Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2013

gili trawangan

Apa sih yang ada di benak kita kala sekian bulan berlalu di tahun 2013 dan ternyata ada beberapa rencana petualangan yang sudah disiapkan sejak beberapa waktu sebelumnya mau ngga mau harus direka ulang ? Ah, membayangkan bahwa aku akan mengalami berbagai macam perubahan dalam hidupku kadang membuat perasaan campur aduk, beneran !!

Tapi, ternyata niat menuliskan beberapa pengalaman selama dua bulan terakhir ini sambil mendengarkan Sting yang bernyanyi apik di Berlin membuat otakku jadi berpendar ! Berlin adalah kenangan dan Sting adalah bagian dari anugerah tugas yang telah berhasil menuntaskan misinya di dunia ini dalam menghibur sekian puluh atau bahkan sekian ratus juta orang 🙂

Dan ya, berbagai pekerjaan yang diamanatkan padaku di tahun lalu telah selesai dan mulailah tugas-tugas baru yang menantang, bahkan sesuai dengan minatku banget kali ini : pariwisata dan industri kreatif termasuk menekuri tema kota kreatif ! Semangat yang membara karena bekerja sesuai minat itu bahkan bisa menaklukkkan banyak tantangan termasuk banjir yang sempat menerjang Jakarta pertengahan Januari 2013 lalu. Sungguh, baru kali itu aku terjebak banjir dan ngga bisa keman-mana, untungnya memang tempat aku tinggal tidak terkena parah, hanya setinggi lutut, meski akhirnya tetap harus membuat dapur umum darurat di halaman rumah ! Ngurusin kartu ATM yang tertelan di bank yang hanya berisi 3 orang, mengalami lengangnya Jakarta karena banyak yang masuk ke kantor, hingga menertawakan berbagai kejadian dengan teman yang pulang liburan dari Jerman karena terjebak banjir dan ngga bisa kemana-mana, semua kenangan Januari yang berhujan serta penuh kejutan karena ada banyak bumbu perasaan juga disana 🙂

Yang menggembirakan lain adalah akhirnya aku bisa berkunjung ke Lombok ! Menikmati tiga hari penuh keceriaan dengan teman-teman sambil mengelilingi Gili Meno dan Gili Trawangan di terik matahari yang eksotis dan ramai dengan para turis plus menikmati hotel yang nyaman di piggir Pantai Senggigi, membuat keramik dan juga menikmati proses menenun di Sade plus berkunjung ke rumah adat Suku Sasak serta menikmati keindahan pasir putih di Tanjung Aan Pantai Selatan Lombok !! 🙂 Keindahan Indonesia memang tiada duanya seiring pengetahuanku yang semakin bertambah karena harus menyusuri data dan informasi yang bejibun tentang pariwisata di pelosok Indonesia. Tugas demi tugas hingga pertengahan tahun ini begitu banyaknya, dan tentu aku harus menyiapkan diri untuk menghadapi petualangan baru seiring dengan irama waktu yang bergejolak membuncah bumi, halaahh 🙂 Tugas tetaplah tugas, maka begadang malam-malam menyelesaikan review laporan, juga perjalanan berjam-jam ke Situbondo pun tetap menyisakan kenangan indah. Pun saat berinteraksi dengan petambak dan pengusaha kecil plus menyusuri berbagai bandara tempat aku akan menghabiskan sekian jam dalam perjalanan (delay, macet, dan segala peristiwa yang harus dinikmati oleh para pengelana hehe..), juga menyaksikan kelucuan saat melihat betapa orang-orang di sekitar bandara di Ende seperti santai saja menyeberang landasan pacu pesawat ketika telah mendarat adalah hal-hal lain yang merupakan bonus budaya yang sangat berharga dalam hidupku ! 🙂

Satu hal lagi yang membuatku sangat terharu adalah diundangnya diriku dalam dalam Upacara Adat Kerajaan Luwu yaitu Mattampung di Istana Kerajaan Luwuk di Palopo ! Akhirnya aku bisa menikmati petualangan lagi di Sulawesi Selatan 🙂 Upacara adat ini dilakukan untuk memperingati 40 hari meninggalnya Datu Luwuk XXXIX dengan pemasangan kijing pada makamnya. Dengan diawali oleh pengambilang kijing serta pengajian semalam suntuk menjelang hari ke-40, esoknya dilakukan serangkaian jamuan makan yang dipimpin oleh Datu Luwuk XXXX yang telah terplih (yang notabene adalah adalah adik laki-laki kandung dari Datu Luwuk XXXIX) beserta Cening Kerajaan Luwuk (kakak kedua datu tersebut, yang ternyata pernah tinggal puluhan tahun di Jerman ! Alhasil kami selalu bicara dalam bahasa Jerman kalau berkomunikasi, olala…) Upacara jamuan makan ini mengundang para kerabat kerajaan serta pejabat di Propinsi Sulawesi Selatan dan beberapa kabupaten/kota yang dulunya adalah wilayah Kerajaan Luwuk (Kota Palopo, Kab. Tana Toraja, Kab. Luwuk Utara, Luwuk Timur dan Luwuk), yang kemudian diikuti dengan pawai dari Istana Kerajaan Luwuk melewati Masjid Tua Palopo (yang tertua di Sulsel, didirikan tahun 1476) menuju kompleks makam para raja Kerajaan Luwuk. Aku juga berkesempatan untuk ngobrol dan saling bertukar pikiran dengan Andi Anton Pangerang merupakan salah satu anggota kerajaan yang mempelajari langsung secara intens serta turut serta dalam pagelaran I La Galigo yang terkenal di senatero dunia itu (yang sayangnya sangat dihargai di luar Indonesia dibanding di negara sendiri!). Kami bahkan sempat berbincang tentang berbagai rencana untuk menghidupkan lagi kisah itu melalui pemetasan berkala di Teluk Palopo dan amphiteather yang sudah disiapkan oleh Andi Anton di sebuah bukit indah antara Palopo dan Tana Toraja (hebatnya lagi, kami saat itu sambil menikmati durian yang enak !! ketika hujan tiba kami lari ke rumah salah satu keluarga Andi Anton dan menikmati mi instan yang hangat, alhamdulillah nikmatnyaa…).

Jamuan Makan di Kerajaan Luwuk dengan dilayani para gadis Bugis

Meninggalkan Palopo dengan segudang agenda, akhirnya sampai juga keinginanku untuk berfoto di Pantai Losari di Makassar, menikmati Cotto Makassar dan Es Pisang Ijo yang terkenal itu, plus menikmati keindahan Fort Rotterdam yang menyimpan sejarah beserta koleksi museumnya yang luar biasa, serta memotret kekhusyu’kan kaum Muslim yang menekuri keindahan Masjid Al-Markaz di Makassar, alhamdulillah…:) Jangan salah juga, Bandara Hasanudin yang baru juga keren banget loohhh, sangat megah dan indah. Bandara ini menurutku yang paling megah di Indonesia, entah nanti jika Bandara Ngurah Rai Bali selesai menjelang event OPEC Oktober 2013 hehe…

Bertemu kembali dengan teman-teman yang dulu hanya kujumpai lewat Radio PPI Dunia saat masih jadi DJ di Jerman (Bezie, Mimo, Jaya, Fadli, Fachru, Selvy, Patmah, Uki, Celini, Ami, Meity, Igum, plus beberapa sobat siar setia seperti Rien dan Asti), adalah keindahan tersendiri. Berkumpul di Kampus FISIP UI untuk membahas berbagai peluang dan tantangan yang harus dihadapi sambil bertukar sapa dan pengalaman setelah pulang ke Indonesia atau membagi ilmu kepada mereka yang ingin tahu pengalaman kami merupakan wujud rasa syukur kami atas anugerah dan kesempatan yang telah diberikan Allah pada kami yang pernah belajar dan bekerja di luar negeri. Dan Radio PPI Dunia adalah ajang kami untuk berbakti pada negeri, meski kami tahu tak akan cukup rasanya membalas semua kebaikan yang pernah kami terima selama ini 🙂

Anyway, apapun nanti yang akan kulakukan dengan bejibun rencana tahun ini (punya rumah baru, semoga segera lunas ! Bersama-sama dengan beberapa teman untuk mengadakan kegiatan Adventure Documentary Festival – http://www.journalpenajiwa.com yang menguras tenaga dan waktu) juga kemanapun aku pergi nantinya di tahun ini : Indonesia Timur, menyusuri tempat-tempat indah di Mexico (meskipun akan berubah bulannya dari rencana semula), ke Jerman (menengok teman-teman, syukur-syukur sekalian ke Italy, Yunani dan Spanyol!) dan Colombia (mudah-mudahan punya kesempatan kesana) semoga semuanya akan berjalan baik (amiin), sebaik rencana Allah yang kuyakin selalu dan akan indah di waktu-waktu yang tepat !

Abdul Muis 8 dan Gedung Sapta Pesona Jakarta – 05032013

Iklan

Read Full Post »