Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2014

hello September

Apa yang kamu pikirkan tentang September ? Apakah September hanya sekedar nama bulan dalam setahun penaggalan Masehi ? 😉 Yang jelas bagi saya September adalah awal keromantisan musim hujan, aaahh tapi mungkin ngga tepat juga sih karena kadang hujan sudah turun mulai Juli atau Agustus seperti tahun ini…atau mungkin kalau teringat saat masih tinggal di Jerman beberapa tahun lalu, September adalah awal musim gugur yang indah ! Hawa mulai dingin, dan daun – daun berubah warna menjadi kuning, merah, lembayung….aahh, aku selalu menyukai musim gugur, seiring rontoknya dedaunan berwarna-warni yang membuat jalanan menjadi semburat pelangi, deuuuhh sok romantis ! 😀

Salah satu tanggal yang penting yang kuingat adalah tanggal 7 September adalah salah satu hari di awal September yang menyisakan pilu bagi kita semua, meninggalnya Mas Munir di pesawat Garuda dalam perjalanan Jakarta – Amsterdam sepuluh tahun lalu 😦 Siapa tidak kenal almarhum ? Ya, dialah itu yang jadi pejuang mereka yang termarjinalkan, aku mengenalnya sejak di bangku kuliah kala sering diskusi dengan Mas Munir, Mas Dedi dkk di LBH Surabaya. Ahhh, berita sedih itu sampai karena aku dikabari salah seorang sahabat melalui telepon, dan karena belum marak dengan media sosial (meski saat itu sudah ada Friendster, ngacung siapa yang sempat punya akun di medsos ini !) maka sms-lah yang paling efisien dan cepat ! Maka ku-sms-lah beberapa kenalan yang punya pengaruh saat itu mengabarkan tentang meninggalnya Mas Munir, termasuk diantaranya Roy Suryo (ya, dia yang jadi Menpora sekarang ! Aku mengenal Mas Roy saat wawancara di rumahnya di Jogja kala PUPUK – Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil, lembagaku di Surabaya mengadakan penelitian tentang monopoli jaringan telepon oleh PT. Telkom). Tak lama kemudian Mas Roy mengontakku untuk memastikan bahwa berita itu benar (aku tak tahu apa Mas Roy kenal secara pribadi dengan Mas Munir, tapi sebagai tokoh yang berpengaruh di bidang telekomunikasi tentu dia punya kepedulian untuk menyebarkan secara lebih luas berita sedih itu), ketika aku bilang bahwa berita itu benar, Mas Roy pun menyatakan akan menyebarluaskannya, dan akhirnya memang berita mengejutkan ini segera menjadi booming seiring dengan berbagai spekulasi siapa dalang pembunuhan almarhum….

Munir1

Tapi, sepuluh tahun telah berlalu sejak 2004 silam dan sepertinya dalam pembunuhan itu masih gelap meski Polycarpus (sang pilot Garuda yang diduga terlibat pembunuhan) telah dihukum penjara bertahun-tahun. Publik tidak puas, pun Mbak Suciwati, yang hingga kini menanti keadilan tentang siapa pembunuh suaminya… Dan ternyata, pada tahun 2000 silan Mas Munir penah mendapat penghargaan ‘The Right Livelihood Award’ (RLA, atau lebih dikenal sebagai Hadial Nobel Alternatif), sebuah penghargaan bergengsi tanpa dikotak-kotakkan dengan kategori dimana calon diusulkan dan dinilai oleh panitia yang bekerja sangat efisien. RLA ini di kalangan para aktivis NGO adalah ajang untuk saling menguatkan, terbukti pada tahun 2010 lalu saat RLA telah berusia 30 tahun, panitia menyelenggarakan konferensi besar di Bonn yang dihadiri oleh seluruh pemenang termasuk Vandana Shiva, seorang tokoh lingkungan yang terkenal dari India dimana dia juga salah satu pemenang RLA. Pada saat itu, aku dan dua orang teman dari Indonesia terpilih bersama-sama dengan puluhan mahasiswa muda yang belajar di Jerman (kebetulan sebagian adalah penerima beasiswa DAAD) menjadi generasi muda penerus perjuangan para pemenang RLA tersebut. Di forum itulah aku berjumpa dengan Mbak Suciwati, yang hadir mewakili almarhum suaminya, sungguh luar biasa berjumpa dengan keluarga tokoh Indonesia yang bahkan saat di Indonesia pun kami ngga pernah bertemu 🙂

