Feeds:
Tulisan
Komentar

Ditemani suara Michael Buble yang mengalun pelan dan kadang rancak dengan jazz-nya yang khas, aku jadi berpikir bahwa kadang hidup memang penuh hal yang misteri. Apakah itu? Bukankah manusia saja yang memang suka melebih-lebihkan dalam menjalani hidup? Padahal hidup itu sangatlah sederhana, walau kadang tidak mudah….

Dalam kehidupan ada berbagai macam hal yang membuat segalanya tampak rumit, walaupun sebenarnya kesederhanaan hidup itu akan selalu ada dalam setiap detik ketika kita bernafas. Pertanyaan demi pertanyaan mengapa hidup begini dan begitu kadang justru membuat kenyamanan menikmati hidup menjadi terganggu. Hmmm sementara itu masih banyak juga yang untuk hidup sederhana saja masih susah…lihatlah lingkungan sekitar kita yang masih dalam kondisi terpuruk, sedih sekali jika kita tidak bisa berbuat apa-apa, padahal sekali lagi…kita bisa berbuat sesuatu.

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, dan untuk dapat hidup sederhana secara layak..maka diperlukan tolong menolong antar sesama yang akan membuat segalanya menjadi berarti. Percayalah, menyayangi sesama itu adalah anugerah yang luar biasa dan disitulah kiranya kita akan menjadi manusia yang seutuhnya….

Maka, inilah salah satu syair indah tentang bagaimana kita perlu bijaksana dalam memandang hidup :
..sahabat yang selalu ada, dalam suka dan duka
mengapa bintang bersinar, mengapa air mengalir, mengapa dunia berputar lihat segalanya lebih dekat dan kau akan mengerti…:)

Ya, menjadi dewasa dan bijaksana adalah sebuah pilihan akan kesederhanaan hidup, kita akan merasakannya setiap saat ketika hati jernih dan ketika jiwa kita selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikanNya.

PS. Catatan tentang cinta dan kehidupanku…seperti anak-anak kecil yang bermain air di parit Freiburg yang mempesona itu, sederhana dan bahagia..:)

DSCN1359

Hari ini seratus tahun lalu lebih, Kartini lahir di Jepara…
Ada yang tidak biasa dalam diri gadis Jawa itu, hmm mungkin juga sama denganku dan sekian ratus ribu perempuan lain di Indonesia yang kadang masih dianggap ‘aneh’ ketika memilih untuk melakukan kegiatan yang agak keluar jalur tradisional peran perempuan.

Tapi Kartini tetap berusaha untuk teguh hati melalui surat-surat yang ditulisnya. Menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya membuatnya sejenak mampu menepis kegundahan hidup yang dijalaninya saat itu. Apakah Kartini bahagia meski menjadi istri ketiga seorang Bupati? Entahlah, yang jelas apa yang Kartini lakukan membuat banyak pihak simpati. Bertubi-tubi dorongan semangat datang dari teman-temannya yang orang Belanda itu, tetapi Kartini tahu bagaimana menempatkan dirinya, melakukan yang terbaik bagi dirinya dan keluarganya. Bahkan tawaran beasiswa sekolah ke Ngeri Belanda pun ditampiknya, dan diberikannya kepada Agus Salim, laki-laki pintar nun jauh dari Sumatra yang dikenalnya dari berbagai informasi yang sungguh terbatas saat itu.

Sungguh, kadang-kadang kerelaan berkorban ternyata tidak serta merta akan mendapatkan balasannya. Banyak sekali analisis para tokoh terhadap Kartini, tetapi novel karya Pramudya Ananta Toer itulah yang menggelitikku. “Panggil Aku Kartini Saja”…tanpa embel-embel yang seolah memberatkan, tanpa maksud untuk menjadi tokoh pejuang, just call me Kartini….:)

Ketika menuliskan semua ini, rasanya hidup sebagai perempuan tidaklah berat. Allah sudah memberikan porsi yang jelas, mana kodrat laki-laki dan mana kodrat perempuan. Selebihnya, tinggal bagaimana kita mampu menempatkan diri kita sebaik-baiknya di keluarga, masyarakat dan lingkungan yang lebih luas lagi.

