Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei 15th, 2012

Just to be you Sayang! You’ll have to be very patient. Link the teachings to a game. Make it funny, but at the same time make them respect you and tell them the rules. Interact a lot with them as if they were your children. All the best my dear! I’m sure you’ll make a wonderful job! (Sent at 06:06 on 25/04/2012)

Handphone-ku yang hampir selalu aku silent itu menyala sejenak, tanda ada pesan masuk! Aku yang sedang tergesa menuju taxi yang kupesan untuk mengantarku pagi itu cuma sempat meilirik sejenak. Sopir taxi mungkin agak kesal menungguku karena aku emang pesan setengah jam sebelumnya dan celakanya pagar kost-ku belum terbuka, mas penjaga-nya masih tidur ! Terpaksalah aku harus menelpon si empunya kost yang tinggal di gang lain sambil berlari naik ke lantai tiga untuk membangunkan mas penjaga ituu….untunglah dia segera bangun dan begitu pagar dibuka sambil mengucapkan terima kasih, aku kabur melewati gang yang masih gelap menuju taxi yang menunggu di luar gang, ah leganyaaa !!

Agak terengah aku masuk ke dalam taxi sambil minta maaf,’Tolong antar saya ke Tanjung Priok ya Pak!’ sembari menyebutkan petunjuk kemana taxi harus menuju agar ngga salah jalan, maklumlah aku janjian dengan kawan-kawan di sana. Aku tanya kira-kira berapa lama akan menuju kesana, pak sopir menjawab kalau kira-kira kami akan butuh waktu sekitar 30 menit. OK, aku masih punya waktu untuk menyelesaikan slide presentasiku yang berisi foto-fotoku di berbagai daerah di Indonesia, tapi ternyata sulit juga memilih diantara ratusan foto yang aku punya sejak bertahun-tahun lalu hehe…Sambil membuka laptopku aku baca pesan yang masuk ke handphone-ku tadi, ah dia memang perhatian…ketika senyum-senyum membaca sms itu, tiba-tiba pak sopir bertanya,’Kenapa Mbak, kok senyum-senyum sendiri?’ aku jawab,’Tidak apa-apa Pak!’ 🙂 padahal sungguh aku senang sekali, dia yang jauh disana, yang beda waktu lebih lambat lima jam dengan Waktu Indonesia Barat sempat juga membalas sms-ku semalam. Ya, aku butuh dukungannya karena dia pernah jadi guru di usianya yang ke lima belas 20 tahun lalu, mengajar orang-orang tua di negaranya yang belum pernah mengenyam pendidikan dasar (semacam Kejar Paket A atau B di Indonesia), sungguh luar biasa, di saat teman-temannya bermain dia harus bekerja seusai jam sekolah kala itu. Thanks my dear…:)

Membayangkan kondisi sekolah yang sederhana, dimana foto-fotonya telah dikirim oleh Koordinator Tim, Micahel, yang dua hari sebelumnya sudah mendatangi sekolah tempat kami mengajar, aku meneruskan memilih foto-foto yang akan kupasang di power point sambil sesekali menengok jalanan yang masih relatif sepi, aku berusaha menyusun strategi apa saja nanti yang akan kulakukan ketika di kelas. Ya, aku telah di-briefing pada tanggal 14 April di Perum Gas Negara bersama dengan sekitar 199 volunteer lain yang akan mengajar di Kelas Inpsirasi tahap pertama oleh Indonesia Mengajar. Waktu itu kami diajari bagaimana membuat salam yang menyenangkan untuk anak-anak, bagaimana agar kami bisa mengalihkan otak anak menuju gelombang alfa agar siap menerima pelajaran, bagaimana kami harus membuat peraturan buat anak-anak, dsb. Sungguh, ternyata tidak jauh beda dengan tips yang diberikan oleh dia yang mungkin sudah tidur di Berlin sana 🙂 Teringat juga apa yang disampaikan Pak Anies Baswedan pada kami semuanya di kala briefing,’Sekarang tibalah saatnya bagi kita untuk membayar semua kebaikan yang pernah kita terima saat bersekolah dulu. Saatnya kita memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk generasi penerus Indonesia agar mereka tahu bahwa ada banyak hal di luar dunia mereka saat ini yang kelak mungkin akan mereka raih di sama depan’. Dan memang benar, kami yang tergabung dalam Kelas Inspirasi ini akan berusaha membayar semua hal yang pernah kami dapatkan di masa lalu, dengan menjadi guru untuk anak-anak SD di DKI Jakarta.

Bersambung

McDonalds Sarinah – 15052012

Iklan

Read Full Post »