RLATapi tak apalah, yang penting kami kini mengerti bahwa perjuangan memang tidak boleh berhenti demi menegakkan keadilan. Ssstt termasuk dalam hal memakai hijab yang bagi muslimah menjadi kewajiban, dan sungguh ternyata pada bulan September ini pula, tepatnya tanggal 4 September, merupakan Hari Hijab Sedunia yang diperingati untuk menguatkan solidaritas bagi muslimah untuk menggunakan hijabnya dalam kehidupan sehari-hari, di berbagai belahan dunia. Dan aku termasuk beruntung karena selama perjalananku bertahun-tahun di negeri orang dimana kaum muslim adalah minoritas, mereka para kawan dan sahabatku sangat menghormati diriku, alhamdulillah….

hijabAhh, September….musim hujan di Indonesia akan segera datang dan kita wajib mensyukurinya bahwa anugerah yang Maha Kuasa ini akan menghidupkan tanah dan kesuburannya untuk dimanfaatkan oleh makhluk hidup di sekitarnya 🙂

PoinMasRaya8 – 04092014

Iklan

Read Full Post »

laughHei, setelah mengarungi hidup baru bersama suami selama lima bulan rasanya memang lain 🙂 Alhamdulillah sejauh ini saya tidak salah memilih laki-laki yang insyaallah akan menjadi bapak anak-anak saya, amiin…. Kebutuhan akan tertawa bagi saya yang akan menjelang 40 tahun ini (eeh, kata teman alumni Al-Islam, umur saya menurut hitungan tahun hijriah sudah 41 tahun !) ternyata semakin membesar hehehe…. Bayangkan, tanggung jawab untuk menjalani hidup dengan ‘orang asing’ yang baru saya kenal beberapa bulan (hmmm sebenarnya sudah hampir setahun siih kenalannya, hihihi…) ternyata menuntut kesabaran yang luar biasa ; penyesuaian diri soal standar kebersihan, kedisiplinan, cara berkomunikasi dengan pihak lain, perbedaan pandangan bahkan estetika pun turut menjadi bunga atau duri yang harus dikompromikan ! Naaahh, tertawa lepas menjadi sesuatu kebutuhan yang sangat pokok kan ? 😉

Untungnya suami saya memang humoris, hal-hal yang menurut dia biasa aja ternyata bisa bikin saya ketawa ngakak bin nangis saking lucunya. Ada kalanya sesuatu gerakan konyol pun menjadi hiburan kala suntuk setelah seharian di kantor….ssstt, bagusnya lagi meski saya suka masak (tapi masaknya kalau di dapur sendiri ya !) suami saya ngga menuntut saya harus masak sendiri atas makanan yang akan kami santap. Lagian nih ya, tinggal (sementara) di rumah mertua dimana punya Mak (panggilan pada ibu mertua) gemar memasak (karena dulunya adalah penjual sate dan aneka sop) setiap hari (kecuali kalau sakit), sungguh anugerah yang luar biasa, alhamdulillah…. Ngga mau ah bersaing sama Mak yang jago masak itu, hihihi…apalagi kami sebenarnya juga lumayan sering sih makan di luar sambil berangkat ke kantor atau pulang kantor, atau sekedar hunting tempat makan baru khususnya di akhir pekan sambil sepeda motoran, seru kan ? Jadi, hidup bersama dalam sebuah pernikahan ini insyaallah akan terus dibuat asik begini, ngga perlu ada beban berlebihan meski kadang ada pertengkaran juga kecil-kecilan, yang rasanya kalo mulus-mulus aja dan ngga pake berantem itu ngga seru ya ? 😉

