Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2016

Entah kenapa sejak setahun lebih aku belum juga nulis di blog ini, padahal duluuuuu tahun 2004-an deh pas aku masih sibuk-sibuknya jadi direktur di LSM tempat aku bekerja, eh beraktivitas hingga sekarang malah tiap hari aku bisa nulis di blog (dengan alamat yang berbeda : http://www.early.blogdrive.com kalau ngga salah) ! Yaahh, selalulah aku (dalam hari) beralasan ngga ada waktulah, sudah terwakili dengan nulis status di facebook-lah (yang itupun akhir-akhir ini jarang banget juga aku lakukan, palingan menuliskan kometar awal sebuah link yang akan kuposting di dinding akun facebook-ku alias tidak menulis secara utuh pemikiran tanpa harus merujuk langsung dari link artikel dari media online), atau memang sempat berpikir lebih baik berbagi-bagi (eeh, ini kata ulang yang benar ngga sih ?) artikel/berita/cerita orang lain sajalah, yang penting sesuai dengan pemikiran kita dengan dibumbui komentar awal berdasarkan pengalaman kita, karena pada dasarnya aku memang suka berbagi. Betulkah cukup hanya seperti itu ? Dan pertanyaan semacam itu menjadikanku cukup merasa bahwa menulis secara utuh kadang tidak perlu, padahal dulu (dan masih juga siih hingga sekarang) cita-citaku adalah menjadi penulis, selain punya kedai cantik berisi buku-buku dan sesekali ada musik asik (atau klasik) yang dimainkan disana.

Bagaimanapun dunia tulis menulis tidaklah asing bagiku, sejak SD suka mengarah, pas SMP aku sempat jadi penulis naskah drama yang dimainkan oleh teman-teman pramuka (SMP Negeri 2 Ngawi) dalam pementasan drama radio (RKPD Ngawi), sayangnya aku malah ngga ngasih peran bagi diriku sendiri sampe guru pembina pramuka heran, kok bisa ngga mau menonjolkan diri ? (Cieeee). Ya begitulah, kadang aku malas untuk tampil, kadang pula pengen banget tampil, hehehe…kebetulan saja waktu itu aku lagi males, jadi cukuplah jadi penulis skenario drama radio 😀 Lanjuttt, semasa SMA (Al-Islam 1 Solo) aku yang sejak kelas satu sering mengisi artikel di majalah dinding sekolah, dengan beberapa teman mulai menghidupkan lagi ‘karir’ menulisku (tepatnya sebagai jurnalis), dengan menghidupkan lagi nama majalah sekolah (dan aku lupa nama majalahnya itu, hadeuuhh) yang penuh perjuangan karena belum didukung dana dari sekolah, sehingga terpaksa kami berhutang cetak majalah ke kakak kelas yang keluarganya punya usaha percetakan di Solo. Majalah kami sukses karena memang adik-adik kelas kelas satu yang baru masuk tahun ajaran baru diwajibkan beli, hihihi…pihak sekolah pun percaya kami bisa mengelola majalah (horaaayyy !!). Dan tentu saja karena masa SMA cuma tiga tahun ya akhirnya pengelolaan majalah harus diserahkan ke adik-adik kelas. Pada masa itu pun aku sudah mulai menulis puisi-puisi yang sempat pula kubacakan saat lomba di Kantor Pos Solo (sayangnya ngga menang). Puisi menjadi salah satu kegemaranku karena sejak TK dan SD aku sering baca deklamasi (hehehe…itu istilah untuk tampil berpuisi dengan cara menghafal), dan pas SMA pun aku ikutan kegiatan teater, ikutan pentas drama radio di RRI Solo plus tentu saja berpuisi yang sempat pentas di Stadion Sriwedari Solo (doohh tahun berapa itu ya, mungkin 1992). Memasuki dunia kampus, naaahh kumat lagi penyakitku sebagai jurnalis lokal alias ngurusin majalah kampus FE (sekarang namanya FEB : Fakultas Ekonomi dan Bisnis) Universitas Airlangga. Hampir sama dengan kisah jaman SMA, kami beberapa orang seangkatan (FE 93) dan angkatan sebelumnya (FE 92) dibantu angkatan sebelumnya lagi (yaaah kalau kuliah kan masanya lebih lama dibanding SMA, ya ngga ?) lagi-lagi menghidupkan majalah kampus yang sudah tidak terbit selama setahun, namanya SEKTOR. Pernah bahkan pas reporter lainnya banyak yang ujian, harus nyelesaikan tugas makalah dan lain-lain, eeehh tinggal berempat yang ngerjakan majalah itu dan tentu saja cuma aku yang perempuan karena saking sudah cintanya sama majalah kampus, halaahh… 😀 Makanya aku heran juga kenapa akhir-akhir ini males banget nulis lagi, padahal asupan nulis yaitu membaca, itu harus disalurkan melalui tulisan. Jadi memang betul bahwa jika banyak membaca seharusnya membuat kita banyak menulis, karena begitulah ada yang masuk dan yang keluar, dalam hal ini pengetahuan dan ide, karena kalau tidak konon hidup Anda tidak akan seimbang. Nah looohh…

Tapi ya, emang sih dari pengalamanku kalau sudah begitu banyak membaca buku dan hanya dipendam saja sebagai pengetahuan sendiri rasanya kok ngga enak ya ? Makanya itulah mesti banyak nulis juga, ngalir ajalah seperti hari ini yang tanpa rencana pengen nulis dan tiada berhenti hingga beratus kata. Apa makna dari semua ini ? Membaca, mencari pengetahuan baru, berusaha mengerti adalah tuntutan agama (Islam, sebagai agama dan juga sebagai kewajiban untuk menuntut ilmu), maka membacalah dengan sepenuh hati dan jiwa, maka pengetahuan itu akan meresap dalam dalam dirimu, pertama di otak atau pikiran kita dan kemudian dalam hati ini. Lantas bagaimana dengan menulis ? Naah, menulis adalah salah satu penyaluran hasil membaca plus merupakan warisan yang tiada akan hilang bagi generasi berikutnya, cieee….tapi beneran looh, dengan menulis maka ‘hidup’ kita seolah abadi karena akan tersebar buah pemikiran kita, seremeh apapun itu jika boleh dikatakan bahwa pemikiran ada juga yang dianggap remeh (duuhh kok jadi kepikiran ngumpulin lagi arsip semua tulisan yang pernah kubuat ya ?). Dan satu hal lagi, dengan telah masuknya era digital di dunia ini maka jejak digital tulisan kita pun akan dengan mudah untuk ditemukan, dibaca, dan kemudian juga dikritisi. Tenaaangg, dikritisi artinya tulisan kita kemungkinan dinilai cukup berharga sehingga ada yang membaca dan meresapi apa yang kita tulis…beneran looh, seneng banget rasanya kalau ada mengomentari tulisan kita, contohnya tulisan-tulisan di blog ini yang kadang tanpa kutahu ternyata cukup menginspirasi, membuka kenangan lama atau bahkan mendorong pembaca untuk tahu lebih banyak lagi. Percayalah…

Jadi, selamat banyak membaca dan banyak menulis juga yaa 😉

Kabur bentar aaahh, karena ada pameran buku di JCC yang ngga boleh dilewatkan begitu saja !

Ciao !

Mampang Depok – 02102016

Read Full Post »