Feeds:
Tulisan
Komentar

Ketika Tahun Berganti…

…everything will be fine my dear, don’t worry…because I know you’re the strong woman !!

Itu adalah salah satu penggalan kalimat yang diucapkan sahabat saya, yang membuat saya akhirnya tersenyum kembali di sela-sela rasa takut dan sedikit tertekan menjalani ‘hidup baru’ jauh dari keluarga dengan lingkungan baru yang kadang membuat saya merasa tak mampu untuk menghadapi semuanya. Terima kasih my dear, for everything…

Ah, banyak hal yang memang telah terjadi, ketika senyuman dan tangisan datang silih berganti untuk semakin memperkaya hidup kita, dengan berbagai kenangan dan pengalaman yang membuat segalanya menjadi begitu terang. Dan memang teranglah apa yang telah kita alami selama ini merupakan skenario Tuhan yang tidak dapat kita tolak, tetapi sekaligus membuat kita tersadar bahwa segalanya mungkin terjadi selama itu adalah kehendakNya.

Lanjut Baca »

Harmoni di Musim Gugur

Hawa dingin yang terasa menggigit di Osnabrueck, hmm sebenarnya sudah sejak awal Oktober sihh, membuatku teringat masa-masa terakhir selama enam bulan tinggal di Freiburg. Betapa aku merindukan musim panas itu…ketika matahari masih menyinari bumi bahkan sampai jam 21.30 ! :) Meski musim gugur tidak kalah indahnya juga (dengan daun-daun yang berwarna-warni dan sepanjang jalan menjadi penuh dengan guguran daun…) tapi rasanya memang ada sesuatu yang hilang saat ini. Ahh tapi bukankah yang hilang itu kelak akan tergantikan dengan yang lain, suasana lain yang juga tidak kalah indahnya? :)

Pertanyaan demi pertanyaan kadang menderaku…ketika pertama kali akhirnya aku menginjakkan kaki di kota tempat aku akan belajar selama dua tahun ini. Masa perpisahan yang berlalu sudah, meninggalkan semua kenangan indah..masa-masa ‘honeymoon’ di Freiburg yang selalu akan menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan. Kerinduan akan semua senyuman-senyuman indah di musim semi dan musim panas di Freiburg akan selalu menjadi kerinduan yang tak terbatas, meski kelak aku akan bertemu dengan mereka lagi…keluarga baru-ku, sahabat, dan teman-teman baru yang menghiasi hidupku selama belajar bahasa Jerman, yang memang benar-benar seperti anak TK di bulan April itu ! Itu William Contreras, si dokter syaraf dari Columbia, teman sekelas dan tetangga kamarku di Gastehaus Goethe Institut Freiburg yang bilang hehe…

Juga berbagai kegiatan yang aku ikuti dengan komunitas orang Indonesia di Freiburg, hmm terasa indah..menemukan saudara-saudara sebangsa se-tanah air di negara orang ! Senyum-senyum indah di perayaan Hari Kemerdekaan RI ke 64 itu membuat kami semakin yakin, bahwa tanah air kami tiada duanya…:)

no 1

Lanjut Baca »

Perpisahan…

Das Leben is kein Ponihof!
Hidup memang penuh misteri..ketika berbagai hal telah dipertaruhkan agar segalanya menjadi lebih baik. Berbagai resiko yang harus ditanggung atas semua tindakan yang kita ambil membuat segalanya menjadi berubah dan tentu saja akan menjadi sebuah kondisi yang sangat berbeda manakala kita tetap berada di tempat, berada di zona nyaman, yang tentu juga akan sangat membosankan jika kita terus menerus berada dalam ‘perangkap’-nya.

