Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2011

Mendapatkan beasiswa ke luar negeri memang merupakan dambaan tersendiri bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk saya. Bisa mengalami berbagai budaya dan kebiasaan yang berbeda dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia merupakan salah satu keinginan terbesar saya. Jujur saja alasan tersebut adalah alasan yang paling kuat dan tentu saja disamping belajar untuk meraih jenjang yang lebih tinggi di bidang pendidikan.

Suka duka mendapatkan beasiswa tentu saja ada, karena sejak tahun 2000 saya sudah mencobanya sejak lulus S1, tetapi karena berbagai kesibukan di lembaga tempat saya bekerja (Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil – PUPUK) dan belum mempunyai nilai bahasa Inggris yang memadai, membuat saya harus menahan diri serta mau ngga mau harus mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris dengan lebih baik. Sebenarnya di tahun 2003, saya sudah mendapatkan beasiswa ke luar negeri yaitu ke Perth Australia untuk mendalami small business consulting melalui Program Indonesia Australia Special Training Project (IASTP) dari AusAID (Pemerintah Australia)selama 6 bulan. Nah, sebelum berangkat ke Perth kami dibekali kursus bahasa Inggris di IALF (Indonesia Australia Language Foundation) Jakarta selama 4 bulan, sehingga waktu mempelajari bahasa Inggris itulah yang saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan mengikuti kursus tambahan persiapan ujian IELTS. Sebelum berangkat ke Perth pun saya berusaha untuk mencoba ikut ujian IELTS, tapi hasil skor-nya cuma 5. Ya sudahlah, mungkin memang lebih baik saya memperbaiki kemampuan bahasa Inggris saya selama di Perth dan memang benar, di sana kemampuan bahasa saya lumayan terasah. Sehingga ketika pulang ke Indonesia di pertengahan tahun 2003 saya sudah lumayan lancar berbahasa Inggris dengan baik. Kembali kemudian saya mendapatkan beasiswa dari Friedrich Naumann Stiftung (FNS) sebuah lembaga Jerman untuk mengikuti seminar di Gummersbach Jerman, dan jadilah kemampuan berbahasa saya semakin baik.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »