Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2013

Ada banyak hal yang tak terduga dalam hidup ini, bahkan mungkin hal-hal yang kecil yang sebenarnya sering kita lakukan sehari-hari, tanpa sengaja… Lihatlah video keren ini :

Betapa ternyata kehidupan dan hidup kita pun banyak berpengaruh pada hidup orang lain, sadarkah kita ? Seringkah kita bertanya, apa yang sudah kita lakukan pada dunia dan sesama yang membuat kehidupan menjadi lebih baik, atau justru tidak pernahkah kita menanyakan hal-hal semacam itu pada diri kita sendiri ? 🙂

Ah, delapan bulan telah berlalu sejak aku posting tulisan yang terakhir…bahkan tentang petualangan beberapa hari di Palopo tentang Prosesi Adat Pemakaman Datuk Luwuk XXXIX pun ternyata menarik perhatian sebagian pengelola majalah untuk menerbitkannya, senang sekali 😀 Persahabatan pun jadi berkembang dengan lebih banyak orang yang ternyata mempunyai kontribusi besar pada kehidupan, mereka melestarikan adat budaya dan sejarah, membagi pengetahuan, menginspirasi banyak orang dan sebagainya. Pun kegiatan yang kami lakukan dengan The Adventure Documentary Festival (ADF) yang ternyata bergulir dengan serunya meskipun sponsor yang kami dapatkan sangat sedikit, hingga Kak Nana dan diriku yang menggagas proyek ini pun mesti habis-habisan mengerahkan dana yang tidak sedikit. Beberapa kedutaan atau pusat kebudayaan seperti Belanda (mendanai kedatangan komikus terkenal Peter van Dongen untuk menyelenggarakan workshop komik di Erasmus Huis), USA (mendatangkan Joe Harris, pembuat film dokumenter terkenal yang mengadakan workshop film di @usa Jakarta), Italia (mendanai fotografer sekelas National Geographic) atau Perancis juga membantu kami, tapi sangat terbatas, sehingga suka duka perjalanan atas kegiatan kami yang sebenarnya sudah didukung secara lisan dan pengantar untuk para sponsor oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun tetap kami jalani dengan riang hati 🙂 Lambat laun beberapa pihak yang tertarik dengan kegiatan kami seperti ESEMKA (mobil nasional dari Solo yang pernah dipopulerkan oleh Jokowi semasa beliau masih menjabat sebagai Walikota Solo) dan juga B-Channel serta GIA mulai melirik kegiatan kami yang mengajak lima Brand Ambassador (Bucek Depp, Nadine dan Marchel Candrawinata, Riani Djangkaru, dan Zivanna Leitissa) dengan mensponsori proses pendokumentasian cagar alam dan budaya di seluruh Indonesia melalui film, komik, animasi dan foto, alhamdulillah ! Idealisme memang membutuhkan pengorbanan dan kami senang melakukannya karena kami tidak mau menyesal jika suatu saat sudah tua nanti kami melewatkan hari-hari yang penuh energi tanpa melakukan semua keinginan ini. Bagaimana dengan Anda ? 🙂

Wokshop Komik ADF bersama Peter van Dongen (Belanda) di Erasmus Huis Jakarta

Wokshop Komik ADF bersama Peter van Dongen (Belanda) di Erasmus Huis Jakarta

Tapi persahabatan memang segalanya, bahkan juga hal itu berlaku pada kami yang mantan DJ Radio PPI Dunia yang punya jadwal siaran radio rutin seminggu sekali kala kami masih sama-sama bersekolah di berbagai negara. Aku yang sempat siaran di Freiburg dan Osnabrueck selama periode Mei 2009 – Juli 2011 yang kadang bela-belain bangun tengah malam karena mau siaran, atau terpaksa mengalihkan pada DJ lain kala internet ngadat, dsb membangun kenangan dan agenda bersama setelah kami di Indonesia. Dan pertemuan di UI bulan Maret lalu sungguh kenangan yang indah karena di radio internet-lah kami bertemu dan berkumpul tanpa bertemu muka, tapi akhirnya satu dua kali bertemu jua sejak tahun 2012 lalu kala ulang tahun Radio PPI Dunia berlangsung, selalu berusaha bertemu setiap tahun dan berhaha-hihi bersama disertai tukar informasi dan pengalaman khususnya dalam mendapatkan beasiswa, sesuatu yang kami pertahankan meski kami sudah jarang siaran lagi ! 😀

