Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2009

Hari ini seratus tahun lalu lebih, Kartini lahir di Jepara…
Ada yang tidak biasa dalam diri gadis Jawa itu, hmm mungkin juga sama denganku dan sekian ratus ribu perempuan lain di Indonesia yang kadang masih dianggap ‘aneh’ ketika memilih untuk melakukan kegiatan yang agak keluar jalur tradisional peran perempuan.

Tapi Kartini tetap berusaha untuk teguh hati melalui surat-surat yang ditulisnya. Menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya membuatnya sejenak mampu menepis kegundahan hidup yang dijalaninya saat itu. Apakah Kartini bahagia meski menjadi istri ketiga seorang Bupati? Entahlah, yang jelas apa yang Kartini lakukan membuat banyak pihak simpati. Bertubi-tubi dorongan semangat datang dari teman-temannya yang orang Belanda itu, tetapi Kartini tahu bagaimana menempatkan dirinya, melakukan yang terbaik bagi dirinya dan keluarganya. Bahkan tawaran beasiswa sekolah ke Ngeri Belanda pun ditampiknya, dan diberikannya kepada Agus Salim, laki-laki pintar nun jauh dari Sumatra yang dikenalnya dari berbagai informasi yang sungguh terbatas saat itu.

Sungguh, kadang-kadang kerelaan berkorban ternyata tidak serta merta akan mendapatkan balasannya. Banyak sekali analisis para tokoh terhadap Kartini, tetapi novel karya Pramudya Ananta Toer itulah yang menggelitikku. “Panggil Aku Kartini Saja”…tanpa embel-embel yang seolah memberatkan, tanpa maksud untuk menjadi tokoh pejuang, just call me Kartini….:)

Ketika menuliskan semua ini, rasanya hidup sebagai perempuan tidaklah berat. Allah sudah memberikan porsi yang jelas, mana kodrat laki-laki dan mana kodrat perempuan. Selebihnya, tinggal bagaimana kita mampu menempatkan diri kita sebaik-baiknya di keluarga, masyarakat dan lingkungan yang lebih luas lagi.

Maka tetaplah tersenyum wahai saudara perempuanku, apapun peran yang Anda jalankan, asal tahu konsekuensinya dan paham apa arti kebebasan yang sesungguhnya, maka itulah yang terbaik buatmu. Tetapi ingatlah, nilai-nilai yang berkembang saat ini menuntun kita untuk bersikap bijak, dan semua juga tahu kalau sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, termasuk kebebasan, dan ini berlaku baik untuk laki-laki dan perempuan.

Mengenang Kartini di kala sendiri…membuatku doa’ku semakin terpatri, bahwa hidup bukanlah sekedar menjalani, tetapi ada tanggung jawab yang harus diresapi dan dipenuhi untuk generasi yang kita kasihi.

Happy Kartini’s Day…

Read Full Post »

Keterkejutan karena dalam waktu singkat harus sudah membereskan semuanya, mengatur pekerjaan sana-sini, mengurus segala sesuatu tentang keberangkatan sekolah ke Jerman ternyata bukanlah hal yang mudah. Tapi ya..ternyata itulah yang harus kujalani, harus sabar jika mengalami kesulitan (seperti ngurus visa yang persyaratannya ngga segera terpenuhi, melakukan banyak pekerjaan justru ketika harus berbenah menjelang keberangkatan, juga bongkar dan bongkar lagi koper yang harus dibawa di saat-saat terakhir karena berusaha keras sesedikit mungkin yang perlu dibawa biar ngga repot nyeret-nyeret bawaan pas di Jerman nanti hehe…). Dan akhirnya saat keberangkatan itu datang juga…diantar oleh keluarga tercinta di Bandara Juanda Surabaya, plus para sahabat dan someone special di Cengkareng Jakarta, diantara tangisan dan ucapan terima kasih atas dukungannya selama ini….hmm moment yang tak terlupakan ketika perpisahan itu memang harus dialami untuk menjadikan diri ini menjadi lebih baik untuk menuntut ilmu di negeri orang. So, keep smile..karena masa depan yang tidak terduga sedang dijalani, inilah antara lain proses alami yang mungkin harus dilakukan oleh semua orang yang ingin meningkatkan kualitas hidupnya.

Dan, setelah menempuh perjalan kurang lebih 20 jam dari Jakarta – Frankfurt (dengan transit di Abu Dhabi selama 5 jam yang melelahkan), akhirnya sampailah kami berenam di Frankfurt. Bertanya sana-sini tentang bagaimana kami harus menuju Freiburg yang termasuk wilayah Baden Wutenberg (yang berbatasan dengan Swiss), akhirnya kami sampai juga pada penantian kereta antar kota (DB) di Franfurt, wuiiiiiiih hawa dingin langsung menerpa manakala kami keluar dari komplek bandara dan stasiun di Franfurt, brrrrr itulah pengalaman bersentuhan langsung dengan udara dingin di musim semi yang indah:)

dscn0031

(lebih…)

Read Full Post »