Maka tetaplah tersenyum wahai saudara perempuanku, apapun peran yang Anda jalankan, asal tahu konsekuensinya dan paham apa arti kebebasan yang sesungguhnya, maka itulah yang terbaik buatmu. Tetapi ingatlah, nilai-nilai yang berkembang saat ini menuntun kita untuk bersikap bijak, dan semua juga tahu kalau sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, termasuk kebebasan, dan ini berlaku baik untuk laki-laki dan perempuan.

Mengenang Kartini di kala sendiri…membuatku doa’ku semakin terpatri, bahwa hidup bukanlah sekedar menjalani, tetapi ada tanggung jawab yang harus diresapi dan dipenuhi untuk generasi yang kita kasihi.

Happy Kartini’s Day…

Keterkejutan karena dalam waktu singkat harus sudah membereskan semuanya, mengatur pekerjaan sana-sini, mengurus segala sesuatu tentang keberangkatan sekolah ke Jerman ternyata bukanlah hal yang mudah. Tapi ya..ternyata itulah yang harus kujalani, harus sabar jika mengalami kesulitan (seperti ngurus visa yang persyaratannya ngga segera terpenuhi, melakukan banyak pekerjaan justru ketika harus berbenah menjelang keberangkatan, juga bongkar dan bongkar lagi koper yang harus dibawa di saat-saat terakhir karena berusaha keras sesedikit mungkin yang perlu dibawa biar ngga repot nyeret-nyeret bawaan pas di Jerman nanti hehe…). Dan akhirnya saat keberangkatan itu datang juga…diantar oleh keluarga tercinta di Bandara Juanda Surabaya, plus para sahabat dan someone special di Cengkareng Jakarta, diantara tangisan dan ucapan terima kasih atas dukungannya selama ini….hmm moment yang tak terlupakan ketika perpisahan itu memang harus dialami untuk menjadikan diri ini menjadi lebih baik untuk menuntut ilmu di negeri orang. So, keep smile..karena masa depan yang tidak terduga sedang dijalani, inilah antara lain proses alami yang mungkin harus dilakukan oleh semua orang yang ingin meningkatkan kualitas hidupnya.

Dan, setelah menempuh perjalan kurang lebih 20 jam dari Jakarta – Frankfurt (dengan transit di Abu Dhabi selama 5 jam yang melelahkan), akhirnya sampailah kami berenam di Frankfurt. Bertanya sana-sini tentang bagaimana kami harus menuju Freiburg yang termasuk wilayah Baden Wutenberg (yang berbatasan dengan Swiss), akhirnya kami sampai juga pada penantian kereta antar kota (DB) di Franfurt, wuiiiiiiih hawa dingin langsung menerpa manakala kami keluar dari komplek bandara dan stasiun di Franfurt, brrrrr itulah pengalaman bersentuhan langsung dengan udara dingin di musim semi yang indah:)

dscn0031

Lanjut Baca »

Pagi hari, tanggal 30 Januari 2009, seperti biasa aku mengecek email di beberapa alamat email yang aku miliki. Dan, akhirnya email yang ‘mengejutkan’ itu masuk ke salah satu inbox emailku : pemberitahuan dari DAAD tentang aplikasi sekolah S2 yang ternyata diterima dan didanai melalui beasiswa Pemerintah Jerman selama 2,5 tahun:) dan di email itu disebutkan bahwa aku harus sudah ada di Jerman pada bulan April 2009 untuk memulai kursus bahasa Jerman selama 6-7 bulan sebelum kuliah berlangsung karena semua bahasa pengantar kuliahku nanti menggunakan Bahasa Jerman! Wowwwwww……aku insyaallah akan kuliah di FH Osnabrueck (kota kecil sih, tapi sepertinya menyenangkan juga hehe), alhamdulillah…

osnabrueck

Rasa senang, kaget, bingung dan memikirkan karena harus menyelesaikan banyak hal segera membayangiku. Ketika aku menelpon dan sms ke ayah ibuku, adik-adikku, teman-temanku…huh, rasanya pengin nangis, membayangkan akan berpisah sekian lama, bagaimana jika aku kangen, bagaimana jika ada hambatan dalam studiku? Tapi, aku berusaha menguatkan hati, bukankah ini yang aku inginkan dan impikan sejak dulu? Bukankah aku udah mencanangkan diri ingin ‘refreshing’ dari aktivitasku sekarang dengan sekolah lagi? Dan tentu saja jelas aku tidak mau melewatkan kesempatan ini. Walau aku tahu aku masih memiliki banyak tanggungan yang harus secepatnya dilakukan : mengundurkan resmi sebagai direktur, mulai mengatur manajemen kantor, menyelesaikan berbagai proyek yang masih kutangani, mengurus visa secepatnya plus memenuhi berbagai persyaratannya, de el el yang membuatku harus bisa akrobat mengatur waktu. Belum lagi mengadakan berbagai diskusi untuk transfer informasi dan merencanakan ulang termasuk mencari orang-orang yang akan menangani berbagai aktivitas yang telah kurintis selama ini. Sayang kan kalau berhenti begitu saja? Seperti pengembangan komunitas kreatif di Kota Surabaya, membuat website Dewan Kota Surabaya….tapi sungguh pun demikian, ada juga beberapa kegiatan yang masih bisa kutangani dari jauh…menulis revisi buku panduan PTSP, menulis proposal, membuat laporan dsb.

Jadi, beginilah aku saat ini…hmmm berkutat dengan berbagai persiapan, sambil menulis revisi buku panduan PTSP yang dimulai sejak kemarin, mengambil foto bersama dengan teman-teman di Kota Bogor yang dingin:) dan kejutan yang menyenangkan ini akan terus berlanjut dengan berbagai hal yang ternyata tidak mudah, karena kadang saling menunggu, sehingga tidak bisa langsung selesai sebagaimana yang kuharapkan.

But I just keep my smile…I’m sure that everything will be OK and may Allah always bless me and family also my friends in our life, ameen..

Hmmmm setelah sekian lama, akhirnya aku nulis juga soal Roemahku dan Solo Batik Carnival…tapi, kenapa baru sekarang? Padahal aku kenal baik dengan kota budaya ini sejak berpuluh tahun lalu! Waktu itu…aku kan menghabiskan masa remajaku di Solo nan elok ini, biaya hidup murah, dan di sekolahku (Al-Islam I Jl. Honggowongso itu) aku telah mengenal berbagai budaya di Indonesia lho! Karena teman-teman sekolahku juga berasal dari berbagai pelosok Indonesia, ada orang Minang (halo Eriyanto..dimana kamu berada kini?), ada Kasih yang dari Palembang, ada Edo yang keturunan Batak, ada yang dari Papua, juga teman-teman keturunan Flores, Jakarta, dan yang paling banyak tentu dari Jawa, yang dari Klaten buanyakkkkk hehe….

Pengalaman yang akan disajikan berikut adalah ketika setelah sekian belasan tahun aku jalan-jalan lagi di Solo, hmmm pas libur Lebaran tahun 2007 lalu..tepatnya makan-makan dan explore di Kampung Batik Laweyan juga pas mau lihat acara Solo Batik Carnival tanggal 12 April 2008 lalu..hehe, udah agak lama sebenarnya (hmmm saya bela-belain pulang kampung dulu ke Ngawi dari Surabaya, memboyong bapak, ibu dan adik ke Solo berangkat mulai pagi jam 6, kami pikir acaranya pagi…eh, ternyata mulai siang hari!). Tapi ngga apalah, soalnya kegiatannya bagus kok, lagian kenapa saya baru tulis sekarang soalnya sekalian memeriahkan Tahun Ekonomi Kreatif Indonesia 2009! Apalagi Solo sedang menggeliat dan mendandani kotanya sedemikian rupa dengan mengadakan berbagai even plus melestarikan budaya Jawa yang kentalllll banget! Jadilah, kota kreatif ini menjadi inspirasi banyak pihak untuk membangun kota menjadi lebih ‘hidup’ dan mendapatkan penghasilan yang tidak sedikit dari berbagai kegiatan yang diadakan.

