Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2012

Hidup di Jakarta memag harus ekstra sabar. Bagaimana tidak ? Situasi kota yang sudah terlalu padat, baik orang, bangunan dan kendaraan, membuat kita harus pandai-pandai untuk menyesuaikan diri plus mengatur emosi. Apalagi di jam-jam sibuk dimana orang kebanyakan berangkat ke kantor atau ke sekolah pada pagi hari, pada saat jam makan siang dan juga pada saat petang ketika jam sudah menunjukkan waktunya pulang kerja ! Bahkan kadang di saat-saat tertentu yang menurut kita mestinya jalanan agak longgar, eehh ternyata macet juga, masya allah….Rasanya kalau kita tidak pandai-pandai menyiasati waktu, bisa-bisa umur akan habis di jalan !

Kondisi kemacetan makin pelik manakala hujan tiba, dimana kendaraan tidak bisa melaju kencang karena banyak genangan air, bahkan banjir ! Pengaturan kanalisasi yang belum sepenuhnya mampu untuk mengatasi banjir plus pola hidup masyarakat kita yang masih suka membuang sampah sembarangan yang membuat saluran air atau sungai menjadi kotor plus penuh sampah sangat menyedihkan ! Dalam hal ini kadang tingkat pendidikan pun tidak ada korelasinya, mengingat kita juga sering melihat sampah dibuang oleh para penikmat/pengendara kendaraan mewah di jalanan, bayangpun !

Di sisi lain, lahan hijau atau lahan terbuka di Jakarta belum juga cukup mampu untuk menampung sekian juta penduduknya untuk berekreasi murah khususnya bagi kalangan menengah ke bawah (seperti di Kawasan Monumen Nasional, Kota Tua, Taman Menteng, Taman Suropati, Kawasan Ancol, Kebun Binatang Ragunan, dsb) alhasil jika libur tiba lagi-lagi pilihannya di tengah kota adalah di mal, mal, dan mal atau keluar kota ke Bogor atau Bandung yang lagi-lagi akan mengakibatkan macet di pintu-pintu ruas arah luar kota !

Hmmm memang runyam ya ? Padahal tidak sedikit orang pintar dan kreatif yang memilih hidup di Jakarta dengan alasan gampang cari duit, benarkah ? hehehe….Pun demikian masih sulit bagi para orang pintar bahkan yang berpengaruh untuk meperbaiki kondisi Jakarta. Dan anehnya ada pernyataan dari Bapak Gurbernur kalau seharusnya orang Jakarta tidak harus ke kantor tiap hari jika malah menimbulkan kemacetan, tapi itu hanya bisa berlaku bagi mereka yang dapat melakukan pekerjaan melalui teknologi kan ? Bagaimana dengan mereka yang memang harus bekerja dengan bertemu banyak orang sehingga harus keluar rumah untuk bekerja setiap hari ? Dalam hal ini memang tidak dapat dipungkiri harus ada pembenahan transportasi masal sehingga membuat orang tergerak untuk meninggalkan kendaraan pribadi yang diharapkan berefek pada mengurangi kemacetan di Jakarta.

Bagaimana cara mengurangi banjir yang diakibatkan oleh sampah yang dibuang sembarangan ? Inilah pekerjaan rumah tentang kebiasaan yang dari dulu hingga sekarang ternyata belum selesai…bahkan seperti contoh di atas, bahkan mereka yang berpendidikan dan kaya pun tidak dijamin mereka sadar untuk tidak buang sampah sembarangan, padahal akibatnya akan berdampak ke kita semua, karena jika hujan dan banjir pastilah akan macet (karena kebanyakan naik mobil pribadi, dan bahkan salah satu teman mengatakan,’Kami, warga Jakarta malas bergerak !’ maksudnya jika harus berjalan atau ganti-ganti kendaraan umum dan memilih untuk naik mobil pribadi). Dan pastinya jika hal demikian terjadi, semua orang se-Jakarta bakalan ngomel !

Hohoho….ada apa dengan Jakarta ?

Blok M – 13062012

Iklan

Read Full Post »