Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2014

Foto menarik kondisi banjir dan salah satu Caleg Pemilu 2014 – Sumber : http://www.kabar24.com/images-data/photos

Ketawa lihat foto ini ? Begitulah kenyataannya, poster-poster bertebaran di sekitar wumah warga yang dikepung banjir di Jakarta ! Apakah mereka para caleg itu sudah menengok wilayah yang menjadi konstituennya ? Semoga saja begitu, jangan sampai rakyat cuma dijadikan tempat mendulang suara tanpa ada ungkapan dan bantuan tulus dari para caleg yang sesungguhnya minta tolong untuk dipilih lagi ! Kadang kita jadi berpikir, sebenarnya siapa yang patut ditolong, masyarakatkah yang kena musibah atau para caleg yang seolah mengemis agar kita mau mencoblos namanya di lembar kertas Pemilu tanggal 9 April kelak ? Bahkan ada kasus yang terjadi kala salah seorang caleg memanfaatkan bantuan gratis dari salah satu kementerian yang secara reguler diberikan kepada mereka yang membutuhkan diklaim dan ditempeli stiker seolah hal itu adalah jasa si caleg, haduuuhhh sebegitunya untuk minta-minta dipilih lagi hingga memanfaatkan fasilitas negara 😉

Musibah bencana alam di Indonesia menjelang Pemilu 2014 ini memang akhirnya mewarnai pemberitaan yang meluas tidak hanya di media massa tapi juga di jagat sosial media. Sebut saja Ibu Negara kita yang gemar berfoto ria (tidak masalah soal itu), tapi kesewotan beliau saat menjawab pertanyaan para pengingutnya mungkin membuat kita berpikir ulang juga…apakah nanti kalo memilih presiden baru harus dipertimbangkan juga siapa calon ibu negara ? Hehehe, masyarakat sudah dewasa, media sosial terus merebak seiring bebasnya para pengguna media sosial menampilkan profil, pandangan atau opininya bahkan komentar-komentarnya. Kadang begitu pedas, kadang begitu seru…tetapi sesungguhnya apakah semua perdebatan semua itu akan membuat cara berpikir kita berubah, apakah opini-opini yang beredar serta merta membuat kita belajar alih-alih justru sakit hati dan marah ? Semua kembali ke diri masing-masinglah 🙂

Yang jelas, apapun peran kita dalam menanggulangi musibah dengan beraneka peran yang akan kita ambil sangatlah personal atau bahkan juga komunal mengingat korban sudah begitu banyak. Ini adalah peringatan bagi kita atas kelalaian menjaga alam semesta yang diberikan Tuhan kepada Indonesia : tata kota yang buruk, penebangan pohon liar, bukin-bukit yang marak dengan pembangunan vila mewah, buang sampah sembarangan dan beraneka perilaku yang merusak membuat alam berteriak seiring dengan derasnya hujan yang merajai kawasan pantai utara Jawa hingga pegunungan di Jawa Barat bahkan hingga Sulawesi Utara yang membuat Manado terkena banjir bandang plus membesarnya beberapa aliran sungai di kawasan Sumatera Selatan, Jambi dan Lampung. Akibatnya sudah kita saksikan sendiri…dan semoga kejadian semacam ini ditindaklanjuti dengan pengaturan pembangunan yang lebih baik lagi, tidak sekedar gembar-gembor saat banjir tiba, tapi harus dilanjutkan saat musim kemarau hingga tuntas !

Musibah dan bencana alam yang sangat meluluhlantakkan segala harta benda di seantero Indonesia akhir-kahir ini sebenarnya dimulai dari letusan Gunung Sinabung di Sumatera Utara sekitar empat bulan lalu. Dengan jumlah pengungsi yang telah mencapai 28.000 jiwa yang sungguh memilukan kondisinya: anak-anak bersekolah dengan berdesakan yang menyebar di beberapa sekolah, tenda-tenda pengungsi yang terkadang kurang layak, juga perhatian pemerintah yang masih kurang….ah, tapi dengan kedatangan Pak Presiden yang diharapkan rakyatnya itu semoga mampu menghibur hati. Seperti anak-anak yang mengalami nasib buruk hendaknya para orang tualah yang merangkulnya dan memberikan dukungan moril, itu sudah luar biasa….tapi mengapa empat bulan setelah musibah terjadi beliau baru berkunjung ke Karo ? Hmmmm siapa yang mampu menjawab ini, belum lagi soal kontroversi harga tenda yang akan didiami dan setelah itu akan memgurusi konvensi capres dari partai yang dicintainya itu ? Wallahu’alam

Korban letusan Gunung Sinabung – Sumber : http://www.liniberita.com/wp-content/uploads-RASYID

Berbagai bantuan telah disalurkan, kekompakan warga sangat terasa kini ketika musibah datang, kita harus berbangga karenanya karena Indonesia masih memiliki rasa persatuan 🙂 Tapi Pemilu sudah menjelang, berbagai hiruk pikuk analisis bersliweran dan bencana yang tidak kita inginkan ini tiba-tiba menjadi ajang unjuk gigi mereka yang ingin dipilih, baik sebagai anggota legislatif maupun sebagai presiden dan wakil presiden. Mereka berlomba dengan waktu seiring mungkin dengan surutnya banjir yang mungkin baru akan terjadi beberapa minggu ke depan.

Apapun itu, kita memang harus berhati-hati dengan setiap perilaku yang kita perbuat. Merasa tetap optimis di tengah perayaan Tahun Baru 2014 lalu dengan segala gegap gempitanya seolah hilang dengan munculnya berbagai bencana akibat perbuatan kita sendiri yang lalai menjaga alam. Hidup akan terus berjalan, masyarakat Indonesia haruslah kuat dan kelak kita harus yakin dalam memilih pemimpin baru yang tepat, bukan mereka yang sok jagoan dan banyak omong, tapi mereka yang benar-benar bekerja. Apresiasi atas kinerja para calon memimpin kita harus dinilai obyektif agar kelak kita tidak harus menanggung sesal yang berkepanjangan.

Opmitislah bangsaku, kita mesti bersatu padu melewati semua yang harus kita hadapi, baik dalam suka dan duka !

Cikatomas, 23012014

Read Full Post »