Hmmm…awal April tahun ini, ketika keberangkatan semakin menjelang menuju Jerman, tangisan keluarga dan orang-orang tercinta mengiringi di bandara. Dan air mata semakin tumpah ketika ada sebuah sms masuk di handphone yang berbunyi…selamat jalan, semoga kamu selalu dalam keadaan baik, tidak ada yang bisa kulakukan selain berdoa untuk semua kesuksesan atas pilihan yang kamu ambil…semuanya akan berbeda tanpamu, dan akan sealu ada senyum untukmu ketika engkau pulang nanti…Oh God, ternyata memang banyak yang mencintaiku, betapa ini adalah anugerah besar bagiku, walau aku tahu kesedihan dan kerinduangn akan merayapinya setiap malam-malam pertama di Freiburg.

Tapi, kehidupan terus berjalan…dan menemukan teman-teman baru dari berbagai penjuru dunia memenuhi hari-hariku. Belajar sesuatu yang baru dan tidak dalam jumlah yang sedikit membuat segalanya menjadi semakin berwarna. Pola komunikasi yang berubah, penyesuaian diri, bersama-sama saling membantu setiap ada kesulitan, masak bersama, juga belajar untuk saling memahami satu sama lain mengingat kami berlatar belakang budaya yang berbeda…bahkan tak jarang konflik pun muncul, membuat stress dan suasana menjadi tidak enak dsb. Tapi, segalanya akan menjadi indah manakala hati berbicara, rasa tidak ingin kehilangan akan sebuah persahabatan yang tak ternilai mengalahkan semua ego dan perbedaan yang ada. Dan di situlah kita akan mengerti karena kehidupan manusia memang di-fitrah-kan untuk saling berintekasi satu sama lain.

Meski demikian, kadang ketika perpisahan datang lagi dan kesedihan itu muncul lagi, kita tidak bisa berbuat apa-apa selain berdoa untuk kebahagiaan semuanya. Kita mau tidak mau harus menghadapinya…seperti ketika musim selalu berganti dan daun-daun rontok ketika musim gugur tiba. Mungkin nanti suatu saat kita akan lebih memahami mengapa setiap pertemuan dan perpisahan akan selalu ada dalam hidup kita. Karena Tuhan mungkin memang menciptakan manusia untuk selalu berubah agar hidup lebih dinamis, agar hidup semakin indah! Andaikan kita mampu memahaminya…niscaya segala apa yang terjadi akan mudah dijalani.

Tapi kadang ada kelucuan juga dalam setiap perpisahan itu, dan tawa diantara pelukan dan tangisan perpisahan akan selalu membuat hidup menjadi amazing!:) adaaa saja yang membuat segala kesedihan itu menjadi sesuatu yang bisa jadi ditertawakan karena tingkah laku teman yang mengesalkan bin menjengkelkan m proses perpisahan itu tetapi kita akan mengenangnya menjadi sesuatu yang indah kelak.

DSCN2832

Ini contohnya, teman dari Palestina yang kadang menjengkelkan tapi baik juga mau menjaga barang-barang teman lain yang lagi proses pindahan hehe..meski bete setengah mati karena nunggu lama, dia mau aja jaga barang-barang itu:)

Untungnya ada teman yang kemudian datang, meski cuma sebentar nemenin…

DSCN2834

Begitulah, kadang perpisahan yang menyisakan kepedihan..tetapi ada juga kelucuan yang patut untuk dikenang. Perpisahan akan selalu menjadi keniscayaan, karena, bukankah memang hidup itu hanya sementara? Terima kasih buat semuanya, I love you all..and I know I’ll miss you, always….

Freiburg, 30 Agustus 2009

Catatan : Dalam sebuah kerinduan pada keluarga dan teman-teman yang pindah ke kota lain (Friedshafen, Berlin, USA, dll…). Dan catatan ini kelak akan mengingatkanku pada perpisahan selanjutnya pada 19 September 2009!

Bulan Agustus bagi rakyat Indonesia adalah mengenang apa yang telah terjadi sekian puluh tahun lalu..dan tahun ini, tepat 64 tahun lalu, bangsa Indonesia telah MERDEKA secara resmi dengan diproklamirkannnya Naskah Kemerdekaan oleh Seokarno – Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945.

proklamasi_indonesia_1

Lanjut Baca »

Ditemani suara Michael Buble yang mengalun pelan dan kadang rancak dengan jazz-nya yang khas, aku jadi berpikir bahwa kadang hidup memang penuh hal yang misteri. Apakah itu? Bukankah manusia saja yang memang suka melebih-lebihkan dalam menjalani hidup? Padahal hidup itu sangatlah sederhana, walau kadang tidak mudah….

Dalam kehidupan ada berbagai macam hal yang membuat segalanya tampak rumit, walaupun sebenarnya kesederhanaan hidup itu akan selalu ada dalam setiap detik ketika kita bernafas. Pertanyaan demi pertanyaan mengapa hidup begini dan begitu kadang justru membuat kenyamanan menikmati hidup menjadi terganggu. Hmmm sementara itu masih banyak juga yang untuk hidup sederhana saja masih susah…lihatlah lingkungan sekitar kita yang masih dalam kondisi terpuruk, sedih sekali jika kita tidak bisa berbuat apa-apa, padahal sekali lagi…kita bisa berbuat sesuatu.

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, dan untuk dapat hidup sederhana secara layak..maka diperlukan tolong menolong antar sesama yang akan membuat segalanya menjadi berarti. Percayalah, menyayangi sesama itu adalah anugerah yang luar biasa dan disitulah kiranya kita akan menjadi manusia yang seutuhnya….

Maka, inilah salah satu syair indah tentang bagaimana kita perlu bijaksana dalam memandang hidup :
..sahabat yang selalu ada, dalam suka dan duka
mengapa bintang bersinar, mengapa air mengalir, mengapa dunia berputar lihat segalanya lebih dekat dan kau akan mengerti…:)

Ya, menjadi dewasa dan bijaksana adalah sebuah pilihan akan kesederhanaan hidup, kita akan merasakannya setiap saat ketika hati jernih dan ketika jiwa kita selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikanNya.

PS. Catatan tentang cinta dan kehidupanku…seperti anak-anak kecil yang bermain air di parit Freiburg yang mempesona itu, sederhana dan bahagia..:)

DSCN1359

Hari ini seratus tahun lalu lebih, Kartini lahir di Jepara…
Ada yang tidak biasa dalam diri gadis Jawa itu, hmm mungkin juga sama denganku dan sekian ratus ribu perempuan lain di Indonesia yang kadang masih dianggap ‘aneh’ ketika memilih untuk melakukan kegiatan yang agak keluar jalur tradisional peran perempuan.

Tapi Kartini tetap berusaha untuk teguh hati melalui surat-surat yang ditulisnya. Menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya membuatnya sejenak mampu menepis kegundahan hidup yang dijalaninya saat itu. Apakah Kartini bahagia meski menjadi istri ketiga seorang Bupati? Entahlah, yang jelas apa yang Kartini lakukan membuat banyak pihak simpati. Bertubi-tubi dorongan semangat datang dari teman-temannya yang orang Belanda itu, tetapi Kartini tahu bagaimana menempatkan dirinya, melakukan yang terbaik bagi dirinya dan keluarganya. Bahkan tawaran beasiswa sekolah ke Ngeri Belanda pun ditampiknya, dan diberikannya kepada Agus Salim, laki-laki pintar nun jauh dari Sumatra yang dikenalnya dari berbagai informasi yang sungguh terbatas saat itu.

Sungguh, kadang-kadang kerelaan berkorban ternyata tidak serta merta akan mendapatkan balasannya. Banyak sekali analisis para tokoh terhadap Kartini, tetapi novel karya Pramudya Ananta Toer itulah yang menggelitikku. “Panggil Aku Kartini Saja”…tanpa embel-embel yang seolah memberatkan, tanpa maksud untuk menjadi tokoh pejuang, just call me Kartini….:)

Ketika menuliskan semua ini, rasanya hidup sebagai perempuan tidaklah berat. Allah sudah memberikan porsi yang jelas, mana kodrat laki-laki dan mana kodrat perempuan. Selebihnya, tinggal bagaimana kita mampu menempatkan diri kita sebaik-baiknya di keluarga, masyarakat dan lingkungan yang lebih luas lagi.