Reuni Radio PPI Dunia di UI - Maret 2013

Reuni Para DJ Radio PPI Dunia di UI – Maret 2013

Bulan-bulan yang padat dengan berbagai pekerjaan, terjun lagi untuk menangani isu keterbukaan informasi publik, serta berbagai hal menyangkut pembangunan kepariwisataan sungguh membuat hari-hariku sangat padat dan menyenangkan. Suka duka mengonsep naskah membuat peraturan menteri, berbagai diskusi yang dilakukan diselingi kunjungan teman-teman Brazil dan mengantar Camila dan Bruno keliling Bandung (termasuk menikmati berendam air panas di Ciater dan menginap di Lembang), Jogja (keliling keraton, Malioboro, juga berhujan-hujan saat berkunjung ke Borobudur), serta keliling Kota Surabaya seharian sebelum menikmati keindahan Bromo (dengan menumpang kuda setelah menuruni tempat meilhat matahari terbit untuk melewati lautan pasir menuju kawah yang berasap belerang itu) membuatku sungguh merasa bangga karena dapat menunjukkan keindahan Indonesia pada mereka yang jauh-jauh terbang dari Jerman dan Brazil ! Dan tebak, ternyata banyak teman-teman kami yang antri untuk mengunjungi Indonesia loohh, mulai teman-teman dari Colombia, lagi-lagi Brazil dan juga negara-negara lain 😀

Bersama Camila dan Bruno di Gunung Bromo

Bersama Camila dan Bruno di Gunung Bromo

Bahkan saat Bulan Ramadhan yang membuatku dan juga keluarga teringat pada almarhumah Ibu, kami tak ragu untuk tetap ceria, walaupun kadang dalam cerita-cerita yang kami bicarakan, menangis juga jika mengenang Ibu yang selalu ada di hati kami. Hari-hari yang berlalu selama setahun ini sungguh membuat kami makin tegar dan berusaha untuk mengisi hidup lebih bermakna, makin menyayangi Bapak dan juga menyemangati saudara-saudara lain yang tentu saja membuat kami lebih berarti sama halnya kala kami sangat menikmari keceriaan para krucil (yang sekarang jumlahnya sudah enam !) yang mulai sering berkicau dan bertingkah meski kadang menjengkelkan ! Hehe….ketika lebaran pun yang jatuh pada hari ulang tahun Bapak ke-68 membuat kami lebih mencintai keluarga, termasuk selama seminggu ngga berhenti masak karena keluarga besar datang setelah lebaran, dan karena mengadakan pengajian setahun meninggalnya Ibu, sekaligus menyiapkan rumah agar menampung sekian puluh anggota keluarga yang menginap di rumah 😀 aahh, keluarga yang saling menyayangi memang segalanya ! Alhamdulillah….

Kumpul keluarga besar Achmad Soemardi Lebaran 2013 - Rumah tercinta kami di Ngawi

Kumpul keluarga besar Achmad Soemardi pada Lebaran 2013 – Rumah tercinta kami di Ngawi

Tapi ternyata hal-hal terbaik yang kualami selama beberapa bulan terakhir tak berhenti sampai di situ…kenangan dan mungkin juga keisengan kala kuliah di Manajemen Angkatan 93 mendorong beberapa teman untuk mengorganisir berkumpulnya kami yang sudah terpisah-pisah di berbagai kota (Jakarta, Balikpapan, Malang, Surabaya, Probolonggo, dll). Ngumpul di Hotel Bumi Surabaya di hari pertama Bulan September yang dilengkapi dengan berfoto-foto bersama, jalan-jalan ke Bangkalan dan melalui Jembatan Suramadu (akhirnyaaaa kesampaian juga lewat jembatan legendaris ini, hehehe…) dan juga mborong batik yang bikin kalap membuat kami menikmati seharian yang menyenangkan itu, termasuk meluangkan waktu berziarah di makam salah satu teman kami yang sudah mendahului menghadap Sang Khalik, Aria Suteja. Semoga dia tenang di sisiNya, amiin….but, I always miss you all guys ! 🙂

