Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2012

Ceritaku, Cerita Kami…

Oh my blog-ku..maafkan daku yaaaa, aku sudah lama tidak menyentuhmu. Sudah lama pula aku tak menuangkan apa yang kupikirkan dan kukhayalkan di lamanmu, sekian waktu berlalu, sekian peristiwa terjadi, serasa tak kunjung membuatku tergerak menyapamu. Tapi memang sudah saatnya kini aku akan menuliskan lagi segala kecamuk dan isi pikiranku blog-ku tersayang. Dan harus kumulai darimana ?

Ah ya, bisa kumulai dari berbagai keputusan yang kuambil di akhir bulan Juli ketika aku mulai mempertanyakan apa arti hidupku yang sebenarnya, apakah aku harus mengorbankan sekian banyak hal untuk sesuatu yang tidak pasti, apakah harus lebih memperbaiki diriku apalagi di Bulan Ramadhan meskipun aku juga sangat sedih dengan apa yang telah kuputuskan (tanpa tahu bahwa inilah keputusan yang terbaik yang pernah aku ambil kala itu) ? Dan Allah memang telah menuntunku, memberi jalan bagiku agar tidak bersedih karena Dia-lah Yang Maha Segalanya, Dia tahu yang terbaik untukku…dan lewat doa-doaku kala itu, aku jadi yakin bahwa ternyata diriku tidak seburuk yang aku kira, meski kadang manusiawi saja karena aku mengorbankan banyak hal yang telah kurencanakan sebelumnya.

Dan kau tahu blog-ku tersayang, bahwa ternyata berbagai peristiwa yang terjadi kemudian di bulan Juli dan Agustus serta September juga telah menguatkan bukti bahwa Dia Maha Pengatur ! Banyak peristiwa yang mungkin hanya kuanggap ‘kebetulan’ ternyata itulah takdir yang sebenarnya. Keputusan untuk membatalkan kepergianku ke Jerman (yang kurencanakan selama dua minggu kala pertengahan hingga akhir September) meskipun tidak mudah melakukannya dengan tangisan dan kata-kata yang sedih dari sahabatku di seberang sana ternyata adalah awal yang sebenarnya. Rentetan kejadian setelah itu membuatku tersadar bahwa kita tidak boleh meremehkan perasaan yang keluar dari dalam hati, yang terbentuk dari rangkaian doa.

Bulan Agustus adalah cobaan yang cukup berat bagiku ketika teman baikku kecelakaan sehingga membuat ‘peta’ pekerjaan menjadi berubah, yang membuat kami semua harus bertoleransi lebih besar, bekerja keras mengatasi berbagai beban dan merancang ulang semua hal yang harus kami selesaikan ! Dan ternyata cobaan itu masih belum berakhir ketika Ibuku tiba-tiba sakit blog-ku, ibu kena stroke yang tidak pernah kami sangka sebelumnya, langsung koma selama tiga hari dan kemudian meninggal dunia, innalillahi wa inna ilaihi rojiun….Ibuku tersayang yang selalu mendidikku untuk bertanggung jawab sejak kecil, yang mengajariku membaca dan menulis (bahkan mengoreksi surat yang aku tulis ke teman sekelasku kala SD, ngga boleh pake tinta merah!), yang selalu mendoakanku serta menginginkan aku bahagia kini telah pergi selamanya.

Ayahku yang juga shock, kami yang sedih karena Ibuku pergi tanpa pesan apa-apa meski sempat bicara sedikit, adik-adik Ibu juga para tetangga dan teman keluarga yang kaget dengan apa yang kami alami, sungguh membuat kami merasa bersama dalam kesedihan. Tetapi dalam tiga hari itu kami telah menyiapkan hati kami jika harus kehilangan ibu, kami belajar ikhlas atas apa yang menjadi keputusan Allah, dan memang itulah yang terbaik. Jika Ibuku sembuh, itu hanya akan membuatnya lebih menderita karena kondisinya hanya akan 50 % dibanding jika sehat blog-ku…kamu bisa bayangkan, Ibuku adalah perempuan yang berpenampilan cantik dan selalu ada untuk semuanya, Ibuku tidak mau merepotkan siapapun dan pastilah akan akan sedih jika Ibuku tetap hidup tetap tergantung pada orang lain, tidak bisa berjalan (harus di kursi roda), harus diurusin orang lain, dan tentu juga pasti merasa tidak cantik lagi seperti dulu, sebagaimana yang kami banggakan. Maka ketika beliau meninggal kami ikhlas, kami semuanya ada di samping Ibuku kala detik-detik terakhir itu datang, alhamdulillah. Aku yang dianggap tegar sejak awal Ibuku sakit dengan mengurusi semua tetek bengek rumah sakit hingga ketika aku harus menyiapkan rumah begitu Ibuku meninggal, memandikan Ibuku (alhamdulillah aku diberi kesempatan untuk menunjukkan tanda baktiku pada Ibuku dengan menahan tangis!) serta ikut menyolatkan dan mengantarnya ke makam, sesungguhnya juga sedih. Tetapi aku memang harus kuat demi Ayah dan adik-adikku…bahkan hingga kini, menjelang pengajian 100 Hari meninggalnya ibu.