Maka tetaplah tersenyum wahai saudara perempuanku, apapun peran yang Anda jalankan, asal tahu konsekuensinya dan paham apa arti kebebasan yang sesungguhnya, maka itulah yang terbaik buatmu. Tetapi ingatlah, nilai-nilai yang berkembang saat ini menuntun kita untuk bersikap bijak, dan semua juga tahu kalau sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, termasuk kebebasan, dan ini berlaku baik untuk laki-laki dan perempuan.

Mengenang Kartini di kala sendiri…membuatku doa’ku semakin terpatri, bahwa hidup bukanlah sekedar menjalani, tetapi ada tanggung jawab yang harus diresapi dan dipenuhi untuk generasi yang kita kasihi.

Happy Kartini’s Day…

Keterkejutan karena dalam waktu singkat harus sudah membereskan semuanya, mengatur pekerjaan sana-sini, mengurus segala sesuatu tentang keberangkatan sekolah ke Jerman ternyata bukanlah hal yang mudah. Tapi ya..ternyata itulah yang harus kujalani, harus sabar jika mengalami kesulitan (seperti ngurus visa yang persyaratannya ngga segera terpenuhi, melakukan banyak pekerjaan justru ketika harus berbenah menjelang keberangkatan, juga bongkar dan bongkar lagi koper yang harus dibawa di saat-saat terakhir karena berusaha keras sesedikit mungkin yang perlu dibawa biar ngga repot nyeret-nyeret bawaan pas di Jerman nanti hehe…). Dan akhirnya saat keberangkatan itu datang juga…diantar oleh keluarga tercinta di Bandara Juanda Surabaya, plus para sahabat dan someone special di Cengkareng Jakarta, diantara tangisan dan ucapan terima kasih atas dukungannya selama ini….hmm moment yang tak terlupakan ketika perpisahan itu memang harus dialami untuk menjadikan diri ini menjadi lebih baik untuk menuntut ilmu di negeri orang. So, keep smile..karena masa depan yang tidak terduga sedang dijalani, inilah antara lain proses alami yang mungkin harus dilakukan oleh semua orang yang ingin meningkatkan kualitas hidupnya.

Dan, setelah menempuh perjalan kurang lebih 20 jam dari Jakarta – Frankfurt (dengan transit di Abu Dhabi selama 5 jam yang melelahkan), akhirnya sampailah kami berenam di Frankfurt. Bertanya sana-sini tentang bagaimana kami harus menuju Freiburg yang termasuk wilayah Baden Wutenberg (yang berbatasan dengan Swiss), akhirnya kami sampai juga pada penantian kereta antar kota (DB) di Franfurt, wuiiiiiiih hawa dingin langsung menerpa manakala kami keluar dari komplek bandara dan stasiun di Franfurt, brrrrr itulah pengalaman bersentuhan langsung dengan udara dingin di musim semi yang indah:)

dscn0031

Lanjut Baca »

Pagi hari, tanggal 30 Januari 2009, seperti biasa aku mengecek email di beberapa alamat email yang aku miliki. Dan, akhirnya email yang ‘mengejutkan’ itu masuk ke salah satu inbox emailku : pemberitahuan dari DAAD tentang aplikasi sekolah S2 yang ternyata diterima dan didanai melalui beasiswa Pemerintah Jerman selama 2,5 tahun:) dan di email itu disebutkan bahwa aku harus sudah ada di Jerman pada bulan April 2009 untuk memulai kursus bahasa Jerman selama 6-7 bulan sebelum kuliah berlangsung karena semua bahasa pengantar kuliahku nanti menggunakan Bahasa Jerman! Wowwwwww……aku insyaallah akan kuliah di FH Osnabrueck (kota kecil sih, tapi sepertinya menyenangkan juga hehe), alhamdulillah…