Salah satunya adalah dengan upaya Ibu Nina Akbar Tanjung yang menyulap sebuah rumah tua di Kampung Batik Laweyan (tepatnya Jl. Dr. Radjiman Solo) menjadi hotel dan resto yang asyik punya deh! Hehe, sekalian promosi karena teman baik dan sekaligus Ketua Komunitas Historia Indonesia, Kang Asep Kambali, ternyata sekarang jadi manajer Roemahku!:) tapi..memang Roemahku memang menyenangkan, antik, hommy..dan membuat keponakan yang ikut jalan-jalan di sana merasa kerasan seperti di rumah sendiri….

dscn5712

Dan inilah suasana Roemahku yang hangat itu, yang membuat kita merasa nyaman dengan gamelannya yang kadang dimainkan…..

dscn5676 dscn5679

Lanjut Baca »

Ini Medan Bung!

Catatan tentang perjalanan mengunjungi Medan sekitar 2 – 3 tahun lalu, hehe udah cukup lama ya?:) itu terjadi kira-kira pada bulan November 2006 dan Maret 2007….

dscn1310

Tapi Medan memang unik meski agak semrawut lalu lintasnya, belum lagi kalo mati lampu hehe, ya…nikmatin sajalah, yang penting di sana kita bisa makan enak di kawasan kaki lima Jl. Pagaruyung (dekat Kampung Keling India, itu tuh yang ada kuil Hindu yang lumayan cantik ornamennya!). Sayangnya saya tidak mengambil gambar suasana jajanan malam di sana plus kuil Hindu itu…Ada juga tempat hang out yang lumayan oke di daerah Kesawan atau di sekitar Alun-Alun Merdeka yang disulap menjadi tempat ngobrol enak dan cukup cozy juga dengan lampur warna warni mulai sore hingga malam hari

Yang jelas, kalau ke Medan, jangan lupa jalan-jalan di beberapa temat bersejarah, dinataranya Masjid Raya Medan dan Istana Maimun. Lokasi kedua tempat ini memang sangat dekat sehingga memungkinkan kita untuk jalan kaki dengan nyaman di sekitar lokasi itu plus berbelanja di pusat pertokoan dekat situ, hmmmm

dscn0792 dscn0797 dscn0801 dscn0804

Istana Maimun Medan yang menyisakan sepenggal sejarah Kesultanan Deli ini sayangnya terkesan hanya dirawat sekedarnya, kemungkinan tiadanya biaya yang cukup untuk pemeliharaan membuat istana yang sebenarnya canti ini menjadi sedikit terbengkalai meskipun banyak juga pengunjung yang datang. Yang paling diingat tentu adalah Sultan Deli saat ini yang masih duduk di bangku SD yang naik tahta menggantikan ayahnya yang gugur di Aceh (yang waktu itu masih ada peperangan antara RI dan GAM). Sultan kecil ini sementara ini masih tinggal di keluarga ibunya di Makassar Sulawesi Selatan.

Sementara Masjid Raya Medan yang cukup megah dan masih terawat dengan baik ini terletak di seberang Istana Maimun…Dengan dekorasinya yang cukup apik model adaptasi gaya arsitektur Eropa, maka masjid yang selalu ramai menjadi tempat ibadah ummat muslim ini masih terawat dengan baik, hmmmm

dscn0788

Jadi, datanglah ke Medan kawan, di sana Anda akan bisa berkesempatan mencicipi dan tahu lokasi pembuatan kue Bika Ambon dan Bolu Meranti yang uenakkkkk itu plus bisa membawa pulang durian (yang dikemas dalam wadah Tupperware) itu!:)

Save Palestine!