Yaah, beginilah jadinya…tinggal menunggu Allah memberi kepercayaan berupa buah hati, soalnya semuanya sudah lumayan beres semampu apa yang kami bisa ; mulai dulu saat abis nikah syukuran di Solo dan ngumpul sama teman-teman SMA, syukuran di lingkungan saya tinggal sebelumnya di Rusun Tanah Abang, syukuran di rumah mertua sambil ngurusin Bapak, adik, tante dan keponakan datang ke Jakarta, syukuran dengan teman-teman di Jakarta…syukuran apalagi ya ? Hihihi, abisnya pada protes kalo ngga ada ngumpul-ngumpul bareng ! 😀 Pindahan dari Jakarta ke Depok pun lancar, meski barang banyak yang ditinggal dan diberikan ke yang membutuhkan, ngutak-utik pernak-pernik agar lebih efisien dipajang (abisnya ‘kekuasaan’ pengaturan sepenuhnya dari 36m persegi berubah hanya menjadi 10m persegi) meskipun rumah mertua memanjang dan dan cukup luas ternyata membutuhkan otak yang berputar juga, hahahaha…. It’s OK, yang penting tetep punya wilayah kekuasaan yang sepenuhnya saya yang ngatur, dan homy juga loooh ternyata, apalagi jendela kamar lumayan lebar….yang anehnya dengan full wi-fi belum mampu juga membuat saya rajin ngeblog, duerrrrr !!! Nah, nah, naahh….excuse-nya (ups !) kerjaan jadi tambah lancar tanpa khawatir terbengkalai karena alasan jaringan internet ngga ada kaya’ dulu, alhamdulillah. Yap, soalnya suami saya emang orang IT yang harus selalu terkoneksi dengan internet, dimana sepertinya saya jadi istri kedua setiap malam dibanding laptopnya, hahaha…. Ngga apa kok, yang penting kan tidak harus malam hari berduaannya, cieeeee 😀

Dalam kurun waktu sekian bulan kami pun mengalami banyak hal, semisal jalan-jalan ke Malang yang perjalanannya bikin bete karena penerbangan delay (ngga kira-kira pula lamanya !) hingga agak kleleran di bandara, memutuskan membeli mobil untuk keperluan keluarga meski suami lebih suka naik motor kemana-mana dan saya lebih suka naik angkot dan bus kalo ke kantor (males nyetir sendiri karena ngga kuat macetnya cing !), menghadapi situasi dimana saya harus mulai belajar ngurusin mobil yang bemper belakang penyok karena mundur tak teratur dan nabrak pohon (huaaaa, untung ada asuransi !), sampai mengalami Ramadhan pertama dalam sebuah ikatan pernikahan (sahur dan bukanya tetep dimasakin Mak-lah, saya kebagian nyiapin yang kecil-kecil saja, hihihi), mudik bareng mulai naik taxi – pesawat – kereta – becak – bus dan bentor hingga pulang ke rumah, bahkan sampai jalan-jalan keliling Jogja pas mau balik ke Jakarta, eh Depok dan memutuskan jalan-jalan naik motor menyusuri Cibinong – Bogor – Ciawi – Cisarua – Puncak – Cipanas pp dalam waktu sembilan jam ! Ampuuunn, tapi Allah Maha pengasih dan Penyayang, kami selamat menjalani semua itu, bahkan selamat tidak berdebat sampe babak belur karena ternyata kami sama pilihannya saat pilpres (loohhh !) hahahaha….pokoknya peace ah, hingga berpetualang bareng puasa-puasa kehausan ditengah Konser Salam Dua Jari 😀

Begitulah sobat, hingga lima bulan ini, cinta kami tetap membara (aaaah, banyak orang bilang.’Ya iyalah, kan pengantin baru !’) … eeh, jangan salah ya banyak yang sudah bosan dengan suami/istrinya padahal barusan nikah karena mungkin pacaran kelamaan atau kebanyaan kerjaan, haha…jangan sampai terjadi deh, dan saya sendiri meski masih punya seabrek kegiatan, urusan kerjaan tetep nomor dua, kalau malas ke kantor atau kerjaan bisa dilakukan di rumah mengapa tidak ? Kecuali kalau ada pertemuan dan urusan turun lapangan dan sebagainya baru deh berusaha ke kantor atau ngurusi kerjaan, kalau ngga ada yaaah target harus dipenuhin laah ya, dimanapun saya berada dan sering-seringnya sih di rumah 😀

So, selama cinta selalu ada, maka kita akan baik-baik saja untuk menyongsong hidup yang lebih baik dalam lindunganNya, amiin…

PoinMasRaya8 – 03092014

Read Full Post »