Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2010

Sungai Rhein itu seakan jadi saksi bagi kita, yang telah sekian lama bersama merajut asa…tetapi aku tahu sayang, semuanya memang tidak mudah dijalani. Bahkan ketika masa-masa indah yang kita alami itu justru menjadi duri dalam daging bagi orang-orang yang menyayangi kita, entah kenapa aku selalu ingat sungai indah ini..

Sungai yang bersumber dari pegunungan Alpen dan mengalir melalui berbagai kota yang indah : Basel di Swiss, Strasbough di Perancis, dan terus menembus Jerman melalui kota-kota yang damai : Mainz, Koblenz, Bonn, Cologne, Duesseldorf juga kota-kota kecil lainnya itu ternyata menjadi gantungan harapan oleh manusia di sekitarnya yang begitu mencintainya..

Ah, bahkan legenda Loreley itu pun ternyata justru membuat orang yang dimabuk cinta untuk mengikat janji di aliran sungai ini, seperti banyaknya gembok-gembok cinta yang ditambatkan di jembatan sungai ini di Cologne. Tetapi, aku merasa tidak perlu untuk mengunci hati kita sayangku, karena aku tahu kau akan selalu ada untukku, bagaimana pun bentuk hubungan yang kita jalani, kini dan nanti…

Aku bahkan teringat pada masa yang berbunga di tengah mentari yang bersinar cerah di musim panas tahun lalu..ketika kita berjalan-jalan di Basel dan kau menemukan tugu perbatasan tiga negara di tepi sungai indah ini, kau begitu bahagia..karena seolah berbagai perbedaan yang terjadi seperti juga tiga negara ini (Jerman, Swiss, dan Perancis) seakan tidak cukup mampu untuk membatasi aliran sungai yang indah ini, begitu pun cinta kita..karena aliran cinta diantara kita tidak akan terbatas lagi, hanya Tuhan yang tahu akan seperti apa nanti hidup kita kelak dengan cinta yang kita miliki. Hanya yang aku tahu, aku begitu mencintaimu..dan akan selalu bahagia untukmu, selamanya…

Keterangan gambar : Tugu perbatasan tiga negara (Jerman – Swiss – Perancis) di Sungai Rhein – Basel Swiss

Kenangan pada sebuah cinta (31/03/2010)

Iklan

Read Full Post »

Ada banyak jalan yang bisa kulalui…tetapi aku memang memilih jalan ini. Ketika salju yang semakin menebal membuatku kedinginan, dan angin yang menusuk tubuh ini membekukannku, tetap kukayuh sepeda kesayanganku, melewati jalanan dreisam yang sunyi dan aku sendiri…

Mungkin banyak orang yang tidak mengerti, mengapa aku harus berjalan sendiri menembus badai yang menghampiriku. Mungkin banyak yang tidak paham, mengapa justru aku mencintai jalanan sunyi yang bersalju itu..

Tetapi kadang-kadang manusia memang tidak perlu untuk selalu terpuaskan semuanya, dan aku pun merasa tidak harus menjelaskan semuanya. Karena berbagai ketidakmengertian itu justru akan membuat kita berusaha untuk saling memahami bukan ?

Menurutku, ada banyak hal di dunia ini yang membutuhkan kesendirian untuk mencapai keberhasilan yang kita inginkan. Hanya saja sebenarnya kesendirian itu tidaklah mutlak, karena tetap ada Dia yang di sana yang selalu akan menemani kita. Kesendirian yang membutuhkan konsentrasi, juga dialog dengan hati nurani…

Aku akan terus berjalan, meski kadang dalam kesunyian..tetapi aku tidak akan pernah menutup diriku atas segala hal yang terjadi di luar sana. Karena kesejatian manusia ada pada dirinya, hati dan pikirannya..kesendirian bisa mengasah segala kesejatian itu, dan kesendirian juga memberikan kita ketajaman sikap, apa yang harus kita berikan kepada dunia..

– Dari sebuah perjalanan melintasi dreisam di Freiburg im Breisgau –

Read Full Post »

Bangku kosong di ujung Bodensee itu seakan menungguku untuk sekedar merenung, kelak ketika semua yang pernah kuinginkan telah terwujud atau belum terwujud sebagian..

Bangku itu menyiratkan sebuah masa yang ketika nanti aku bisa duduk sebentar di atasnya, memandang Bodensee yang indah, mengenangkan semua yang pernah aku alami..

Entah kenapa aku suka sekali membayangkan hal itu, karena di sanalah ada sepotong hati sahabatku yang tinggal, yang kutemukan hampir setahun lalu, dan kini menjadi bagian dari hidupku, juga di tahun-tahun mendatang..

Tiga bulan telah berselang, ketika di depa itu aku menuliskan semua kenangan indah dan pahitku di tahun lalu..bangku itu seakan menari-nari untuk mengajakku kembali ke Bodensee, hmm mungkin karena aku berasal dari Indonesia, sebuah wilayah yang sebagian terdiri atas perairan…Dan rasa rinduku akan air memang tiada bertepi, tetapi ada keindahan lain disana yang tidak ada di tanah airku, salju Alpen di ujung Bodensee itu..

Ah, tahun yang baru sudah berjalan hampir tiga bulan…dan ternyata catatan perjalananku telah bertambah panjang. Pengalaman, gambaran hidup yang kelak akan aku jalani..rasanya pelan-pelan telah aku juga temukan dalam setiap perjalananku.

(lebih…)

Read Full Post »