Aku memandang sedih pada buku yang baru selesai aku baca….

dscn9729

Dan, sehari kemudian darrrrrrr! Serangan itu berlanjut lagi di Gaza dan lebih sadis dari biasanya (setelah berbagai peristiwa 1948, 1967, berbagai gerakan intifadah…). Hingga hari ini serangan menjelang 1 Muharram 1430 H itu telah membunuh 400 warga sipil Palestina. Sungguh kado pahit tahun baru yang harus kita rasakan. Dadaku terasa sesak! Di tengah himpingan berbagai bencana alam dan juga berbagai kasus kelaparan yang masih dihadapi bangsa Indonesia, kita tetap harus menunjukkan aksi solidaritas untuk rakyat Palestina. Betapa aku masih teringat dalam buku itu, Raja Shehadeh, penulis yang pengacara itu berjuang agar tetap tinggal di Ramallah, berusaha tetap menjaga hati dan ritual rutinnya, berjalan-jalan di wilayah Palestina yang sekarang telah tersekat-sekat oleh tembok para pemukim Yahudi.

Dari sisi kemanusiaan, semua serangan Israel dan perampasan tanah rakyat palestina tidak bisa dibenarkan. Cara yang brutal dengan mengusir, membatasi ruang gerak di wilayah mereka sendiri, dan tentu sangat tidak mengenakkan jika apa yang sudah kita miliki diambil begitu saja dengan alasan tanah itu adalah tanah umum, tanpa ada yang memiliki. Maka ketika Israel berusaha untuk mengubah peta dunia dengan merampas tanah Palestina, maka tidak ada pilihan lain bagi warga Palestina selain melawan dan tetap terus tinggal di wilayah itu..karena jika tidak, maka negeri mereka akan hilang.

Perjuangan untuk membebaskan Palestina dari Israel harus tetap dilakukan, dan kita harus membuat Israel menghentikan serangan-serangan itu dengan berbagai cara, berdemontrasi, memberikan bantuan kemanusiaan, dsb. Reaksi dunia yang mengutuk Israel harus terus menerus dilakukan untuk menghentikan segala tangis nestapa rakyat Palestina.

palestine2 palestine4

Dan, aku jadi teringat lagi pada percakapanku dengan Lorice dan Avinoam beberapa tahun lalu di Jerman. Lorice yang Palestina dan Avinoam yang Israel mengatakan bahwa apa yang terjadi di wilayah itu adalah persoalan politik. Tapi benarkah hanya politik? Karena doktrin di kalangan usia muda kaum Yahudi adalah orang Yahudi yang tinggal di Israel jika ditanya kenapa kalian merampas wilayah Palestina, mereka akan menjawab kenapa sih kalian rakyat Palestina begitu ngotot ingin punya negara? Bukankah sudah ada 21 negara Arab lainnya yang bisa kalian tempati? Wah, ketika aku baca di buku Raja Shehadeh itu, rasanya kemarahanku sudah di ubun-ubun! Jadi ternyata begitu ya doktrin yang telah ditanamkan, mereka berusaha merebut tanah yang katanya sudah dijanjikan selama sekian ribu tahun itu…Hmmm sungguh konyol dan tidak berperikemanusiaan!

Maka inilah yang akan terus terjadi, Israel akan terus merebut tanah di Palestina karena tidak sekedar politik tapi juga doktrin yang sungguh merusak tatanan yang sudah ada sekarang. So, free Palestina from Israel agresor and save Palestinian! Kita harus berupaya agar peta dunia tentang Palestina tetap ada. Bertahanlah saudaraku, kami di Indonesia akan selalu mendukungmu. Dan rasanya malam Tahun Baru 2009 ini akan kita lalui dengan penuh perjuangan. Demi Palestina, semoga Tuhan selalu memberkati, amiin…

Bagi teman-teman yang ingin menyumbangkan dana, silakan transfer ke rekening Mer-C : BCA (6860153678), Bank Syari’ah Mandiri (0090121773), dan Bank Muamalat (3010052115). Atau Ketik MERC PEDULI ke 7505 untuk Rp 5.000/sms. Terima kasih atas partisipasinya.

