Raya Medan dan Istana Maimun. Lokasi kedua tempat ini memang sangat dekat sehingga memungkinkan kita untuk jalan kaki dengan nyaman di sekitar lokasi itu plus berbelanja di pusat pertokoan dekat situ, hmmmm

dscn0792 dscn0797 dscn0801 dscn0804

Istana Maimun Medan yang menyisakan sepenggal sejarah Kesultanan Deli ini sayangnya terkesan hanya dirawat sekedarnya, kemungkinan tiadanya biaya yang cukup untuk pemeliharaan membuat istana yang sebenarnya canti ini menjadi sedikit terbengkalai meskipun banyak juga pengunjung yang datang. Yang paling diingat tentu adalah Sultan Deli saat ini yang masih duduk di bangku SD yang naik tahta menggantikan ayahnya yang gugur di Aceh (yang waktu itu masih ada peperangan antara RI dan GAM). Sultan kecil ini sementara ini masih tinggal di keluarga ibunya di Makassar Sulawesi Selatan.

Sementara Masjid Raya Medan yang cukup megah dan masih terawat dengan baik ini terletak di seberang Istana Maimun…Dengan dekorasinya yang cukup apik model adaptasi gaya arsitektur Eropa, maka masjid yang selalu ramai menjadi tempat ibadah ummat muslim ini masih terawat dengan baik, hmmmm

dscn0788

Jadi, datanglah ke Medan kawan, di sana Anda akan bisa berkesempatan mencicipi dan tahu lokasi pembuatan kue Bika Ambon dan Bolu Meranti yang uenakkkkk itu plus bisa membawa pulang durian (yang dikemas dalam wadah Tupperware) itu!:)

Read Full Post »