osnabrueck

Rasa senang, kaget, bingung dan memikirkan karena harus menyelesaikan banyak hal segera membayangiku. Ketika aku menelpon dan sms ke ayah ibuku, adik-adikku, teman-temanku…huh, rasanya pengin nangis, membayangkan akan berpisah sekian lama, bagaimana jika aku kangen, bagaimana jika ada hambatan dalam studiku? Tapi, aku berusaha menguatkan hati, bukankah ini yang aku inginkan dan impikan sejak dulu? Bukankah aku udah mencanangkan diri ingin ‘refreshing’ dari aktivitasku sekarang dengan sekolah lagi? Dan tentu saja jelas aku tidak mau melewatkan kesempatan ini. Walau aku tahu aku masih memiliki banyak tanggungan yang harus secepatnya dilakukan : mengundurkan resmi sebagai direktur, mulai mengatur manajemen kantor, menyelesaikan berbagai proyek yang masih kutangani, mengurus visa secepatnya plus memenuhi berbagai persyaratannya, de el el yang membuatku harus bisa akrobat mengatur waktu. Belum lagi mengadakan berbagai diskusi untuk transfer informasi dan merencanakan ulang termasuk mencari orang-orang yang akan menangani berbagai aktivitas yang telah kurintis selama ini. Sayang kan kalau berhenti begitu saja? Seperti pengembangan komunitas kreatif di Kota Surabaya, membuat website Dewan Kota Surabaya….tapi sungguh pun demikian, ada juga beberapa kegiatan yang masih bisa kutangani dari jauh…menulis revisi buku panduan PTSP, menulis proposal, membuat laporan dsb.

Jadi, beginilah aku saat ini…hmmm berkutat dengan berbagai persiapan, sambil menulis revisi buku panduan PTSP yang dimulai sejak kemarin, mengambil foto bersama dengan teman-teman di Kota Bogor yang dingin:) dan kejutan yang menyenangkan ini akan terus berlanjut dengan berbagai hal yang ternyata tidak mudah, karena kadang saling menunggu, sehingga tidak bisa langsung selesai sebagaimana yang kuharapkan.

But I just keep my smile…I’m sure that everything will be OK and may Allah always bless me and family also my friends in our life, ameen..

Hmmmm setelah sekian lama, akhirnya aku nulis juga soal Roemahku dan Solo Batik Carnival…tapi, kenapa baru sekarang? Padahal aku kenal baik dengan kota budaya ini sejak berpuluh tahun lalu! Waktu itu…aku kan menghabiskan masa remajaku di Solo nan elok ini, biaya hidup murah, dan di sekolahku (Al-Islam I Jl. Honggowongso itu) aku telah mengenal berbagai budaya di Indonesia lho! Karena teman-teman sekolahku juga berasal dari berbagai pelosok Indonesia, ada orang Minang (halo Eriyanto..dimana kamu berada kini?), ada Kasih yang dari Palembang, ada Edo yang keturunan Batak, ada yang dari Papua, juga teman-teman keturunan Flores, Jakarta, dan yang paling banyak tentu dari Jawa, yang dari Klaten buanyakkkkk hehe….

Pengalaman yang akan disajikan berikut adalah ketika setelah sekian belasan tahun aku jalan-jalan lagi di Solo, hmmm pas libur Lebaran tahun 2007 lalu..tepatnya makan-makan dan explore di Kampung Batik Laweyan juga pas mau lihat acara Solo Batik Carnival tanggal 12 April 2008 lalu..hehe, udah agak lama sebenarnya (hmmm saya bela-belain pulang kampung dulu ke Ngawi dari Surabaya, memboyong bapak, ibu dan adik ke Solo berangkat mulai pagi jam 6, kami pikir acaranya pagi…eh, ternyata mulai siang hari!). Tapi ngga apalah, soalnya kegiatannya bagus kok, lagian kenapa saya baru tulis sekarang soalnya sekalian memeriahkan Tahun Ekonomi Kreatif Indonesia 2009! Apalagi Solo sedang menggeliat dan mendandani kotanya sedemikian rupa dengan mengadakan berbagai even plus melestarikan budaya Jawa yang kentalllll banget! Jadilah, kota kreatif ini menjadi inspirasi banyak pihak untuk membangun kota menjadi lebih ‘hidup’ dan mendapatkan penghasilan yang tidak sedikit dari berbagai kegiatan yang diadakan.

Salah satunya adalah dengan upaya Ibu Nina Akbar Tanjung yang menyulap sebuah rumah tua di Kampung Batik Laweyan (tepatnya Jl. Dr. Radjiman Solo) menjadi hotel dan resto yang asyik punya deh! Hehe, sekalian promosi karena teman baik dan sekaligus Ketua Komunitas Historia Indonesia, Kang Asep Kambali, ternyata sekarang jadi manajer Roemahku!:) tapi..memang Roemahku memang menyenangkan, antik, hommy..dan membuat keponakan yang ikut jalan-jalan di sana merasa kerasan seperti di rumah sendiri….

dscn5712

Dan inilah suasana Roemahku yang hangat itu, yang membuat kita merasa nyaman dengan gamelannya yang kadang dimainkan…..

dscn5676 dscn5679

Lanjut Baca »

Ini Medan Bung!

Catatan tentang perjalanan mengunjungi Medan sekitar 2 – 3 tahun lalu, hehe udah cukup lama ya?:) itu terjadi kira-kira pada bulan November 2006 dan Maret 2007….

dscn1310

Tapi Medan memang unik meski agak semrawut lalu lintasnya, belum lagi kalo mati lampu hehe, ya…nikmatin sajalah, yang penting di sana kita bisa makan enak di kawasan kaki lima Jl. Pagaruyung (dekat Kampung Keling India, itu tuh yang ada kuil Hindu yang lumayan cantik ornamennya!). Sayangnya saya tidak mengambil gambar suasana jajanan malam di sana plus kuil Hindu itu…Ada juga tempat hang out yang lumayan oke di daerah Kesawan atau di sekitar Alun-Alun Merdeka yang disulap menjadi tempat ngobrol enak dan cukup cozy juga dengan lampur warna warni mulai sore hingga malam hari

Yang jelas, kalau ke Medan, jangan lupa jalan-jalan di beberapa temat bersejarah, dinataranya Masjid Raya Medan dan Istana Maimun. Lokasi kedua tempat ini memang sangat dekat sehingga memungkinkan kita untuk jalan kaki dengan nyaman di sekitar lokasi itu plus berbelanja di pusat pertokoan dekat situ, hmmmm

dscn0792 dscn0797 dscn0801 dscn0804

Istana Maimun Medan yang menyisakan sepenggal sejarah Kesultanan Deli ini sayangnya terkesan hanya dirawat sekedarnya, kemungkinan tiadanya biaya yang cukup untuk pemeliharaan membuat istana yang sebenarnya canti ini menjadi sedikit terbengkalai meskipun banyak juga pengunjung yang datang. Yang paling diingat tentu adalah Sultan Deli saat ini yang masih duduk di bangku SD yang naik tahta menggantikan ayahnya yang gugur di Aceh (yang waktu itu masih ada peperangan antara RI dan GAM). Sultan kecil ini sementara ini masih tinggal di keluarga ibunya di Makassar Sulawesi Selatan.

Sementara Masjid Raya Medan yang cukup megah dan masih terawat dengan baik ini terletak di seberang Istana Maimun…Dengan dekorasinya yang cukup apik model adaptasi gaya arsitektur Eropa, maka masjid yang selalu ramai menjadi tempat ibadah ummat muslim ini masih terawat dengan baik, hmmmm

dscn0788

Jadi, datanglah ke Medan kawan, di sana Anda akan bisa berkesempatan mencicipi dan tahu lokasi pembuatan kue Bika Ambon dan Bolu Meranti yang uenakkkkk itu plus bisa membawa pulang durian (yang dikemas dalam wadah Tupperware) itu!:)

Tulisan Sebelumnya »