Selamat berjuang di tahun yang baru…Selamat melakukan hal-hal yang lebih baik di tahun-tahun mendatang karena Tuhan pasti akan membimbing niat kita yang teguh untuk melakukan semua itu, amiin…

with-sby

Tepat setahun lalu saya diundang oleh Presiden Yudhoyono sebagai salah satu tamu undangan dalam rangka Pemberian Penghargaan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Terbaik Tahun 2007. Hmmm alhamdulillah ternyata kerja keras kami mendampingi kota-kota dan beberapa kabupaten di Indonesia dihargai oleh Pemerintah Indonesia.

Masih teringat saya pada saat pertama kali menerjuni profesi pendamping/konsultan sejak tahun 2000 lalu..betapa sulitnya meyakinkan pemerintah daerah agar mau berubah, memperbaiki pola pelayanan perizinan yang selama ini termasuk ruwet bin ngga jelas di negara kita. Apalagi waktu itu belum ada aturan resmi dari pemerintah pusat, jadi sangat mengandalkan komitmen kepala daerah (bupati/walikota) dan seluruh jajarannya.

Kami yakin semuanya bisa diperbaiki meski tidak dapat sekaligus..ibaratnya birokrasi di Indonesia sudah seperti benang ruwet dan kami berusaha untuk menguraikan satu persatu plus mencoba selalu melihat dari sisi yang positif atas inisiatif daerah yang telah melakukan perbaikan birokrasi perizinan.

Tahun 2006 akhirnya kami berhasil mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 24/2006 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (disingkat PPTSP). Tahun 2007 kami mengeluarkan Buku Panduan Nasional tentang PPTSP. Dan ternyata kerja keras mendorong daerah melakukan berbagai perubahan itu diapresiasi oleh BKPM dan lembaga penelitian yang akhirnya memilih kota dan kabupaten yang menyelenggarakan pelayanan perizinan terbaik. Selamat kepada Kota Yogyakarta, Kota Cimahi, Kota Banjarbaru, Kab. Sidoarjo, Kab. Sragen dan Kab. Jembara. Juga para nominasi yang berjumlah 14 kota/kabupaten lainnya, termasuk Ngawi juga lho….(wah, cukup bangga saya bisa kasih selamat langsung ke bupati saya hehe)

Pada saat bersalaman dengan SBY saya katakan, “Pak, sesungguhnya yang membuat birokrasi kita ngga fleksibel adalah justru departemen di tingkat pusat, jadi mereka juga harus direformasi. Banyaknya perizinan juga berasal dari departemen di tingkat pusat, daerah tinggal menjalankan.” Eh…Fahmi Idris, Marie Pangestu dan M. Lutfi mesam mesam saja, dan SBY bilang, “ OK, tolong bantu kami untuk mengurangi jumlah izin itu ya?:)” Hehe..mudah-mudahan beliau ingat akan hal itu sekarang dan tidak hanya sibuk memikirkan pencalonannya kembali sebagai presiden di tahun 2009 nanti.

dscn6079

Setelah pemberian penghargaan, kami dijamu makanan Indonesia, beramah tamah dengan sesama undangan dari seluruh Indonesia. Bertemu dengan para bupati dan jajarannya yang pernah saya dan kawan-kawan dampingi juga, duh senengnya…ngga sia-sia saya berangkat pagi-pagi dari Jogja waktu itu, dan mesti di-screening ketat di BKPM untuk berangkat bersama ke Istana Negara:)