Dan ternyata apapun yang kita lakukan jika ikhlas akan selalu ditunjukkan jalan terbaik olehNya, semuanya begitu dilancarkan, segala urusan tentang rumah sakit, pemakaman, pengajian, hingga tujuh hari meninggalnya Ibuku pun ketika Lilil ponakan kecilku ulang tahun, kami alhamdulillah tetap ceria. Kepergian Ibuku di akhir Bulan Ramadhan sungguh merupakan anugerah besar, insyaallah khusnul khotimah, amiin. Ayahku pun selalu berpesan agar kami selalu mendoakan Ibuku dan mengirimkan Al-Fatihah buat beliau, semoga dijauhkan dari sisa kubur dan api neraka, amiin. Pola hidup kami pun berubah, dengan bantuan saudara dan keluarga kami bisa kompak bahkan di Hari Raya pertama tanpa Ibuku kami alhamdulillah dapat berkumpul tamu-tamu yang takziyah tiada henti serta kekuatan yang kami dapatkan dari peristiwa ini.

Ketidakpergianku ke Jerman pun ternyata ada hikmahnya, karena aku bisa lebih mencurahkan pikiranku pada pekerjaan yang semakin berat dan keluargaku. Para sahabatku di sana pun mengerti karena kami bisa mendapatkan kesempatan lain kelak, meski kami belum tahu entah kapan. Dan berbagai peristiwa lain pun muncul manakala berbagai jadwal kegiatanku berubah, subhanallah..betapa Engkau telah mengatur segalanya.

Kini kami tetap tersenyum, menyambut hari seiring semakin cerianya rumah di Ngawi dengan kehadiran dua cucu paling gokil yang dulu tinggal di Jogja. Asyraf sudah sekolah play group, dan Lilil yang centil makin menggemaskan Ayah yang setiap hari masih ngajar di kampus. Alhamdulillah…aku pun bahagia karena dapat ke Flores lagi, mendaki gunung dan danau Kelimutu yang menakjubkan itu sambil menikmati terbitnya matahari, juga akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Papua, yes finally !! Pulau besar milik Indonesia yang kaya ini memang tiada tara bagusnya dan tentunya ini membuat kami yang akan bekerja disana merasa tertantang untuk melakukan yang terbaik untuknya.

Ulang tahunku dan Yessy baru saja berlalu, dan ini membuat kami semakin menyadari bahwa tanggung jawab kami sebagai anak-anak tertua Ibu dan Ayah semakin besar, untuk memberi contoh adik-adik kami lainnya dan juga menjaga Ayah, insyaallah…Ah ya, aku juga bangga karena dapat menyelesaikan paper-paperku untuk diterbitkan oleh Routledge London tahun depan, paper untuk berbagai konferensi, juga kegiatan lain yang alhadulillah sejauh ini lancar meski tantangan pastilah ada.

Sudah ya blog-ku, aku mau nonton pertunjukan di Gedung Kesenian Jakarta neeeh…kita nanti akan sambung lagi dengan cerita lain, khususnya tentang Jokowi ! Yang dengan kostum kota-kotaknya ternyata mampu menyihir banyak warga untuk memilihnya, dan semoga Jakarta Baru memang benar-benar terwujud, harus dooong ibukota negara ini adalah miniatur Indonesia !

Ciao !

Abdul Muis 8 Jakarta – 06112012

Read Full Post »