Reuni 20 Tahun M93 di Surabaya dan Bangkalan

Reuni 20 Tahun M93 di Surabaya dan Bangkalan

Memang ada banyak hikmah selama aku tinggal di Jakarta, menikmati kota besar dan tanpa ragu kunikmati jalan kaki setiap pulang pergi rumah – kantor (beberapa kantor malahan ! ) hehehe….meski kadang naik kendaraan umum juga siihhh, membuatku semakin dinamis dan menjalin pertemanan dengan banyak orang-orang berbakar : para desainer, mereka yang sangat kreatif, mereka yang tegar menjalani hidup apapun yang terjadi termasuk orang-orang ‘gila’ yang tidak ragu membiayai idealismenya, semuanya adalah pelangi hidupku ! Sumber-sumber inspirasi berasal dari mana saja, dari berbagai pertunjukan, pameran barang seni, ngobrol tentang mimpi-mimpi yang kadang masih jauh untuk dapat tercapai, jalan-jalan santai di taman, berbagai tontonan film dan berbagai hal yang membuat hidup semakin berwarna. Dari semua itu aku, yang dalam acara tersebut mengenakan selendang songket Pandai Sikek karya Rumah Tenun Pusako, mengenal banyak hal-hal menarik untuk dieksplorasi oleh kita orang-orang muda yang punya dedikasi untuk Indonesia, betapa kayanya negara ini ! Betapa sayangnya jika kita tidak mengapresiasi begitu banyak keindahan dan bakat yang terhampar dari Sabang sampai Merauke, dan dari situlah sebuah Group FB digagas oleh Prof. Biranul Anas yang mendiskusikan tentang kain-kain Indonesia dan kain-kain dunia. Pertemuan dengan para anggota itulah yang barusan diadakan Sabtu lalu, seiring dengan Pameran Wastra Sumba di Museum Tekstil Jakarta, presentasi yang berisi pengetahuan tentang berbagai kain-kain Batik, Ulos, Tenun Dayak, dan juga karpet indah dari Isfahan Iran, juga kain yang sangat tua dari Gujarat India, membuat mata kami semua terbelalak atas keindahan berbagai keindahan karya tangan itu ! Makanan yang dihidangkan dari berbagai daerah atas sumbangan beberapa anggota membuat hari yang panas itu menjadi sangat berwarna, terima kasih, sungguh ! 🙂

Temu Kenal Anggota Kain Indonesia - Kain Dunia di Museum Tekstil Jakarta

Temu Kenal Anggota Kain Indonesia – Kain Dunia di Museum Tekstil Jakarta

Ohya, dalam menjalani hari-hari yang cukup sibuk dengan konsep-konsep serius untuk kemajuan negara, tidak ketinggalan pula lidahku sempat menikmati masakan enak yang dikirim oleh teman baikku dari Bukittinggi…ah betapa aku sungguh merindukan masakan ini sejak bertahun lalu dan baru bisa kunikmati baru-baru ini ! Terima kasih Reiny, itiak lado ijo-nya sangat enaaaaaakkkkk, alhamdulillah 😀

Itiak Lado Ijo dari Bukittingi, pedas-pedas enaaaakk !!

Itiak Lado Ijo dari Bukittingi, pedas-pedas enaaaakk !!

Dan, hari ini pun aku harus bersiap menghadiri acara Rapat Koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia yang membahas pentingnya keterbukaan informasi publik, aaahh pecah telor juga buku panduan yang berbulan-bulan kami kerjakan, semoga bermanfaat untuk pemerintah daerah dimanapun berada, dan mungkin kelak akan keliling Indonesia lagi untuk mendampingi mereka yang akan bertugas melayani permohonan informasi publik, asyiiiikkkkk !!! 🙂

Dan memang, best things in my life semoga tetap berlanjut. Apapun yang terjadi dalam suka dan duka kelak akan menjadi hal-hal indah terbaik yang akan kita kenang kelak. Berjuang dalam hidup, tersenyum dalam doa, dan juga berbagi kasih sayang pada keluarga, teman-teman serta siapapun yang membutuhkan. Bersyukur atas apa-apa yang kita dapatkan adalah bentuk keindahan untuk menikmati keagungan Tuhan, semoga akan selalu begitu, selamanya, amiin….

GDSPLt.15 – 21 Oktober 2013

Iklan

Read Full Post »