Dan saya pun akhirnya berpose sejenak di komplek Istana Negara yang rindang dan asri, hmmmm ada beberapa tanaman yang diberi prasasti atas nama Bu Tien Soeharto juga lho!:) Kapan lagi ya saya bisa ke Istana Negara lagi? Ayolah, kita bisa touring kok tiap hari minggu hehehe…..

dscn6084

We Love Solo and Jogja…:)

Ini pengalaman saya, ternyata kalau bekerja dengan lembaga internasional itu tidak sekedar untuk bekerja dan share tentang proyek yang kami kerjakan, tapi juga jadi guide hehe…Dan itu termasuk menjelaskan berbagai arti tentang budaya setempat yang kadang saya sendiri ngga paham. Wah, bisa gawat nih! Padahal menjadi guide dadakan kaya’ gini juga termasuk promosi wisata bagi Indonesia lho….:) untunglah selama dua minggu itu kami menginap di hotel yang lumayan bagus (Lor In Solo), jadi kalau pas breakfast, ngobrol soal budaya Indonesia bisa dicicil di tengah breakfast dengan suasana menyenangkan seperti ini…:)

dscn8857

dscn8858

Itulah yang saya alami ketika bekerja bersama dengan para konsultan dari luar negeri (Filipina dan Inggris) selama dua minggu di Solo. Ketika dalam proses bekerja jelas kita akan mendiskusikan apapun dalam konteks pekerjaan, tapi begitu ketika para konsultan asing itu mulai minta diantar ke tempat-tempat wisata di seputar Solo dan Jogja, dimana kantor kami berdomisili hehe…dimulailah tugas menjadi tour guide dadakan!

Lanjut Baca »

Berbagai tugas ke daerah yang saya jalani telah menyimpang berbagai kenangan yang tak terlupakan. Ada suka dan duka tentu saja, tetapi itu semua tidak membuat saya kapok untuk selalu pergi dan menjalankan tugas di luar pulau Jawa. Ada rasa yang menyenangkan hadir dalam hati saya, manakala saya dapat berbagi cerita dan menodrong motivasi teman-teman di daerah (baik mitra lokal – LSM atau pemerintah daerah).

Saya ingiiiiiiin sekali daerah-daerah juga bisa maju seperti di Pulau Jawa, biar masyarakat luar negeri juga tahu kalau Indonesia tidak hanya Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogja atau Bali. Saya ingin mereka, saudara-saudara saya nun jauh di luar Jawa juga bisa merasakan kemajuan ekonomi dengan mengolah berbagai potensi yang mereka miliki. Lihatlah pantai Teluk Kupang yang indah ini (terlihat dari kejauhan)..atau betapa ramai juga Pasar Oesao yang saya ambil suasananya saat akan menuju Soe (Kab. Timor Tengah Selatan) dan Kefamanu (Kab. Timor Tengah Utara), hmmm meski kebanyakan pedagang juga berasal dari Jawa atau Bugis :

kupang

pasar-oesao

Dan sepertinya mereka mulai terprovokasi dengan ide-ide saya yang kadang cenderung nyeleneh, tapi tetaplah harus diiringi dengan kerja keras para pejabat dan masyarakatnya. Ide yang saya tawarkan ini tidak jauh-jauh dari pengembangan ekonomi kreatif, karena saya yakin diantara masyarakat yang kurang sejahtera itu ada potensi tersembunyi yang selama ini belum di-eksplore secara maksimal. Padahal contoh dari daerah lain sudah ada, dan mereka sudah mulai menuai hasil dari pengembangan sektor kreatif itu, misalnya Kabupaten Jember dan Kota Surakarta (lebih dikenal dengan nama Solo). Kedua daerah itu sudah mulai mengembangakan ekonomi kreatif dengan membuat berbagai event berskala nasional dan internasional yang untuk saat itu sudah mulai menarik perhatian masyarakat banyak, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Dua wilayah yang dulunya tidak begitu diperhitungkan perannya, sekarang sudah banyak dilirik oleh pemodal usaha yang bergerak di berbagai bidang, apalagi Jember juga sudah punya lapangan terbang.

Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »